-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Komunitas – Hysteria | Semarang

Komunitas Hysteria sudah berdiri selama 10 tahun, berasal dari Semarang. Digawangi anak-anak muda yang kreatif Hysteria sibuk menggelar event-event bermutu untuk anak-anak muda di Semarang. Booklovers, sila merapat radiobuku.com untuk menyimak kisah Komunitas Hysteria.

1 Sudah berdiri 10 tahun, kali ini Komunitas Hysteria diwakili Tomi, Nisa, dan Uki akan bercerita mengenai komunitas Hysteria di Semarang. Kegiatan apa saja yang mereka kerjakan di sana.
2 Awalnya hysteria lebih konsen ke sastra bukan ke seni rupa, tapi setelah perkembangan selama 10 tahun kini hysteria lebih sering menggarap event seni rupa dan instalasi.
3 Ada 5 pengurus inti, dan yang lain volunteer dan yang suka nongkrong di Hysteria. Keliatannya banyak, tapi sebenernya cuma 5 yang pengurus inti, kata Nisa.
4 Ada 3 divisi di Hysteria, divisi manager program, art lab, dan ruang. Tomi adalah pemegang divisi Art Lab, di dalamnya juga masih banyak program lagi, salah satunya diskusi seni.
5 Ada banyak program dijalankan Hysteria, ada AM (Ampe Mudeng) programnya muter film, terus ada Making Artist.

6 Nisa, masih baru di Hysteria, magang di city maping.Kegiatannya dateng ke kampung, mengadakan pemetaan, out putnya mengadakan festival. Proyek seni yang melibatkan orang kampung.
7 Manager Ruang, Uki, kalau Ruang si buat hura-hurnya, kata Uki. Mereka sering nonton fresh movie, film-film baru.
8 Hysteria juga punya program Gerobak Bioskop masuk kampung, sampai April 2015 sudah 67 kali pemutaan dengan total di atas 50 kampung.
9 Film-film yang diputar kebanyakan adalah film-film kebudayaan, mereka bekerjasama dengan beberapa lembaga perfilman.

10 Hysteria pernah mengadakan pameran di Bustaman bekerja sama dengan beberapa pihak.
11 Pameran ruang publik ini diadakan di kampung, masyarakat antusias, ikut berkontribusi, dan senang membantu.
12 “Kami tidak tumbuh dari galeri, makanya kami jadikan kampung sebagai galeri kami.” Tutur Tomi Hysteria.
13 Pendanaan hysteria menggunakan subsidi silang, siapa yang butuh yang akan digelontorkan dana dulu. Saling mengisi kekurangan (dana).
14 Tantangan sebagai komunitas bagi Hysteria adalah tidak mudah untuk tumbuh sebagai komunitas yang konsisten di tengah kurang perhatiannya anak muda pada dunia komunitas yang bergerak di bidang seni dan budaya.
15 Masyarakat pasti akan mebilai kekonsistenan sebuah komunitas dengan bagaimana komunitas itu tetap bertahan, tidak mudah tumbang! Hysteria.
16 Sudah banyak yang keluar masuk di hysteria, yang paling lama sang direktur, Adin. Tapi yang jelas, hysteria masih berdiri dan masih terus berproses hingga sekarang.
17 Markas hysteria ada di Jalan Stonan no 29, Bendan Ngisor, Sampangan Gajah mungkur, Sampangan.
18 Booklovers yang di Semarang bisa langsung follow @grobakhysteria dan kalau mau gabung ke komunitasnya langsung daftar ajah, pintu terbuka lebar kan ya?

19 Projek ke depan Hysteria mau mengadakan pameran di Purwodinatan, kalau tadinya hanya satu kampung kini diperluas jadi satu kelurahan.
20 April lalu Hysteria juga mengadakan workshop ilustrasi dan grafis. Keren yah hysteria?

21 Radikal Itu Menjual, salah satu buku yang berpengaruh untuk Tomi Hysteria.
22 Buat Nisa, buku yang berpengaruh buatnya adalah The Ocean at the End of the Lane milik Neil Gaiman.
23 Kalau Uki lebih tertarik ke kombinasi warna, Hysteria.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan