-->

Peristiwa Toggle

11 Hari setelah Fredy S Mangkat, Buku Psikologi Toge Aprilianto Heboh

Toge Aprilianto menulis buku berjudul “Saatnya Aku Belajar Pacaran”. Buku psikologi terbitan Brilliant ini berisi dunia berpacaran remaja. Termasuk salah satunya terkait dengan hubungan intim. Soal inilah yang menghebohkan media sosial.

Media daring republika.co.id 3 Februari 2015 menurunkan kutipan foto bagian dari buku Toge ‘Pacar Ngajak ML’ yang diunggah pemilik akun Facebook, Teeamtamzir Bugeazt di Komunitas Bisa Menulis di Facebook. Ratusan orang pun menanggapi foto halaman buku tersebut yang sebagian besar mengecamnya.

Seperti bola salju, postingan ini menggelinding dan mendapatkan komentar beragam. Pemilik akun Zul Fadli menulis di dinding akunnya: “Serius nanya. Apakah negara kita punya semacam lembaga filter utk buku2 yg akan terbit? Ini Parah.”

Pemilik akun Nenie Nyun’nyun berkomentar bahwa negara ini sepertinya tidak punya lembaga penyaring untuk penerbitan buku. “Yg pntg bisa nulis n ada uang utk mendistribusikan bukunya d pasaran lgsg terjual bebas. Andai sj ada badan pengawas buat buku yg akan diterbitkan, tentu akan lebih safe.”

Kontroversial buku ini menggelinding makin jauh dan masuk ke parlemen. Senator dari Jakarta, Fahira Idris, missalnya, menyayangkan buku yang berbau mesum itu dapat lolos dari penerbit dan dijual di toko buku. “Pemerintah harus ambil tindakan agar ada efek jera, baik bagi penulis maupun penerbit yang menerbitkan buku-buku mengandung ‘racun’ seperti ini. Buku ini sangat bahaya. Saya menyebutnya buku racun karena menganggap berzina adalah hal yang biasa. Di mana tanggung jawab moral penulis dan penerbit. Tega-teganya buku seperti ini dilempar ke pasar,” tandas Fahira sebagaimana dikutip web daring viva.co.id dan beritasatu.com, 4 Februari 2015

Anggota Komisi VIII DPR Arzetti Bilbina mendesak agar buku karya Toge Aprilianto ditarik karena mengajarkan yang tidak semestinya. Menurutnya, buku bacaan seharusnya memberi pesan moral yang baik pada generasi muda, bukan sebaliknya. “Buku itu mengajarkan hal yang kurang baik dan tidak mendidik,” tegas Politikus PKB itu.

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) turut mengecam buku ini. Dalam penelaahannya atas buku ini, KPAI mempertimbangkan untuk melaporkan penulis dan penerbit ke polisi atas dugaan tindak pidana. “KPAI menilai buku ‘Saatnya Aku Belajar Pacaran’ yang salah satunya berisi tentang permisivitas aktivitas di luar nikah, bertentangan dengan prinsip pendidikan, moral, norma agama, susila dan juga hukum,” kata Asrorun Ni’am Sholeh.

Lebih lanjut KPAI meminta pemerintah dan aparat kepolisian untuk mengambil langkah pencegahan peredaran buku secara luas dan menegakkan hukum secara tegas. “Buku ini jelas bertentangan dengan komitmen Revolusi Mental yang hendak dibangun pemerintah kabinet kerja,” kata dia, seperti disitir beritasatu.com, 4 Februari 2015.

Atas kehebohan ini Toge Aprilianto telah meminta maaf di akun facebooknya, tepat setelah 11 hari penulis roman dewasa Fredy S mangkat, 24 Januari 2015.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan