-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – George Junus Aditjondro | Yogyakarta-Palu

“Saya kagum masih ada kelompok anak muda di Jogja yg mau melestarikan kultur membaca” ~ George Junus Aditjondro

George Aditjondro sejak 2011 telah berbeda sama sekali dari sebelumnya. Ia yang masih kuat mengembara, berdebat dengan suara keras, tekun menulis, setelah tarikh itu, seperti menghilang. Stroke yang menyerangnya membuat kemampuan mengingatnya menurun drastis. Gerak badannya melemah. Dan volume suaranya meredup. Ia tak lagi berkarya.

Dengan suara yang hampir hilang dan tenaga tertatih, penulis hal-ikhwal korupsi kekuasaan dan pengajar marxisme ini membagi pengalamannya dengan dunia menulis dan buku.

1 George Junus Aditjondro lahir di Pekalongan, 27 Mei 1946. Menempuh pendidikan S2 dan S3 di Cornell University USA. S1 tidak ada!

2 George menulis sejak SR cerita-cerita. Ia juga menjadikan menulis untuk cari nafkah dengan mengirimkannya di majalah Selecta.

3 Saat di SMP George kerap ikut lomba menulis untuk bisa mendapatkan uang saku

4 Setelah masa akil baligh lewat, George mulai tertarik menulis esai. Terutama masalah sosial dan pembangunan

6 George menyoroti soal-soal infrastruktur di Ujungpandang. Karena itu ia ingin menjadi insinyur dan teknisi.

7 Dalam benak George dgn menjadi insinyur teknik sipil, ia bisa bangun jembatan, jalan yang bagus.

8 Dalam kenyataannya, hanya adik George yang menjadi teknisi (irigasi), sementara dia sendiri menjadikan dunia teknik sbg basis penelitian

9 Keinginan jadi insinyur masa akil baligh itulah melatari pilihan George mengapa tesisnya mengambil pembangunan irigasi Kedungombo, Jateng

10 Soal meneliti kekayaan pejabat, Indonesia tertinggal jauh dari Filipina. Di sana anak2 muda sudah mengorek kekayaan Marcos saat penguasa ini masih sangat kuat

11 George ingin membuktikan peneliti Indonesia tak kalah dgn negeri Asia Tenggara lainnya menelisik muasal kekayaan penguasa

12 Buku dari Filipinalah yang memandu George meneliti harta pejabat. Salah satunya Some People are Matters and Others

13 George selalu terngiang dgn semboyan Marcos bahwa ada segelintir orang yg lebih pintar dari lainnya; makanya mereka kaya raya

14 Buku George yang pertama kali menyorot korupsi penguasa adalah “Guru Kencing Berdiri Murid Kencing Berlari”

15 Buku George “Guru-Murid Kencing” itu menyoroti perbandingan dan kontinuitas kekayaan Soeharto dan Habibie

16 Pada 2006, buku George yang menyoroti korupsi diterbitkan LKiS: Korupsi Kepresidenan: Reproduksi Oligarki Berkaki Tiga: Istana, Tangsi dan Partai Penguasa

17 Di buku Korupsi Kepresidenan itu, George menyoroti pola korupsi kepresidenan dari masa Marcos hingga SBY

18 Akumulasi kekayaan penguasa itu memiliki pola yang sama: memperkaya keluarga, memperkaya partainya, membina dukungan militer

19 Itulah sebabnya tiga tahapan korupsi kepresidenan itu disebut George “oligarki berkaki tiga”

20 George juga konsens pada soal Papua dan Timor Leste. Bintang Kejora di Tengah Kegelapan Malam berisi perusahaan keluarga Soeharto bermunculan di Papua Barat

21 Buku George “Dari Memo ke Tetuala” berisi keluarga Soeharto ber”investasi” ke Timor Leste. Keluarga itu diwakili Prabowo Subianto.

22 George konsens mengikuti Papua yang dijarah sumber daya alamnya oleh sistem politik yang korup

23 “Cita-cita saya untuk Indonesia adalah negara federal yg ditempuh dgn cara damai. Sayang, cita2 saya bertentangan dengan cita-cita ABRI” George Junus Aditjondro

“Buku-buku saya titipkan ke @radiobuku. Dengan demikian apa yg saya rintis ada yg melanjutkan” ~ George Junus Aditjondro

Demikian Program Buku Pertamaku bersama George Junus Aditjondro yang dipandu Ria Panhar. Sampai jumpa.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan