-->

Agenda & Donasi Toggle

26 Agustus 2015 | Prafestival Geneng Street Art Project #3 | Geneng, Sewon, Bantul

POSTER_DISKUSIPRA_FESTIVAL_GENENG_STREET_ART_PROJECT_3

Agenda: Pra Festival Geneng Street Art Project #3
Tanggal: 26 Agustus 2015
Tempat: Lapangan Ds. Jogoripon, Geneng, Sewon, Bantul
Waktu: 19.00-selesai

Diskusi Pra Festival Geneng Street Art Project #3

“Bertetangga Dengan Karya Seni”

 

Untuk ketiga kalinya RKSD dan kawan-kawannya menghelat Geneng Street Art Project. Perhelatan yang menggunakan payung street art untuk menyelusupi kawasan perkampungan pinggiran Jogja. Sebuah kampung, namun bersolek menjadi lebih terbuka, dengan masuknya kampus, pertokoan, kos-kosan, perumahan, rumah kontrakan dan bisnis-bisnis yang menyertainya. Warganya tidak lagi penghuni setempat, tapi semakin banyak pendatang dari luar daerah bahkan dari manca negara.

Perubahan situasi itu merubah pula perilaku masyarakat. Pemuda setempat menemukan kawan berbincang yang semakin beragam. Isu soal pendatang dan warga setempat selalu berlangsung dalam dinamika yang naik turun tensinya. Mahasiswa yang semakin banyak bertebaran di kampung membawa tidak saja perubahan perilaku, namun juga wawasan dan pandangan warga atas wilayah tempat tinggalnya. Kenyataan itulah yang sejak projek awal ini dihela menjadi bagian dari pertimbangan utama.

Pada projek pertama dan kedua, para seniman jalanan yang biasanya bekerja sporadis di jalanan, mengabadikan pendapat, logo, atau tipografi di tembok-tembok kota, bekerja diorganisasi bersama membuat karya di tembok-tembok kepunyaan warga. Pada awalnya banyak warga yang ragu, dan menolak tembok mereka digambari. Pada projek kedua, warga semakin terbuka dan memberi dukungan pada kegiatan ini.

Diskusi kali ini akan memperbincangkan mengenai gejala tersebut. Bagaimana karya di tembok warga dapat hidup berdampingan dengan warga penggunanya. Jalanan kampung, lapangan, tempat warga bertemu dan berinteraksi dibumbui dengan gambar-gambar karya ‘bukan warga’.

Isrol Media Legal sebagai pelaku seni jalanan mengisahkan praktik berkaryanya yang kerap berhubungan dengan publik. Seni di jalanan akan mendapat apresiator langsung dari pengguna jalanan. Tidak ada awam dalam kaitannya dengan ruang publik. Dengan kondisi demikian, Isrol dapat berbagi pengalamannya dengan peserta diskusi mengenai bagaimana pelaku seni jalanan memposisikan dirinya dengan warga setempat yang menjadi pemilik atau pengguna ruang publik.

Samuel Indratma adalah salah satu pelopor gerakan seni jalanan di Yogyakarta, akan dapat mereflesikan kembali gerakan seni di ruang publik dari era 90-an hingga era kini. Bagaimana pendapat Samuel pada gerakan seni publik masa ini. Adakah soal-soal tertentu yang dapat dijadikan bahan refleksi bersama menyangkut seni dan apresiasinya di ruang terbuka.

Diskusi ini akan membuka berbagai macam kemungkinan baru dalam kaitannya terhadap warga yang hidup bersama karya seni, terutama seni jalanan. Seperti apa gambaran ideal pelaku seni jalanan pada karya-karya yang dilahirkannya dan dipersembahkan untuk warga pendukungnya.

Adapun pembicara pada diskusi ini adalah :

  • Samuel Indratma (penggiat seni ruang publik)
  • Rain Rosidi(Kurator Geneng Street Art Project #3)
  • Media Legal (seniman street art partisipan Geneng Street Art Project #1 dan #2)
  • Hendra Himawan selaku moderator.

 

Salam sewon.

Info :

Sms         : 082327592229 (DeryPratama)

Web         : www.ruangkelassd.org

Email       : ruangkelassd@gmail.com

Fb           : ruangkelassd

Twitter     : @ruangkelassd

Instagram : ruangkelassd

Hanstag   : #GSAP #GSAP3 #GEMAHRIPAHLOHJINAWI #RKSD #RUANGKELASSD

 

 

 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan