-->

Agenda & Donasi Toggle

3-9 Juni 2015 | Pameran Database @AditHereHere “Street Art is not a Crime”

Acara:
Pameran Database “Street Art is not A Crime” 3-9 Juni 2015
Seniman:
Adit Here Here
Pembukaan:
Rabu, 3 Juni 2015, 19.30 WIB
Tempat:
Gedung Bale Black Box Yayasan Indonesia Buku
Jl Sewon Indah I, Panggungharjo, Sewon, Bantul
Daerah Istimewa Yogyakarta

Herehere poster upload

Adit HereHere adalah satu dari seniman street art yang tidak serta-merta menjiplak apa yang didoktrinkan wacana mainstream tentang cara bersikap dan cara berpikir.

Sebab, berkarya di jalan bukanlah persoalan kegenitan individu atau unjuk gigi yang sering terbaca tak ubahnya prosesi buang hajat dan sudah barang tentu metode kekaryaan ini sarat pertanggung-jawaban, sama persis dengan disiplin ilmu seni yang lainnya. “Jogja Ora Didol” yang menjadi salah satu karyanya menjadi wacana publik yang ramai dibicarakan, terutama di seputar isu perebutan ruang publik.

Nah, Adit HereHere merasa penting memberikan pertanggung-jawaban kepada publik atas aktivitas keseniannya.

Dengan pameran pertanggung-jawabannya ini Adit mempresentasikan arsip dokumentasi serta artefak dari karya-karyanya. Ia memberikan ruang untuk kita sebagai publik agar dapat membaca dan mempertanyakan ulang, memberikan kritik, bahkan memberikan complain atas aktivitas kekaryaannya selama ini dan tentu saja pernyataan serta penjelasan yang logis sudah barang tentu sudah siap, sesiap saat awal prosesi eksekusi estetiknya ditempatkan di ruang publik kita.

“Ini yang aku maksud bahwa masa depan itu ada, bahwa seniman dengan kesadaran atas pentingnya dokumentasi serta sadar tentang pertanggung -jawaban sebuah karya, itu memang masih ada,” kata Adit.

Pameran ini secara kongkret tanpa sadar menjadi ruang pembelaan Adit, bahwa institusi kesenian masih memiliki alasan untuk tetap ada. Seni sebagai bahasa dan karya dari peradaban ilmiah masih bisa terbuktikan.

Hal ini bisa terbaca, mengapa Adit membawa karyanya hingga ke jalan, tepat di tengah-tengah kita semua. Sebuah tempat di mana tanpa ada batas ilusi birokrasi yang berfungsi sebagai saringan pengetahuan dan kemapanan semu yang menjadikan seni berjarak dengan masyarakatnya. Seni pun menjadi eksklusif, tak tersentuh dan menjadikan seluruh retorika ilmiah mengenai seni terkadang menjadi sesuatu yang naïf, seperti menabur garam di tengah lautan.

Publik kerapkali tidak terlalu paham dengan “bahasa” yang digunakan oleh seniman, ditambah tanpa pernah diberikan ruang kemungkinan untuk publik bisa memahaminya.

Maka inilah pembelaan Adit HereHere; bahwa seni itu sesuatu yang bisa dipahami dan bukanlah sesuatu yang bebas nilai, serta kita yang seharusnya mendekat kepada publik. Bara panjang yang berawal dari kesadarannya atas ruang bersama, sampai 10 kalender kita telah berganti, ia merekam dan selalu menuliskan kembali catatan-catatannya dalam bahasa visual bersama figure karakter ciptaannya.

Hingga pada pameran pertanggung-jawabannya, Adit HereHere meyakini bahwa seni cukup berhasil berintegrasi pada buminya.

Note: Ini Lokasi Pameran

Peta BookloversFest

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan