-->

Tokoh Toggle

Eduardo Galeano | Esei-esei Revolusi | Uruguay

Eduardo Galeano wafat pada Senin 13 April 2015 di usia 75 tahun di kota kelahirannya, Montevideo, Uruguay. Di kota itu pula ia lahir pada 3 September 1940 dari keluarga Katholik kelas menengah. Namanya dikenal sebagai penulis yang sangat produktif dengan 36 buku yang telah diterjemahkan ke pelbagai bahasa sepanjang 40-an tahun kariernya sebagai penulis.

Sebagai penulis, Edu, panggilan akrabnya, lebih daripada penulis ortodok (orthodox genre); Edu menggabungkan dokumentasi, fiksi, jurnalisme, analisis sosial, politik, sejarah, mitos, kepercayaan lokal dan kebudayaan.

Edu menganggap dirinya bukanlah ahli sejarah. “I am not historian. I am writer who would like to contribute to the rescue of the kidnapped memory of all America”, dalam kata pengantar triloginya.

Bagi Edu yang meyakini perspektif dan analisis “Magical Marxism” – suatu konsep yang orisinal dari Edu yang ditimba dari pengalaman hidupnya sebagai penulis – one half reason, one half passion and a third half mystery (Fran Mason, Historical Dictionary of Posmodernist: Literature and Theater, Scarecrow Press, 2007) digunakannya sebagai alat untuk melacak, membongkar sistem penindasan dan merekonstruksi sejarah yang akan datang.

Buat Edu, bahwa masalah bangsa-bangsa dan negeri-negeri jajahan seperti Amerika Latina (dan juga Asia dan Afrika) mengalami amnesia historis akibat eksploitasi. Untuk itulah tugas penulis untuk melacak dan membentuk kembali sejarah masa depan melalui pelacakan dan pemahamannya tentang sejarah sosial di lingkungan masyarakatnya.

Pada sisi lain, Edu – yang kenal baik dengan Salvador Allende, Che Guevara dan puluhan pemimpin formal dan kaum gerilyawan Amerika Latina lainnya – menandaskan posisi-fungsi penulis-jurnalis wajib melacak dan membongkar konstruksi sejarah sosial bentukan sistem kolonial-imperialisme yang eksploitatif dan telah memusnahkan akar kebudayaan.

Singkat kata, melalui pembongkaran sejarah sosial agar setiap warga tak lupa dengan akar sejarah kebudayaannya, maka penulis-jurnalis mesti melakukan pemihakan kepada kaum tertindas. Tidak bisa netral. Sebab suara dan bahasa manusia tidak lahir dari ruang kosong, tulisnya dalam El libro de los abrazos (The Book of Embraces)

Seperti kebanyakan remaja Amerika Latina, Edu bermimpi menjadi pemain sepakbola. Hal itu direfleksikan dalam esai-esainya El futbol a sol y sombra (Soccer in Sun and Shadow).

Dalam esai-esai sejarah sosial sepakbola, Edu mengurai sejarah permainan yang telah tertanam di dalam jiwa masyarakat Amerika Latina. Bagi warga, sepakbola adalah teater dan peperangan. Dalam konteks itulah Edu mengkritik kapitalisme global (global capitalism) yang menjadikan olahraga kesenangan warga ini menjadi industri, dan menciptakan ekonomisasi, komoditas: gelimang uang menjadi tujuan utama.

Tapi pada sisi lainnya, Edu juga mengkritik kalangan intelektual kiri yang telah merusak permainan rakyat yang penuh dengan spirit dan atraktif itu ke dalam gerakan massa hanya untuk alasan ideologis.

eduardo galeano

Pengantar Halim HD ini dan BEBERAPA TERJEMAHAN ESEI-ESEI EDUARDO GALEANO yang dikerjakan networker kebudayaan itu bisa dibaca lengkap di link di bawah tulisan ini. SEBARKAN!

FREE Download: Esei-Esei Amerika Latina, Eduardo Galeano (Terj Halim HD)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan