-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Angkringan Buku – Ki Hadjar Dewantara (Joko Susilo Agus Widodo Koentono) | Kediri

Joko SAW, bernama lengkap Joko Susilo Agus Widodo Koentono. Lelaki paruh baya yang aktif di bidang kebudayaan dan pendidikan. Ia tergabung dalam Komunitas Rupa Kata-kata di Kediri, kota di mana ia tinggal bersama keluarganya. Kendati berada jauh dari Ibu Kota negara Republik ini, ia kerap berkunjung ke Jakarta karena berbagai aktivitas. Selain itu, Lelaki yang banyak mengagumi Ki Hadjar Dewantara ini juga mendirikan Seibu Bangsa (Seikat Bakti untuk Bangsa).

Komunitas ini dimaksudkan untuk memproduksi ide-ide atau gagasan-gagasan besar yang nantinya dapat dijadikan sebagai rujukan dalam menghadapi berbagai persoalan bangsa terkait patron client dalam konsep nation dengan sistem pemerintahan penganut asas demokrasi. Salah satu produk dari Seibu bangsa ini adalah buku Ki Hadjar Dewantara. Buku ini merangkum berbagai pemikiran dan ajaran Ki Hadjar tentang pendidikan. Menurutnya, apa yang dihasilkan Ki Hadjar masih tajam untuk kehidupan kekinian. Lebih lanjut, Booklovers bisa menyimak tuturan Joko SAW menuturkan tentang pemikiran Ki Hadjar Dewantara hanya di Radio Buku. Selamat mendengarkan.

Booklovers, di Program Angkringan Buku, mari kita berkenalan dengan Joko SAW. Ia akan mengupas pemikiran2 Ki Hadjar Dewantara

1 Nama lengkapnya adalah Joko Susilo Agus Widodo (SAW) Koentono. Tinggal di Kediri namun terlalu kerap ke Jakarta dan Bandung
2 Di Kediri, #JokoSAW bikin Komunitas Rupa Kata-kata, bidang pengarsipan dan kajian berbasis rupa dan kata. Jadilah Rupa-Kata-Data
3 #JokoSAW juga aktif di #SeibuBangsa (Seikat Bakti untuk Bangsa). Jawaban atas persoalan kebangsaan, di mana kebersamaan menjadi mahal
4 #SeibuBangsa mengusung ide Indonesia Mengasuh Bangsa, kehadiran negara dalam mengatasi masalah bangsa dan negara.
5 Bagi #JokoSAW persoalan2 bangsa sekarang ini seolah2 dibiarkan berjalan sendiri. Alasannya demokrasi. Mestinya tidak, ada patron client
6 #SeibuBangsa berposisi di patron, memproduksi ide2 besar sebagai rujukan client. Dengan demikian intervensi dapat diterima secara sukarela
7 Bangsa adalah komunitas dari satuan masyarakat, dan Indonesia adalah simpul institusi. #SeibuBangsa adalah sebagai salah satu komunitas itu

8 Buku Ki Hadjar Dewantara adalah salah satu produk #SeibuBangsa. Buku ini merangkum pemikiran-pemikirannya tentang pendidikan
9 Pendidikan kita nyaris tak ada rujukan, konten lokal menipis mengakibatkan cara pikir & bertindak jauh dari akar kebudayaan. #JokoSAW
10 “Akar budaya itu penting” #JokoSAW. Manusia berbudaya & berkebudayaan tak bisa lepas dr ruang & waktu. Ato hanya akan artifisial
11 Kita punya prinsip #SegaraGunung, #GiriGoro, dll. Desa kita adl gunung dan laut. Kita mesti memahami koordinat ini
12 “Ketakpahaman atas prinsip ini dan cenderung mencari sumber lain, akan membuat ilmu kita tidak aplikatif.” #JokoSAW
13 Ki Hadjar Dewantara bernama asli RM Soewardi Soeryaningrat, lahir di Jogja 1889. Pemikirannya ttg pendidikan diabadikan, dipelajari
14 Sejak 1978, peran #KiHadjar dikurangi, dilupakan, terlupakan. Pemikirannya orisinal, sebab dia Sang Mahaguru perantara kebaikan
15 Di antara tokoh2 besar pada saat itu, hanya #KiHadjar yg mendedikasikan dirinya untuk pendidikan.
16 Bbrp ajaran #KiHadjar jg bersumber dr pendahulunya, Ronggo Warsito, Mangkunegara dst. #KiHadjar memodifikasinya sesuai kebutuhan
17 Menurut #KiHadjar, pendidikan itu terdiri dari 3 sentra: keluarga, perguruan (pendidikan formal), perjuangan/pergerakan
18 Konsep pendidikan #KiHadjar menyatu dg konsep kebangsaan, nation. Oleh sebab itu, pemikirannya masih relevan untuk saat ini

19 “KiHadjar punya konsep Trikon; Kontinyu, Konvergen & Konsentris” #JokoSAW. Trikon ini sangat tepat untuk menjawab tantangan globalisasi
20 Bagi #JokoSAW konsep pendidikan #KiHadjar yg menarik adl Merdeka Nyata Utama. Merdeka-Pendidikan harus mampu membebaskan diri dr kebodohan
21 Nyata-Pendidikan harus bisa dukur, dinalar. Utama-Pendidikan kemuliaan, capaian paling tinggi dalam pendidikan. #KiHadjar
22 Terminologi Ngerti(S1)-Sakti(S2)-Mukti(S3) dilatarbelakangi Weruh (tahu), Wanuh (kenal), Kaweruh (pengathuan) #KiHadjar
23 Banyak pengetahuan blm cukup jika blm mengerti. Ngerti-Ngerasa-Ngelakoni. Pengatahuan mesti dihayati dan dijalani #KiHadjar

Rasa-Karsa-Cipta. Potensi ketiganya mesti diharmonisasi agar hasrat ditopang oleh cita rasa, rasa yg kualitatif #KiHadjar
Cipta tanpa ada topangan yang baik hanya memunculkan produk2 pikiran yg tidak berkualitas #KiHadjar
Sebaik2 Rasa-Karsa-Cipta tanpa diimplementasi dalam karya belum disebut darma, perbuatan #KiHadjar
Lebur ajur soyo sayan marang kamulyaning bocah. Orangtua total mendedikasikan diri untuk kemuliaan anak #KiHadjar
Orang Jepang memasuki usia 40th menyatakan diri mati, yg hidup adalah anak muda, masa depan, next genertion #JokoSAW
Kendel(Berani)-Ngandel(Yakin)-Bandel(Kreatif). Nakal itu boleh, tp kreatif dan berbudi, berjiwa besar. #KiHadjar
Neng-Ning-Nung-Nang (bunyi gamelang). Mengawali sesuatu sebaiknya diawali dari diam, fokus, merenung, lalu menang. #KiHadjar
Hasil yang maksimal itu pada koma, bukan titik. Karena tidak ada yang absolut. #KiHadjar

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan