-->

Literasi dari Sewon Toggle

Chusna Rizqati: Karena Mengkliping itu tak Sama dengan Pernikahan Dini

Pekan lalu, anak sulung saya yang duduk di kelas 5 C SD Padokan 2, Kasihan, Bantul, kedatangan dua teman sekelasnya. Saya mengira Dipa Pinensula Whani dan temannya itu mengerjakan laporan perkemahan pramuka di Water Byuur, Bantul.

Dugaan saya meleset. Ketiganya mengerjakan tugas mengkliping dunia olahraga dan kesehataan masing-masing 10 lembar sebagaimana diamanatkan Kurikulum 2013. Mengkliping secara konvensional — menggunting dan mengelem koran — mereka kerjakan selama tiga jam dengan dibarengi main game, baca stok komik itu-itu saja, dan nonton film “Transformer”.

Murid kelas 5 SD ditugaskan mengkliping? Mungkin terdengar biasa. Namun bagi saya tidak biasa. Seingat saya, sekolah memperkenalkan cara mengkliping sederhana saat saya kelas 3 SMP. Itu pun mengkliping iklan di majalah. Kliping pertama saya adalah iklan cetak Milo yang belakangan saya ketahui milik perusahaan makanan di Malaysia.

Itulah ingatan dini saya mengkliping. Dan cukup membekas. Tapi beruntunglah mereka yang mendapatkan pasokan kenangan mengkliping yang baik dan benar sejak dini. Dan inilah yang dialami Chusna Rizqati.

Chusna mendapatkan tugas mengliping dengan cara baik dan maju tidak di usia dewasa menurut UU Perkawinan, namun belia. Dia barangkali punya kenangan mengkliping saat SD, namun tugas mengkliping di sekolah umumnya lewat saja dan cenderung tak tahu untuk apa pengalaman itu.

Chusna berbeda. Ia mendapatkan dunia mengkliping lewat praktik yang tak formal dan mengerjakannya bukan dalam kuantitas yang sedikit. Tugas besar mengklipingnya yang pertama adalah Satu Dekade Buku Indonesia di Warung Arsip.

Untuk usia 20-an tahun, mengkliping segigantik itu tergolong dini. Belum lagi ia mengerjakan di usia sedini itu pengarsipan digital koran-koran yang terbit di hari minggu dan majalah yang usianya hingga 50-an tahun ke belakang.

Kini, Chusna Rizqati begitu los stang, tidak saja pengalamannya menulis, terutama cerita pendek, tapi juga bila Anda memintanya berkisah soal pengalamannya mengliping dan mendigitalkan koran-koran lawas. Sebagaimana dia begitu lancar bila diminta bercerita soal pernikahan dini yang ditimba dari ombak pengalaman.

Anda bisa belajar dan magang kepadanya soal-soal di atas via @warungarsip. [gusmuh]
_MG_7358

– – – + – – –

“Literasi dari Sewon”

adalah cerita dari praktik internal yang dilakukan para penggiat Indonesia Buku

dan/atau seluruh praktik literasi yang berlangsung di dalam pagar

Gedung Bale Black Box. Posting setiap Senin malam!

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan