-->

Peristiwa Toggle

Buku Ajar K-13 Terlambat Masuk Sumbar

MENTAWAI — Distribusi buku Kurikulum 2013 menjadi kendala kegiatan belajar-mengajar di Sumatra Barat. “Permasalahannya sampai saat ini buku belum sampai.Guru-guru di sini kesulitan mengajar,“ ujar Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Mentawai Sumarno ketika menerima kunjungan Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikibud) Musliar Kasim di Mentawai, Sumatra Barat, 7 september 2014.

Menurut Sumarno, pihaknya sudah melakukan pemesanan sejak Juli. Namun, hingga kemarin buku tersebut belum juga tiba. Untuk sementara, guru menggunakan bahan ajar yang diberikan pada saat pelatihan guru. “Kalau untuk mengunduh susah, karena di sini jaringan telekomunikasi rusak sejak tiga hari lalu. Jangankan untuk internet, untuk nelepon saja susah.”

Karena itu, Sumarno berharap buku Kurikulum 2013 untuk wilayahnya segera disalurkan.

Sebelumnya, keluhan yang sama dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Padang Indang Dewata. ia khawatir terhadap siswa di daerahnya terlambat belajar karena belum mendapatkan buku.

“Memang untuk yang awal pelajaran sudah ada. Tapi sebentar lagi mau Ujian Tengah Semester (UTS), anak-anak belum ada buku pegangan,“ keluh Indang.

Indang menjelaskan distribusi buku Kurikulum 2013 di Padang, untuk SD sudah 100%. Tapi untuk SMP dan SMA sama sekali belum ada.

Kesulitan senada juga disampaikan Kepala Dinas Kabupaten Pesisir Selatan, Rusma Yul Anwar. Menurut dia, lambannya distribusi buku sebagai permasalahan utama proses belajar mengajar. Wamendikbud bidang Pendidikan Musliar Kasim mengakui lambannya distribusi buku tersebut. Mantan Rektor Universitas Andalas itu mengutarakan pihaknya sudah berupaya agar distribusi itu cepat selesai.

“Kami sudah melakukan berbagai upaya, seperti menaruh staf kami di percetakan untuk langsung mengawal buku. Kemudian, kalau percetakan ada masalah seperti kekurangan kertas, kami langsung telepon perusahaan kertas,” jelas Musliar.

Kendala lainnya adalah sedikitnya percetakan yang bisa mencetak buku itu. Percetakan yang bisa hanyalah perusahaan yang juga mencetak koran.

Demikian sari berita Harian Media Indonesia, 8 September 2014.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan