-->

Peristiwa Toggle

Pengenalan Bahasa Isyarat Abjad “Finger Spelling”

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta mengembangkan sistem pengenalan bahasa isyarat abjad finger spelling dengan memakai variasi pose jari-jari dan telapak tangan untuk menunjukkan setiap abjad dalam membentuk kata. Pada umumnya, bahasa isyarat finger spelling dipakai untuk menginformasikan nama orang, tempat, dan obyek lain yang belum dikenal dalam bahasa isyarat. Menurut dosen Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi Universitas Gadjah Mada, Rudy Hartanto, penelitian tentang pengenalan bahasa isyarat banyak dilakukan, tetapi sebagian masih menggunakan peranti sensor yang harus dipakai oleh peraga bahasa isyarat. Dalam penelitian lain yang menggunakan kamera sehingga peraga tidak perlu memakai sensor, masih belum bisa diaplikasikan. Hingga kini, jumlah masyarakat yang mampu berkomunikasi dengan bahasa isyarat sangat terbatas. (Kompas, 8 Juli 2015)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan