-->

Agenda & Donasi Toggle

Bincang-Bincang Sastra edisi 114: MAHATMANTO, PELOPOR PENYAIR YOGYA

Studio Pertunjukan Sastra (SPS) Yogyakarta bekerjasama dengan Taman Budaya Yogyakarta dan Radio Buku, di bulan ketiga tahun 2015 ini akan menggelar Bincang-Bincang Sastra (BBS) edisi 114, dengan acara “Menilik Pelopor Penyair Yogya, Mahatmanto” pada Sabtu, 28 Maret 2015 di Ruang Seminar Taman Budaya Yogyakarta pukul 20.00 WIB. Dalam acara ini akan hadir Enes Pribadi dan R. Toto Sugiharto sebagai pembicara dengan moderator Hayu Avang Dharmawan. Akan ada pula pertunjukan baca puisi karya-karya Mahatmanto oleh para penyair dan aktivis sastra Kulon Progo, seperti Marjuddin Suaeb, Papi Sadewa, Marwanto, Sumarno, Imam Syafei, Bardal Dersonolo Dewi, Samsul Ma’arif, Hendri S., Diana Trisnawati, Aris Zurkhasanah, & Chahyo Edi Pramono.
Di arena sastra modern hari ini tidak banyak yang mengetahui keberadaan Mahatmanto sebagai tokoh pelopor penyair Yogyakarta. Ketidakjelasan data mengenai sejarah sastra Yogyakarta membuat catatan-catatan yang ada hingga saat ini belumlah lengkap. Hal tersebut menjadi kendala ketika Studio Pertunjukan Sastra akan menilik keberadaan Mahatmanto dalam arena sastra Yogyakarta dan Indonesia. Beruntung sejumlah sastrawan dari Kulon Progo, utamanya Enes Pribadi memiliki sejumlah kenangan dan warisan dari penyair yang dikabarkan meninggal di Banjarnegara itu.
Mahatmanto yang memiliki nama lengkap Bandoro Raden Bagus Tuwan Saiyid Sulaiman Suradal Adil Arif Agung Adikartono Abu Chalis Mahatmanto Murbaningrat al Ahlabi lahir di Adikarta (sekarang Kulon Progo), Yogyakarta, 13 Agustus 1924. Ia cukup dikenal sebagai seorang pengarang sastra Indonesia modern. Dalam buku Gema Tanah Air susunan H.B. Jassin yang juga memuat sejumlah puisi karya Mahatmanto, disebutkan bahwa mula-mula puisinya diumumkan di majalah Panca Raya, kemudian di berbagai majalah terkemuka yang lain, juga majalah Budaya Jaya.
Karya-karya Mahatmanto yang terakhir dibuat terdapat dalam majalah Budaya Jaya tahun 1972, setelah itu, ia tidak lagi muncul di majalah-majalah dengan sajak-sajak dan esai-esainya. Selain di Gema Tanah Air, sejumlah puisinya ada dalam Tonggak susunan Linus Suryadi Ag. Beberapa karyanya yang sudah terbit di majalah dan surat kabar ia kumpulkan dan ditawarkan pada penerbit Balai Pustaka pada tahun 1950. Akan tetapi, kumpulan puisi-puisi hasil karya Mahatmanto yang diberi judul Gandewa ditolak oleh Balai Pustaka. Banyak tulisan tangan dan surat-suratnya yang tersimpan dalam dokumentasi HB Jassin.

Tertanda,
Latief S. Nugraha (Sekretaris Studio Pertunjukan Sastra)

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan