-->

Tokoh Toggle

Abdul Kohar Ibrahim | Sastrawan Lekra Wafat di Brussel | Obituari

BRUSSEL — Dunia sastra Indonesia berduka. Indonesia kehilangan pengarang dan saksi sejarah paling kelam di Indonesia. Abdul Kohar Ibrahim wafat di Brussel, Belgia, pada 4 Juni 2013.

Menurut istri Abdul Kohar Ibrahim, Lisya Anggraini, Abdul Kohar Ibrahim berpulang pada Selasa 4 Juni di Rumah Sakit Saint Jeant Brussel. Tiga hari kemudian, 7 Juni 2013, AKI atau ABE, demikian Abdul Kohar Ibrahim disapa di sosial media, dimakamkan.

“Ini keputusan berat, karena beliau berwasiat jika berpulang dimakamkan di Indonesia,” begitu tulis Lisya Anggraini via Facebook saat dikonfirmasi jurnalis Radio Buku, Fairuzul Mumtaz.

“Namun karena terbentur prosedur keiimgrasian dan membutuhkan waktu yang lama untuk bisa sampai di tanah air, saya memilih dimakamkan di Brussel. Ini keputusan berat. Insyaallah untuk melapangkan kubur beliau, kami harus segera dimakamkan. Kami yakini, kami imani, kami akan dipertemukan kembali,” lanjutnya. “Mohon maaf segala salah dan khilaf suami dan bapak kami terkasih.”

Sebagai pengarang Eksil, AKI termasuk segelintir sastrawan Lekra yang “gentayangan” di Eropa yang produktif menyiarkan karya-karyanya melalui sosial media. Lahir di Jakarta, 16 Juni 1942, ia menjadi eksil sejak tahun 1965 ketika menghadiri perayaan ulang tahun ke 16 berdirinya Republik Rakyat Tiongkok.

Karya-karya Abdul Kohar Ibrahim, seperti puisi, cerpen, dan esai, sebelum Gestok 1965 meletus tersebar di pelbagai media seperti HR Minggu dan Lembar “Lentera” Bintang Timur. Ia juga tercatat sebagai redaktur majalah budaya yang diterbitkan Lekra, Zaman Baru, pada 1964.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan