-->

Peristiwa Toggle

Indar Atmanto Luncurkan Buku tentang Internet

JAKARTA — Selasa malam, 11 Juni 2013, menjadi malam yang sangat disyukuri Indar Atmanto. “Malam ini adalah peluncuran buku Kerikil Tajam Telekomunikasi Broadband Indonesia: Mimpi Mewujudkan Masyarakat Cerdas Berbasis Digital,” kata pria berkacamata ini, yang ditemui di sela-sela acara peluncuran bukunya di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Malam itu, sebagaimana diwartakan situs daring tempo.co 12 Juni 2013, Indar memang mensyukuri peluncuran buku yang diharapkan akan memberikan wacana, wawasan, dan ilmu pengetahuan tentang seluk-beluk Internet. Maklumlah, sebelumnya Indar tertimpa kasus dugaan korupsi dalam kontrak kerja sama penyelenggaraan Internet 3G yang melibatkan PT Indosat Tbk dan anak perusahaannya, PT Indosat Multi Media (IM2), di mana Indar merupakan Direktur Utama IM2.

Dalam pengadilan jaksa penuntut umum, Indar dianggap sah dan meyakinkan merupakan penanggung jawab penyalahgunaan frekuensi yang berakibat memperkaya Indosat dan IM2 sejak 2006. Indar bersama Direktur Utama Indosat Johnny Swandi Sjam dan Wakil Direktur Utama Kaizad B. Herjee dengan sadar membuat perjanjian pada 24 November 2006, yang seolah-olah merupakan perjanjian penggunaan jaringan bersama. Namun prakteknya merupakan pemberian akses bagi IM2 untuk menggunakan frekuensi 3G Indosat untuk dimanfaatkan pelanggan IM2 mengirimkan data dari satu pelanggan ke pelanggan lainnya.

“Kehadiran buku ini akan membuka wawasan tentang dunia dan penggunaan Internet di Indonesia,” ujarnya. Indar mengatakan bahwa buku ini berisi tentang penjelasan mengenai Internet dan telekomunikasi. Sebab, masih ada perbedaan pemahaman terkait dengan perkembangan teknologi telekomunikasi.

Menurut dia, “Buku ini memberikan pencerahan dalam penggunaan Internet. Saya tak ingin menyaksikan anak bangsa lainnya harus terseret kasus seperti yang saya alami karena kesalahan dalam memahami aturan telekomunikasi di Indonesia,” ujarnya serius.

Indar–yang dituntut hukuman penjara oleh jaksa penuntut umum (JPU) selama 10 tahun dan denda Rp 500 juta–mengatakan bahwa ada kesalahan penentuan dalam subyek hukum. Namun, hal itu merupakan kenyataan yang harus dihadapinya.

“Pada hari Jumat, saya akan membacakan nota pembelaan saya di persidangan di pengadilan tipikor,” katanya.

Dia mengatakan bahwa buku itu bisa menjadi buku putih dari cita-cita awal mewujudkan masyarakat cerdas berbasis digital. Dia menambahkan, bila majelis hakim memvonisnya bersalah, sebanyak 280 perusahaan jasa Internet akan terkena dampaknya, bahkan akan terjadi roaming internasional yang menyulitkan pengguna provider.

Kasus tersebut mencuat karena aparat penegak hukum kurang paham mengenai aturan telekomunikasi. Bahkan, dirinya menilai tuntutan JPU salah.

Adapun Samuel A. Pangerapan, Ketua Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), mengatakan, kasus dugaan korupsi Indar Atmanto dalam hal kontrak kerja sama penyelenggaraan Internet 3G, yang melibatkan PT Indosat Tbk dan anak perusahaannya, PT Indosat Multi Media (IM2), akan berdampak terhadap penyebaran Internet di Indonesia.

“Kalau kasus ini benar-benar menyalahkan provider (Isat-IM2), akan habis Internet di Indonesia. Padahal, penyebaran Internet di Indonesia mampu mencerdaskan kehidupan bangsa,” kata Samuel serius.

Menurut dia, masalah kasus ini tidak bisa didiamkan sehingga harus ada perlawanan hukum terhadap Kejaksaan Agung. Penyebaran Internet akan tertunda dengan adanya kasus tersebut.

Samuel mengatakan hampir seluruh Internet Service Provider (ISP) atau jasa akses Internet yang ada di Indonesia juga melakukan kerja sama yang sama dengan Indosat dan IM2. Oleh karena itu, kasus ini memerlukan penjelasan dari para ahli agar dapat selesai dengan sebaik-baiknya. “Perlu perlawanan dalam penyelamatan Internet karena dapat memberikan dampak yang sangat luas,” kata dia serius.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan