-->

Peristiwa Toggle

Pencetakan Buku Panduan Kurikulum 2013 Diserahkan ke Daerah

JEPARA — Pemerintah hanya akan mencetak buku pelajaran pegangan guru dan siswa untuk Kurikulum 2013 pada tahun ini.

Sebagaimana diwartakan Kompas, 10 Juni 2013, mulai tahun 2014, pencetakan buku pelajaran pegangan guru dan siswa diserahkan ke daerah. Meski demikian, isi buku pelajaran tetap ditangani pemerintah.”Tahun ini belum memungkinkan diserahkan ke daerah,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mohammad Nuh seusai sosialisasi Kurikulum 2013 di Pondok Pesantren Salafiyyah Putra-Putri Roudlotul Mubtadiin, Balembang, Kabupaten Jepara, Sabtu (8/6) malam.

”Kalau nanti ada penerbit yang mau menerbitkan buku itu, silakan. Proses penggandaan buku dilepas ke mekanisme pasar. Nanti dipatok harga eceran tertingginya,” kata Nuh.

Dari konsep pemerintah, buku wajib atau buku pegangan akan lebih sederhana daripada buku sekolah elektronik (BSE) karena sudah ditentukan satu buku wajib saja yang kualitasnya dikendalikan pusat.
Pada intinya, kata Nuh, murid atau orangtua tidak boleh menanggung beban biaya buku. Untuk memastikan keringanan biaya buku, saat ini Kemdikbud tengah membicarakan kemungkinan menaikkan jumlah bantuan operasional sekolah (BOS) bersama Badan Perencanaan Pembangunan Nasional dan Kementerian Keuangan.

”Yang jelas, anggaran penggandaan dan pengadaan buku ini sudah tidak di Kemdikbud lagi. Supaya kementerian tidak dituduh cari-cari proyek,” kata Nuh.

Untuk kebutuhan buku, khusus untuk SD, misalnya, diperkirakan mencapai Rp 120.000 untuk semua buku atau delapan tema dalam satu tahun. Biaya satu buku atau satu tema diperkirakan Rp 15.000.

Sebelumnya, Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan Kemdikbud Ramon Mohandas mengatakan, buku teks pelajaran SD Kurikulum 2013 akan berlaku untuk sekali pakai sehingga pencetakan buku akan dilakukan setiap tahun. Buku wajib bagi murid dan guru akan dibagikan gratis sebanyak jumlah murid dan guru sasaran Kurikulum 2013.Untuk SD kelas I, lanjut Ramon, disiapkan 10 buku untuk dua semester. Begitupun di SMP ada 10 buku, sedangkan di SMA ada 9 buku pelajaran.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan