-->

Tokoh Toggle

Ruth Sahanaya | Garap Buku Perjalanan Karier | Jakarta

Lantaran merasa kurang lihai menulis, Uthe menunjuk sahabatnya, yang juga sesama selebritas, yakni Tamara Geraldine, untuk menuliskan buku biografinya. Uthe dilirik PT Aquarius Musikindo. Album pertamanya ialah Seputih Kasih (1987) langsung meledak di pasaran. Nama Uthe semakin tenar saat membawakan lagu Kaulah Segalanya. Demikian Harian Media Indonesia, 1 Maret 2015, hlm 28, memberitakan.

Ruth SahanayaDi negara kita masih jarang sekali ditemukan sebuah buku yang memuat perjalanan karier musisi Indonesia.

Kalaupun ada, jumlahnya bisa dihitung dengan jari.

Dalam mendapati kenyataan itu, penyanyi Ruth Sahanaya, yang telah digolongkan sebagai salah diva di belan tika musik Indonesia, tergerak untuk membuat buku biografi perjalanan kariernya di dunia musik.

“Banyak teman mengingatkan saya sudah hampir 30 tahun menghabiskan hidup untuk musik. Mereka meminta saya membuat buku,“ ujar penyanyi kelahiran Bandung, 48 tahun yang lalu itu, saat ditemui Media Indonesia, di daerah Menteng, Jakarta, Kamis (26/2) lalu.

Awalnya Uthe, begitu biasa para sahabat memanggil Ruth Sahanaya, selalu menolak ajakan dari sejumlah pihak untuk membuat buku biografi tentang dirinya. Dia mengaku sempat minder dan tak percaya diri untuk dibuatkan sebuah buku.

“Saya sempat mikir apakah saya layak sampai dibuat buku gini? Biasanya kan artis kalau dibuat buku kalau sudah peng alaman panjang banget gitu,“ jelas istri dari man tan bintang film Jeffrey Waworuntu tersebut.

Selain itu, menurut dia, untuk membuat se buah biografi harus me nunggu momen yang tepat.

Untunglah, akhir nya momen yang sejak lama ditunggu-tunggu ibu dua anak ini akhir nya tiba juga. Menjelang genap 30 tahun perjalanan kariernya dalam menggeluti dunia musik di Indonesia, dirasa oleh wanita berdarah Ambon ini, sebagai momen yang tepat untuk merilis buku biografi perjalanan kariernya.

“Lagi pula ini juga merupakan bentuk pertanggung jawaban saya sebagai figur publik untuk terus memper tahankan eksistensi,“ sebut anak ketiga dari empat bersaudara dari pasangan Alfares Edward Sahanaya dan Matheda David itu.

Bagi Uthe, buku itu juga merupakan langkah besar yang ingin ia lalui. Walaupun mengaku tidak begitu terobsesi dalam menjalani karier musiknya, dia tetap merasa perlu untuk terus meng-up date dan mem pertahankan apa yang ia gapai sebagai seorang diva.

Menurut Uthe, buku ini rencananya akan diluncurkan pada akhir tahun ini.

Bersama teman Kendati kini sudah mantap untuk membuat bi ografi dan tengah sibuk dalam proses pembuatan nya, Uthe mengaku terus terang bahwa dia masih kurang pede untuk menulis sendiri.

Lantaran merasa kurang lihai menulis, penyanyi yang telah menamatkan pendidikan sekretaris di LPK St Angela Bandung itu menunjuk sahabatnya, yang juga sesama selebritas, yakni Tamara Geral dine, untuk menuliskan buku biografinya.

“Menulis buku biografi itu harus hati-hati. Saya bisanya membuat buku tabungan,“ canda Uthe.

Sejatinya, tambah Uthe, rencana membuat buku perjalanan kariernya itu sudah dipikirkan sejak lama. Bahkan, sambung dia, rencananya dia akan membuat buku tersebut bersama sahabat karibnya yang juga sesama penyanyi, Titi DJ.

Sayangnya, wacana yang telah dibangun kedua diva musik perempuan Indonesia sejak lama itu, tidak pernah terwujud.

Menurut Uthe, rencana bersama menggarap buku bersama Titi DJ selalu tertunda, lantaran keduanya beranggapan bahwa untuk membagi kisah perjalanan mereka pada publik tidak terlalu penting. “Yang penting, pundi-pundi kita selalu bertambah,“ canda Uthe.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan