-->

Kultwit Toggle

#Kultwit | “Pemberontakan Petani Banten 1888”

Buku Sartono Kartodirdjo “Pemberontakan Petani Banten 1888” yang diterbitkan Komunitas Bambu (Jakarta) ini adalah publikasi kedua kali setelah Pustaka Jaya menerbitkannya pada tahun 1984. Dengan tebal 423 halaman, buku klasik ini adalah monumen peringatan!
1 Pemberontakan Petani Banten 1888 adalah disertasi doktoral Sartono Kartodirdjo di Universitas Amsterdam 1966 #Tani1888

2 #Tani1888 disebut-sebut karya historiografi Indonesia modern pertama yang ditulis orang Indonesia

3 Rekonstruksi pemberontakan petani di Cilegon, Banten di abad 19 menunjukkan keberpihakan Sartono pada sejarah sosial “kecil” #Tani1888

4 Pemberontakan #Tani1888 dipicu kemelaratan akibat kerja wajib (herendienstplichtigen) dan pajak tanah untuk semua lelaki sehat 15 sampai 50 tahun

5 Pajak dan agraria adalah akumulasi akhir dari kemelaratan akibat bencana Krakatau 1883 dan wabah ternak yang menerjang hidup petani #Tani1888

6 Pemberontakan #Tani1888 dipimpin elite revolusioner yang kecewa terhadap kekuasaan: aristokrat lama hingga kiai. Disokong bandit2 desa.

7 Banten di abad 19 adalah tanah subur lahirkan pemberontakan. Pemberontakan gagal tidak membikin ciut

8 Mas Raye 1820, Tumenggung Mohamad 1825, Amir/Cikandi 1845, Haji Wakhia 1850, Usup 1851, Jayakusuma 1869 jalan menuju #Tani1888

9 Bahkan keluarga Jakaria memiliki genetika spesialis pemberontak. Pemberontakan 1830-an dan 40-an disulut keluarga ini #Tani1888

10 Pemberontakan ini berbeda dgn kerusuhan yg digerakkan bandit utk merampok. Pengusungnya kaum kharismatis desa. Tokoh mistis dan kiai #Tani1888

11 Revivalisme agama (tarekat) di desa jadi mesin turbin bangkitkan protes. Itulah sebabnya penguasa kolonial dijangkiti fobia-haji #Tani1888

12 Tarekat Kadiriah memiliki pemimpin kharismatik seperti Khatib Ahmad Sambas dan Haji Abdul Karim #Tani1888

13 Santri2 tarekat Kadiriah seperti KH Tubagus Ismail, Haji Wasid, Haji Marjuki dikenal loyal dan radikal antikolonial #Tani1888

14 Propaganda antikolonial diselipkan di pengajian, sunatan, perkawinan; berlangsung ekstensif 4 tahun sebelum pemberontakan meletus #Tani1888

15 Haji Wasid, Iskak, Tubagus Ismail di distrik Cilegon dan Kramat Watu pimpin tani serang Cilegon

16 Haji Asik, Haji Muhidin, Haji Abubakar dari distrik Serang, Ciruas, dan Ondarandir menyerang Serang

17 Haji Marjuki, Haji Asnawi melumpuhkan Cikandi; Haji Sapiudin dan Haji Kasiman menduduki Anyer.

18 Bendera pemberontakan #Tani1888 adalah “perang sabil”. Semangat eskatologis dan harapan pada datangnya “abad kejayaan” #Tani1888

19 Tapi usia pemberontakan #Tani1888 berlangsung sesaat. Pemimpinnya kurang siap utk perjuangan yang lama dan tak ada rencana pertahanan yang baik.

20 Pemberontakan ini berhasil dipadamkan. Pemimpin2nya ditangkap/dibunuh. Tapi semangat dan apinya tak benar-benar padam #Tani1888

21 Tahun 1926 pemberontakan menyala lagi. Para kiai haji Banten dan aktivis PKI tulang punggung isi kamp pembuangan Digoel

22 Kata Sartono, pemberontakan tani hampir tak pernah dipimpin klasnya sendiri, melainkan pihak lain yang dihormati di desa #Tani1888

23 Di Jogja, pemberontakan tani 1825-1830 bukan dipimpin tani, melainkan seorang pangeran/bangsawan. Namanya Diponegoro

24 Historiografi Indonesia “menghilangkan” unsur tani dalam Java Oorlog yang nyaris bangkrutkan pemerintahan kolonial itu

25 Rentetan pemberontakan yang revolusioner dari petani abad 19 dan PKI26 itu “memaksa” #Karno masukkan tani dlm politik nasional-nya

26 Tani adalah kelas penting perjuangan persatuan nasional. Sukarno memilih istilah “marhaenisme” untuk pembelaan pada kelas tani

27 Buka majalah “Fikiran Rajat”, No 1, 1 Juli 1932, hlm 2, berjudul “Matahari Marhaenisme”. Sukarno beber beda kaum marhaen dan proletar.

28 “Proletar orang jang dengan mendjoeal tenaganja membikin sesoatoe barang oentoek orang lain sedang ia tidak ikoet memiliki alat2nya.”

29 “Seorang letterzetter adalah proletar karena ia joeal tenaganja, sedang letter-letter jang ia zet itoe boekan miliknja”

30 “Seorang masinis adalah proletar, karena ia mendjoeal tenaganja, sedang lokomotif jang ia djalankan boekan miliknja”

31 “Seorang insinjoer jang masoek kerdja pada orang lain adalah proletar, karena ia mendjoeal tenaganja. Proletar intelektoewil”

32 Bagaimana dg orang yg punya alat produksi sendiri, menggarap diatas tanah sendiri, tapi tetap melarat. Itulah kaum marhaen, kata #Karno

33 Kaum marhaen adalah kaum tani yang jumlahnya jutaan. Mereka adalah kaum melarat dan penghuni kelas bawah struktur masyarakat #Karno

34 Barangsiapa yang berpihak pada kaum melarat itu, kaum marhaen itu, kaum tani itu, mereka adalah marhaenis #Karno

35 Marhaenisme adalah ideologi #Karno. Jika ada kaum yang habis2an bela marhaenisme, dia satu saf dengan Sukarno

36 Pahamlah kita mengapa di lima tahun terakhir kekuasaannya, Sukarno lebih dekat dengan PKI? Karena #Karno melihat marhaenisme justru dikawal PKI

37 Isu2 agraria, mengawal perjuangan kelas petani agar sejajar dengan kelas-kelas sosial lain, adalah agenda harian PKI

38 Ayo kita kutipkan paragraf sikap PKI yang dihimpun dari HR tentang petani tanpa sang pembela! #PKI

39 “Kemerdekaan politik telah memberikan perbaikan penghidupan bagi golongan2 tertentu. Tapi tidak untuk kaum tani” #PKI

40 “Di-kota2 umum beranggapan bahwa pedagang berhak memperbaiki hidupnya, bahwa fabrikan berhak memperbaiki hidupnya” #PKI

41 “Bahwa pegawai tinggi berhak memperbaiki hidupnya. Seperti halnya kaum buruh, mengapa kaum tani tidak berhak memperbaiki hidupnya?” #PKI

42 “Mengapa tiap2 kali kaum tani bergerak mereka sdh berhadapan dgn polisi, pengadilan, kadang2 bui, pentung, bedil?” #PKI

43 Editorial HR, 24 Jun ’55 itu berumur 60 tahun. Sudahkah kaum tani alami perbaikan hidup dan aman dari bedil? #PKI

44 Membaca editorial tua itu, tampaknya, kaum tani memang abadi takdirnya di piramida terbawah kemakmuran golongan2 masyarakat

45 KAA baru saja dilaksanakan dengan ingarbingar! Partai “wong cilik” dan mendaku diri pewaris marhaenisme (pembela tani) sudah berkuasa!

46 Marhaenisme tinggal jargon tua tertatih. Mestinya yg mendaku pewaris ajaran Sukarno berada di sof depan jika ada sengketa tani vs pemodal

47 Yang terjadi pewaris marhaenisme yg saat ini berkuasa justru jadi pasif, di luar barisan, ketika petani memperjuangkan haknya.

48 #Rembang #Kulonprogo #Takalar #Kebumen #Karawang | Kaum marhaen itu mesti memperjuangkan sendiri hak2nya!

49 Dipukul berkali-kali dalam sejarah, perlawanan petani tak mati-mati. Ada atau tak ada kelas lain yg pimpin!

50 Tanah adalah kehidupan. Membela tanah sendiri adalah perjuangan hidup yang tak pernah bisa ditawar petani!

51 Jokowi dan partai bertrah Sukarno yang berkuasa di jantung sengketa petani saat ini tak ubahnya lembar negatif sejarah tani

52 Buku #Tani1888 Sartono Kartodirdjo adalah monumen pengingat penguasa hari ini: hati2 kalau petani bangkit dan marah!

53 Hei penguasa dengan angkatan berbedil, ajeni petani. Bila tidak, kaum melarat ini mengutuk kekuasaanmu dgn pembangkangan!

Kultwit ini disampaikan Muhidin M Dahlan pada 4 Mei 2015 di pergelaran Pesta Buku Jogja yang diselenggarakan IKAPI DIY untuk bedah buku Sartono Kartodirdjo “Pemberontakan Petani Banten 1888”.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan