-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Komunitas – Yayasan Janur (Faris Rusydi A & Ratnawati Putri Utama) | Togyakarta

Yayasan Janur adalah komunitas yang bergerak dalam pelestarian budaya. Tujuannya adalah agar budaya negeri sendiri, Indonesia, tetap terjaga kelestariannya dan tidak tergeser oleh budaya kiriman dari luar. Dikelola oleh para pemuda yang masih bersemangat, mereka sengaja menyasar lingkup anak muda juga sebagai titik utama yang membawa perubahan bagi generasi selanjutnya.
Berawal dari satu kegiatan organisasi kampuslah komunitas ini terbentuk. Kegiatannya meliputi diskusi buku, karya tulis, ataupun film dan juga riset tentang kebudayaan itu sendiri. Mereka baru saja mengadakan seminar di mana hasil riset budaya yang mereka lakukan selama ini telah didokumentasikan ke dalam bentuk film dan juga buku. Berikut ini adalah perbincangan singkat kami dengan @rumahjanur bersama Faris Rusyidi Aliyverdana @cak_faris selaku ketua komunitas dan juga Ratnasari Putri Utami @ratna_PU di bagian hubungan masyarakat.

1. @cak_faris adalah ketua yayasan dan mbak @ratna_PU selaku humas termasuk pionir @rumahjanur yang berawal dari kumpul bersama

2. gerakan @rumahjanur yang baru diresmikan awal tahun ini berbasis kerja anak muda bukan lagi generasi tua dalam melestarikan budaya

3. pertimbangan @rumahjanur karena anak muda adalah penghubung ke generasi berikutnya, kalau generasi tua terus lantas siapa penerusnya?

4. kampanye utama @rumahjanur adalah kampanye pelestarian budaya,sesuai visi misi mereka dalam Jaringan Budaya Nusantara atau JANUR

5. keanggotan sudah ada sepuluh orang dan semuanya anak muda, generasi tua biasanya dijadikan sebagai pembina @rumahjanur

6. sistem perekrutan dipilih close reqruitment karena memang bukan tujuan dari @rumahjanur untuk jadi LSM tapi sebuah jaringan

7. @rumhajanur baru saja membuat seminar tanggal 22 mei tentang Pemuda&Kebangkitan nasional,di dalamnya ada deklarasi anak muda

8. selain seminar ada diskusi buku dan film,karena anggota @rumahjanur juga aktif dalam produksi film, & keduanya adalah media anak muda

9. @rumahjanur juga melakukan diskusi karya tulis seperti skripsi yang diambil dari universitas dan berlangsung secara rutin

10. salah satu diskusi @rumahjanur adalah keris, bukan tentang filosofi & mistis tapi lebih ke kehidupan di sekitar keris itu sendiri

11. ada kisah dirangkai @rumahjanur tentang perajin keris di Sumenep.Dari keris ia berjuang untuk cinta, pendidikan, dan kehidupannya

12. diskusi tentang keris dan budaya di sekitarnya itu yang lantas dipepatkan dalam buku Spirit of Iron dan film yang rilis saat seminar

13. dukungan dana didapat dari kerjasama dengan beberapa departemen di antaranya Mendikbud untuk pengelolaan riset

14. @rumahjanur mencoba memberi perspektif baru pada anak muda bahwa peduli budaya tidak mesti benar-benar nyemplung

15. melestarikan budaya bisa juga dengan memberitahukan pada publik bahwa budaya ini masih ada dan mengenalkannya pada generasi lanjut

16. @rumhajanur menghadapi tantangan serupa komitmen anggota pada dedikasi ke komunitas dan tujuan utama

17. tentu saja sudah lumrah saat semua anggota menjadi sibuk dan lama pergi dari komunitas, begitu juga di @rumahjanur

18. tapi sejauh anggota itu pergi, komitmen yang sama pada keinginan melestarikan budaya jadi solusi untuk kembali ke @rumahjanur lagi

19. berawal dari kegiatan di organisasi mahasiswa tahun 2008 membuat ikatan anggota @rumahjanut tetap konsisten untuk bersama

20. harapan @rumahjanur tentu saja pada anak muda agar dapat menjadi garda terdepan dalam melestarikan budaya dalam bentuk apapun

21. semoga @rumahjanur dapat membuat anak muda lebih peka terhadap budayanya, karena dengan kenal budaya dia tidak kehilangan identitas

22. kenapa harus buku dan film? @rumahjanur melihat buku dan film adalah media yang sudah sangat dekat dengan anak muda kekinian

23. monggo Booklovers mention @rumahjanur atau www.rumahjanur.org dan 087891737471 ke mbak Ratna untuk jadi bagian dari mereka

Demikian obrolan program #Komunitas bersama Yayasan Janur @rumahjanur. Saya, Wipti Eta @wiptieta, melaporkan. Sampai jumpa di program kami selanjutnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan