-->

Tokoh Toggle

Taufiq Kiemas | Kisah Hidupnya Bersemayam di Buku “Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam”

JAKARTA — Sebagaimana dikabarkan situs daring portalpolitik.com dan detik.com 8 Juni 2013, Taufiq Kiemas meninggal dunia di RS General Hospital Singapura, dengan penyakit komplikasi jantung. Taufik Kiemas wafat 8 Juni 2013, sekira 18.00 WIB. Kesehatan ayahanda Puan Maharani ini menurun usai menghadiri peringatan Hari Pancasila pada 1 Juni 2013 di Ende, Nusa Tenggara Timur.

Cerita hidup Taufiq Kiemas bersemayam di buku “Gelora Kebangsaan Tak Kunjung Padam” yang diluncurkan saat Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat dan juga merupakan Ketua Dewan Pembina PDI Perjuangan ini merayakan ulang tahunnya yang ke-70 di Gedung Balai Kartini, Jakarta Selatan, Senin, 31 Desember 2012 silam.

Situs daring tempo.co, 31 Desember 2012, mengabarkan ulang tahun Taufiq yang ke-70 pada 2012 dibarengi dengan peluncuran buku perjalanan kariernya sejak dulu hingga menjadi ketua MPR. Sekitar 2.000 buku untuk tamu dan undangan, demikian Ketua Panitia, Trimedya Panjaitan.

Buku setebal 471 halaman itu berisi perjalanan hidup suami Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri ini sejak kecil. Sepak terjang Taufiq sebagai politikus senior semakin terlihat saat dia menduduki posisi ketua MPR.

“Saat ini dia menjadi salah satu negarawan Indonesia,” ujar Trimedya, yang juga menjadi tim editor buku biografi ini.

Salah satu tim penulis buku tersebut, Imran Hasibuan, mengatakan, selain berisi pemikiran Taufiq Kiemas, buku itu berisi testimoni 70 tokoh Indonesia. Mereka adalah tokoh politik, agama, advokat, hingga mantan-mantan Wakil Presiden RI. “Ada Jusuf Kalla, Habibie, Syafii Maarif, Marzuki Alie, Din Syamsuddin, dan lain-lain,” ujarnya.

Pemilik nama lengkap Tastavian Taufiq Kiemas ini lahir di Jakarta, 31 Desember 1942. Seperti data yang dirilis merdeka.com, Taufiq Kiemas adalah ketua MPR RI tahun 2009-2014. Taufiq juga bergelar Datuk Basa Batuah merupakan seorang keturunan Palembang-Minangkabau. Ayahnya adalah seorang guru yang pergi merantau ke Palembang. Sedangkan ibunya, Hamzathoen Roesyda, berasal dari kanagarian Sabu, Batipuah Ateh, Tanah Datar, Sumatera Barat.

Politikus Indonesia yang pernah menduduki posisi sebagai Bapak Negara RI ke-5 ini sempat menjadi anggota DPR RI selama dua periode berturut-turut dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan untuk daerah pemilihan Jawa Barat II, yaitu untuk masa bakti 1999-2004 dan 2004-2005.

Taufiq aktif berorganisasi di bawah bendera Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang didirikan istrinya, Megawati Soekarno Putri. Saat ini, politisi yang juga pernah menjabat Dewan Kehormatan Pengurus Pusat Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PP PA GMNI) ini menjabat sebagai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia ke-12 untuk masa bakti tahun 2009 hingga 2014. Jabatan ini diemban Taufiq merangkap sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPP PDI-P.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan