-->

Lainnya Toggle

#23TWEETS | BUKU PERTAMAKU – AGUS NOOR

Agus Noor adalah penulis prosa, puisi, juga naskah teater dan penulis naskah untuk program Sentilan Sentilun di Metro TV. Agus Noor melewati masa kecilnya hingga SMP di Tegal, kemudian hijrah ke Jogjakarta. Ia banyak membaca karya sastra sejak SMP. Iwan Simatupang adalah satu nama yang masih ia ingat menjadi penulis yang karyanya ia baca ketika duduk di bangku SMP. Agus Noor bercerita tentang bagaimana perkenalan pertamanya dengan buku kemudian mulai menulis. Berikut #23Tweets kisah pertemuan pertama Agus Noor dengan buku.

1. Menjadi seorang penulis bukan hanya tentang seberapa sering kamu menulis tapi seberapa gila kamu membaca buku, itulah prinsip @agus_noor sebagai seorang penulis.
2 Masa kecil @agus_noor tinggal di Tegal ia mempunyai nenek yg memiliki toko sebagai agen koran dan buku
3. Ananda, Hai, Bobo rajin dibaca @agus_noor ketika SD, ia berkesempatan membaca di malam hari karena majalah-majalah itu akan ddiantar ke pelanggan pagi harinya.
4. Masa SMP @agus-noor mulai membaca karya-karya Iwan Simatupang, meskipun belum sepenuhnya paham tapi ia mulai kagum pada cerita2 itu.
5. Bu Widyati, guru Bahasa indonesia @agus_noor adalah guru idolanya. Bu Widyati banyak mendukung #agus_noor yang sering sedikit nakal di kelas tapi suka membaca dan pintar.
6. Menurut @agus_noor pemerintahan Orde Baru  sangat memperhatikan buku. Salah satu contohnya adalah adanya  proyek buku bagus. menurut @agus_noor, pemerintah harus mensubsidi pembacanya, bukan penerbitnya
7. @agus_noor SMA di Jogjakarta, ia mulai membaca Olenka, Burung-burung Manyar. Ia juga mulai menonton Cak Nun, Butet , Indra Trenggono dan mulai mengikuti diskusi2
8. SMA inilah @agus_noor mulai menulis serius, waktu SMP karya puisinya pernah dimuai di majalah MOP
9. Jogjakarta menjadi lingkungan pertama, dimana @agus_noor smakin akrab dgn buku dan bertemu orang-orang yang juga mencintai buku.
10. Buku-buku di jaman itu menurutnya lebih beragam dari buku-buku jaman sekarang. Menurutnya, penerbit sekarang selalu terburu-buru berpikir buku itu laku atau tidak, bukan memikirkan bagaimana kualitas bukunya dulu.
11. Berkenalan dan mengetahui gaya hidup seniman pada masa itu yg sangat soliter merubah sikap dan mental seorang @agus_noor. Ia yang dulunya hidup nyaman karena dari keluarga yang perekonomiannya bagus mulai terbiasa dengan hidup seniman di Jogjakarta yang sangat sederhana.
12. “Kalau saya punya duit, saya selalu membeli buku dulu baru yang lain. Seperti kata SGA mau pinter aja masa pelit”, kata @agus_noor
13. Militansi dalam mencintai buku itulah yang membedakan seseorang dengan yang lainnya @agus_ noor
14. Masa kuliah @agus_noor mulai yakin akan hidup sebagai seorang penulis
15. Linus Suryadi pernah menasehatinya, “Kamu menulislah cerita/cerpen saja karena energimunya akan habis untuk menulis puisi, kamu lebih berbakat menjadi pencerita.”
16. Kecoa, adalah cerpen pertama @agus_noor yang diterbitkan KOMPAS ketika ia duduk di bangku kuliah
17. Dalam sebulan, @agus_noor mempunyai target menyelesaikan 4 cerpen untuk mendisiplinkan diri. Ia terus berlatih seperti Messi dan Ronaldo yang berlatih setiap hari meski tidak ada pertandingan.
18. Buku Bapak Presiden Yang Terhormat, buku @agus_noor yang pertama kali terbit pada tahun 1999 oleh Pustaka Pelajar
19. Menurut @agus_noor, semakin banyak penulis maka semakin sedikit pembaca, semakin orang mudah menerbitkan karya tapi siapa yang kan membaca?
20. @agus_noor kagum pada Pramoedya Ananta Toer dan karyanya, tidak ada yang mengolah sejarah sebagus PRAM, ia membangun sejarah Indonesia dalam sebuah karya
21. @agus_noor terobsesi untuk menulis cerita tentang orang yg terobsesi pd dangdut, ia ingin melakukan riset sejarah lagu dangdut utk itu.
22. PRAM adalah penulis yg soliter, tekun, dan menulis jauh dari kehendak utk mendapat tepuk tangan | @agus_noor
23. Pramodya  dan Linus. Mereka yg hidup di laboratorium, mereka yang kesepian dan tekun mengolah kata, orang-orang seperti itu yg membuat @agus_noor kagum.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan