-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Komunitas – Pondok Maos Cendani (Ayyu M Fikriyah) | Kediri

TBM Pondok Maos Cendani adalah salah satu taman bacaan di kediri yang dirikan atas inisiasi individu pencinta buku bernama Muntamah Sekar Cendani. Mbak Mun sehari-hari bekerja di Hong Kong. Dari hasil pekerjaannya disisihkannya untuk beli buku. Bukan untuk perpustakaan pribadi, melainkan sumbangannya untuk kampungnya, Dusun Cendono, Kecamatan Kandat, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.

Bermula dari ide sederhana dengan memperkuat jaringan sesama pencinta literasi, TBM Pondok Maos tak lagi terisolasi dalam kampung “yang tak terjamah” peta literasi Indonesia. Selain Reading Group buku Pramoedya Ananta Toer, “Calon Arang”, apalagi program-program TBM ini? Ayyu M Fikriyyah, @lebahpatra, salah satu pengelolanya, menceritakan dari A hingga M TBM Pondok Maos ini.

1 TBM Pondok Maos Cendani (PMC), Kandat, Kab Kediri, Jawa Timur, digagas Muntamah Sekar Cendani, pekerja migran di Hong Kong | @lebahpatra

2 PMC dibuka November 2011. Namun Mbak Mun tidak di Kediri, tapi di Hong Kong. Mandat PMC diserahkan pd saudaranya di Kandat | @lebahpatra

3 Via Facebook, mandat PMC di Kandat diserahkan pada @lebahpatra oleh Mbak Mun pada purnama awal 2012

4 Ada 2000 koleksi buku di PMC Kediri. Paling banyak buku anak-anak. Maklum, depan-samping PMC adalah sekolah | @lebahpatra

5 Tugas pembelian buku ditangani langsung Mbak Mun dari Hong Kong. @lebahpatra bertugas administrasi dan pengambil paketan

6 Awalnya anak-anak yg memadati PMC. Namun berangsur mulai ada orangtua yg rikues buku masakan dan pertanian | @lebahpatra

7 Belum ada sistem keanggotaan di PMC. Terbuka saja utk warga desa. Toh dikenal semua juga | @lebahpatra

8 PMC punya program #SastraPasar. Anak2 Desa Cendono naik sepeda ke pasar. Observasi. Nulis apa saja mereka lihat. Tulisan itu dibukukan | @lebahpatra

9 PMC Kediri belajar proses kreatif pd taman baca yg lain, seperti Pondok Maos Guyub di Kendal yg dibuat @sigitkavka | @lebahpatra

10 PMC istiqamah menggelar Festival Dolanan. Tiga bulan sekali supaya tak bosan | @lebahpatra

11 PMC Kediri rutin selenggarakan ReadingGroup. Membaca bersama novel “Calon Arang” Pramoedya Ananta Toer | @lebahpatra

12 Mengapa “Calon Arang”? Blusukan Komunitas #Pasak Kediri menemukan bahwa situs Calon Arang ada di Kediri. Pas dengan novel Pram | @lebahpatra

13 Bersama lima peserta readinggroup, PMC sudah selenggarakan dua kali. Baru halaman2 awal Calon Arang. Lagi mandek | @lebahpatra

14 Jika berjumpa dengan aksara kuno, PMC memanggil mahasiswa sejarah di Kediri yg paham aksara pallawa | @lebahpatra

15 Tantangan terberat PMC ada pd pengelola yang tak terlalu gandrung pada buku. Buku kembali, ditaruh sembarangan, ya sudah | @lebahpatra

16 Untuk pendanaan hampir sepenuhnya dari Mbak Mun di Hong Kong. Hampir dipastikan Mbak Mun tiap bulan belanja utk kebutuhan PMC | @lebahpatra

17 Mbak Muntamah adalah prototype pekerja migran di Hong Kong yg sadar betapa pentingnya dunia literasi di kampung halaman | @lebahpatra

18 Harapan Mbak Mun: dengan adanya taman baca di desa, anak2/remaja mendapat wawasan dan harapan baru. Tidak nikah terlalu muda | @lebahpatra

19 Bagi @lebahpatra, mengelola taman baca di desa kita diberi tanggung jawab utk lebih telaten dan teliti | @lebahpatra

20 Tantangan yang lain PMC, banyak buku tak kembali karna pencatatan kurang teliti. Mis, hanya nulis nama panggilan dan nama kampung Cendono. Pdahal kampung ini luas | @lebahpatra

21 Buku berpengaruh bagi @lebahpatra: Calon Arang (Pram), Ibunda (Maxim Gorki). Bacaan Ayyu masih peralihan dari teenlit ke buku2 serius.

22 Jika booklovers berkunjung ke Pondok Maos Cendani PMC Kediri, silakan mention @lebahpatra atau kontak via FB Ayyu M Fikriyah.

23 Jika sudah di stasiun Kediri atau terminal bisa dijemput! SMS dulu ke 085735004407 @lebahpatra

Booklovers, demikian Program Komunitas bersama pengurus Pondok Maos Cendani Kediri, Ayyu M Fikriyah. Saya, Fairuzul Mumtaz, melaporkan. Salam!

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan