-->

Peristiwa Toggle

Indonesia Ikut Serta di London Book Fair

Portal berita daring detik.com, 14 April 2015 mengabarkan keikutsertaan Indonesia di pergelaran London Book Fair yang digelar 14-16 April 2015 di Olympia, kawasan Barat London.

Menempati stand 5B140, sekitar 223 judul buku dipamerkan di ajang bergengsi tersebut. Indonesia dijadwalkan tampil di sembilan acara dan mendatangkan tiga penulis serta lima pembicara. “London Book Fair juga menjadi tempat konferensi terbesar dunia untuk ‘Publishing for Digital Mind’,” ucap Feby Indirani perwakilan dari Komite Media dan Hubungan Luar.

Indonesia berbagi pengalaman kreatifnya di penerbitan buku digital dan animasi. Serta pasar yang menjanjikan buku-buku animasi Tanah Air melalui talkshow ‘Digital Books/Animated Books in Indonesia’.

Di agenda tersebut, Ardian Elkana mengisi talkshow. Ia adalah CEO perusahaan yang menghasilkan produk-produk animasi dan pendidikan, Presiden AINAKI (Asosiasi Animasi dan Konten Indonesia) dan Kepala Divisi Multimedia, Animasi dan Games di KADIN (Kamar Dagang dan Indutri Indonesia).

Acara lainnya yang menarik minat pengunjung adalah ‘Indonesia’s Publishing Industry The Role of Publishers in Promoting Freedom of Expression, Democracy and Literacy’. Serta menghadirkan acara sesi temu muka penerbit Indonesia bagi lembaga atau institusi yang berminat memperluas jaringan dengan penerbit Indonesia.

Tiga Penulis

Tiga penulis dan lima pembicara didatangkan ke London. Mereka adalah Eka Kurniawan penulis ‘Lelaki Harimau’ yang karyanya diterbitkan ulang oleh penerbit Verso UK dengan judul ‘Man Tiger’. Kedua, penulis travel yang telah bertualang ke bagian terpencil di Afghanistan, Asia Tengah, Tiongkok, Papua Nugini dan lain-lain, yakni Agustinus Wibowo.

Ketiga, seniman dan kolektor teacup atau cangkir yang akan menampilkan sisi keindahan cangkir-cangkir dan sejarah di balik pembuatannya. Ia adalah Desiree Sitompoel.

Selain itu, di London Book Fair 2015 Indonesia juga menghadirkan tiga pembicara yang mewakili kompetensinya masing-masing. Di antaranya adalah Haidar Bagir (intelektual Muslim dan penulis), Putut Widjanarko (Penerbit Mizan), dan Lucya Andam Dewi (Presiden Ikatan Penerbit Indonesia, IKAPI).

London Book Fair disebut sebagai ‘olimpiadenya’ industri buku internasional karena mampu menghadirkan 25 ribu pelaku industri dari 124 negara. Kali ini, London Book Fair 2015 bertema ‘Making World Go Further’.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan