-->

Live Blog Toggle

#Liveblog | 23 April | Obrolan 10 Buku Apsas | #RamaikanSelatan

Obrolan 10 Buku Sastra dalam Semalam adalah program tahunan komunitas Apsas. Tahun 2015 adalah tahun ke 8. Berlangsung di Radio Buku Sewon Bantul.

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
24/04/201500:15

Pukul 12.12 dini hari, acara diskusi 10 buku dalam semalam akhirnya selesai. Endah Sr menutup acara, dan Fairuzul Mumtaz mengomando semua peserta untuk menikmati makan malam yang kelewat malam. 

Nah, laporan hari ini selesai ya.

Salam

Tikah Kumala

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
24/04/201500:11

Sesion ke 4 atau terakhir dalam obrolan Apsas ini membahas tentang buku puisi. Buku-buku tersebut antara lain berjudul Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih karya Pringhadi Abdi Suryo yang dibahas oleh Rozi Kembara, kemudian Pagar Kenabian karya Sofyan RH. Zaid yang dibahas oleh Sunlie Thomas Alexander, dan Perahu Mabuk karya Saut Situmorang yang dibahas oleh Tomi Febriyanto. 

Menurut Rozi, puisi-puisi Pringhadi dalam  buku Aku Cukup Menulis Puisi, Masihkah Kau Bersedih berhasil membawa budaya populer. Metafornya juga menarik karena sering tidak terpikirkan oleh banyak orang. Itulah yang menurut Rozi menjadi daya tarik tersendiri. 

Dari segi bahasa, Pringhadi terbilang sudah lulus sebagai penyair. Namun, dikatakan Rozi bahwa keseluruhan puisinya tidak menghasilkan perenungan. Kesannya hanya lewat begitu saja setelah dibaca. Untunglah, bukunya tersebut tergolong sebagai bacaan yang nikmat sekalipun tidak mampu membuat isinya selalu melekat dalam otak pembaca. 

Kalau dikatakan Rozi, bahwa puisi Pringhadi tergolong sebagai puisi yang enak dibaca, lalu puisi yang seperti apa yang tidak enak dibaca? Tanya seorang peserta diskusi kepada Rozi. Menanggapi pertanyaan tersebut, Rozi menjelaskan bahwa setiap pembaca tentunya memiliki standar atau selera yang berbeda-beda dalam menikmati puisi. Sedang bagi dia sendiri, puisi bagus itu haruslah melampaui persoalan aspek-aspek bahasa. 

Sedangkan Sunlie menilai buku Pagar Kenabian karya Sofyan RH. Zaid  yang dibahasnya sebagai puisi-puisi yang lugas dan mudah dipahami. Begitu pun dengan Tomy yang membahas bukunya Saut. Dalam pertanyaan untuk Tomy tentang visualisasi dalam puisi, beliau mengatakan bahwa “Visualisasi dalam puisi itu penting atau tidaknya tergantung si penulis puisi itu sendiri” 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
24/04/201500:04

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201523:30

Nih, yang memilih menunggu di luar sambil ngobrol-ngobrol.

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201523:28

Barista kita, Faiz Ashoul masih saja sibuk melayani pengunjung Bintang Mataram

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:52

Seperti bus malam, pukul 10.50 sopir dan penumpang sdg rehat di warung kopi. Sesaat. Minum kopi. Makan kacang. Lanjut lagi saat kantuk hilang

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:48

Rehat dulu diskusinya. Sambil mendengarkan musik puisi dari Bagustian Iskandar. Dua musik itu dari puisinya Chairil Anwar  dan  Saut Situmorang. 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:46

#Pram dan Kelambu

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:41

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:38

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:34

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:33

Ini sajian dari dapur Indonesia Buku sebelum akhirnya tandas 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:19

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:18

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:17

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:17

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201522:17

Pram dalam Kelambu

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:57

Baru setengah jalan, tapi teh hangat di meja terdepan sudah tandas. Barangkali karena tekanan dingin akibat hujan sebentar tadi. Tapi nggak apalah, sebentar lagi makan malam keluar hehehe. 

Selanjutnya sesion ke 3 dalam diskusi malam ini adalah buku esai. Buku-buku tersebut antara lain berjudul Pramoedya dalam Kelambu karya Soesilo Toer yang dibahas oleh Raudal Tanjung Banua dan Jejak Langkah Nafas AA Panji Tisna karya Agung Brawida dkk yang dibahas oleh Didin Tulus. 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:35

#Magening

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:35

#Magening

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:34

#RahasiaImperia

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:33

#RahasiaImperia

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:33

#RahasiaImperia

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:32

#RahasiaImperia

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:31

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201521:14

Sesion kedua di obrolan ini membahas tentang novel.  Ada novel Perempuan Bernama Arjuna karya Remy Sylado yang dibahas oleh Tri Agus Susanto, Magening karya Wayan Jengki Sunarta dibahas oleh Saut Situmorang, dan novel Rahasia Imperia karya Akmal Nasery Basral yang dibahas oleh Arie Saptaji. 
Menurut TAS, setting dalam novelnya Remy Sylado terbilang sederhana. Namun, buku ini diklaim sebagai  “bukan bacaan ringan”. Saking banyaknya mengutip kutipan tokoh Jawa, TAS menamai novel ini sebagai Javanologi dalam Fiksi. Katanya, ada lebih dari 130 filsafat di dalam buku tersebut. 
Kemudian dilanjut oleh Saut Situmorang yang membahas novel Magening.  Kata Saut, novel ini menjadi spesial karena penulisnya seorang penyair. Sebagai penyair, tak heran jika bahasa dan gaya ceritanya menjadi kekuatan dalam novel tersebut. Padahal, jengki mengakui bahwa bukunya tersebut adalah eksperimen pertamanya. Sebelum menulis novel, penulis terbiasa dengan berpuisi dan menulis cerpen. Namun, meskipun terbilang sebagai penulis pemula, bahasanya sudah cukup matang. 
“Penulis sangat menguasai dialog. Pantasnya dia menulis skrip. Biar, film-film Indonesia kita jadi menarik dialognya” komentar Saut. 
Masih menurut Saut, dalam novel ini sebenarnya banyak konflik potensial, tapi entah kenapa tidak dieksplore. “Ya namanya juga novel KKN mahasiswa” seloroh Saut, yang disambut gelak tawa Bookslover. 
Dalam kesusastraan Indonesia, mungkin novel karya Jengki ini belum terlalu dipandang. Namun, dalam kelompok novel remaja  (harusnya) sangat berpengaruh.
Jika Magening menggambarkan Bali secara indah, selanjutnya novel yang dibahas terakhir adalah drama kriminal berjudul Rahasia Imperia. Pemateri yang seharusnya membahas novel ini adalah Arie Septiadi. Namun sayang, beliau terpaksa hanya mengirimkan makalah sebanyak 3 lembar untuk menggantikan kealpaannya hadir karena sakit. 
Dalam makalah yang ditulis Arie tersebut, karya Akmal ini dinilai sebagai genre yang jarang ditulis oleh penulis-penulis Indonesia: sebuah karya yang segar dengan tawaran kasus yang pelik. 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:36

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:26

Mendengarkan bahasan Gusmuh, dan Thomas, Bookslover yang hadir sampai rela berdesakan masuk ke gedung Bale Black Box. Sebagian sampai ada yang berdiri di muka pintu. Pokoknya ramai sekali. Di luar gedung, masih banyak lagi yang memilih untuk mencicipi kopi Bintang Mataram. 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:17

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:17

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:16

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:16

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:15

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:15

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:15

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:14

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201520:13

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201519:59

Sesion pertama adalah diskusi soal cerpen. Pembahasnya ada  Muhidin M. Dahlan, yang membahas cerpen Semua untuk Hindia karya Iksana Banu, dan buku terjemahan berjudul Gabriela, Cengkih dan Kayu Manis karya Jorge Amado yang dibahas oleh Thomas Blarer. 

“Hampir seluruh (isi buku Semua untuk Hindia) bercerita tentang masa lampau, seperti Diponegoro, … ” kata Gusmuh, penulis yang dikenal sebagai penulis dengan julukan Nabi ke 8 ini. Ia juga menyinggung tentang kontribusi buku yang dibahasnya terbilang sangat rendah bagi ibu-ibu Rembang. Namun, “(Buku ini sukses menggambarkan sejarah dengan asyik dan indah” 

Sedang Thomas Blarer, menyampaikan kesan tentang buku yang dibahasnya sebagai buku yang luar biasa. Pendapat tersebut didukung oleh Endah Sr, yang menyampaikan bahwa ada persamaan yang menarik dari dua buku yang tengah dibahas. Yaitu: Penulisnya terlihat sangat matang menggarap setting yang ada dalam cerita. Garapan yang matang bisa jadi merupakan hasil  riset yang serius. 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201519:50

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201519:40

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201519:36

Nih, lapaknya JBS: Jualan Buku Sastra

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201519:33

19.32, Gedung Bale Black Box RadioBuku sudah dipadati pengunjung. Endah SR yang didaulat sebagai komandan sudah hadir dan mulai membuka acara Apsas ini. Sedang di jalan masuk menuju gedung, Jualan Buku Sastra (JBS)  menggelar dagangan bukunya dari petang tadi dengan pembeli yang semakin mengerumun. 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201519:22

Kemarin malam, 22 April, kios Warung Arsip ini dipamerkan di gedung Bale Black Box. Isinya adalah majalah dan koran-koran lama yang sudah didigitalkan oleh arsiparis Warung Arsip. Nah, hasil dari digitalisasi tersebut kemudian dipajang di website http://www.warungarsip.co dan availaible juga di komputer offline Warung Arsip. 

Khusus untuk tanggal 22 dan 23 April, kami gratiskan arsip berupa foto, koran, majalah, dan video sebanyak 200gb untuk bookslover yang berminat. Program bagi-bagi arsip ini dinamai #BakarArsipmu. Saking menariknya tawaran tersebut, sudah dari semalam banyak yang antre buat nge-burning file arsip yang diminati. Bahkan arsiparisnya sendiri, Chusna Risqati sampai rela membakar arsip pesanan Bookslover sampai pukul dua pagi. 

Tapi, malam ini, kios Warung Arsip ini digeser ke halaman supaya lebih terang dan dapat dinikmati oleh Bookslover semua. 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201518:54

Beginilah suasana di halaman depan mulai dari siang sampai petang datang. *Laporan dari Bookslover.

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201518:46

Lihat di pumflet. Sepuluh judul buku itulah yang akan jadi bahan obrolan kita nanti malam. Bersyukur sekali cuaca cerah. 

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201518:34

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201518:33

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201518:32

Redaktur R:Boekoe
Redaktur R:Boekoe
23/04/201518:13

Selesai azan berkumandang, anak-anak Grafittti mulai melukis di halaman Radio Buku. Sebenarnya, aktivitas ini dijadwalkan kemarin malam sebagai live perform untuk pameran dinding masa. Tapi, berhubung kemarin cuaca buruk, jadi baru malam ini bisa terlaksana. 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan