-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Katalog Seni – Koskow | Yogyakarta

Bernama lengkap FX Widyatmoko. Nama Koskow berasal dari panggilan iseng penghilang stress saat kerja sebagai desainer di pabrik C59 T-Shirt Bandung. Ia TK dan SD di satu yayasan di Semarang. Melanjutkan SMP di Dominio Savio, SMA di Loyola, Semarang. Melanjutkan kuliah di ITB Bandung jurusan DKV SI selama 1 tahun. Setelah itu, ia kembali ke Semarang. Setahun kemudian melanjutkan S2 di Bandung. Tahun terakhir S2 disambi mengajar di sekolah tinggi desain Indonesia. Tahun 2004 pindah ke Jawa Timur karena tidak cocok dengan Bandung. Mengajar di Institut Teknologi Surabaya (ITS) sebagai dosen tidak tetap selama 1 tahun. Lalu, mencoba melamar jadi dosen di ITS dan ISI, ia memilih masuk Institut Seni Indonesia (ISI), sejak tahun 2005 sampai sekarang jadi dosen di ISI.

Di Program “Katalog Seni”, ia bercerita bagaimana ia mengenal ilustrasi, menjadi dosen, dan mengenal buku-buku sastra. Juga bercerita tentang tipografi dan bukunya: Teman Merawat Percakapan.

Buku-buku yang berpengaruh baginya juga ia beberkan di program ini. Buku pertama adalah Buku Jazz, Parfum dan Insiden karya Seno Gumira Ajidarma. Ia suka cerita, kover & tulisan belakangnya: ini bukan fiksi tapi roman. Buku kedua yang berpengaruh baginya adalah Arsitektur yang Lain karya Avianti Armand dan yang ketiga buku Kota-kota Imajiner.

1 Namanya FX Widyatmoko, dipanggil #Koskow. TK-SMA ia di #Semarang. lalu, melanjutkan kuliah di ITB #Bandung jurusan DKV, SI.

2 Setahun lulus, #Koskow kembali ke #Semarang. Setahun lanjutkan lagi S2 di Bandung. Tahun terakhir S2, ia mengajar di sekolah tinggi desain Indonesia

3 Karena tidak cocok dengan Bandung, #Koskow ke #JawaTimur. Mengajar di ITS #Surabaya sebagai dosen tidak tetap selama 1 tahun

4 #Koskow coba melamar jadi dosen di ITS dan ISI, diterima. Ia milih masuk ISI. Jadi, sejak tahun 2005 sampai sekarang ia jadi dosen di ISI

5 #Koskow tertarik jadi dosen karena pada tahun 1997-1998 dapati tak semua dosen tak setuju dg demo. Dosen punya sikap2 politik sendiri

6 Alasan #Koskow yang kedua mungkin karena bapaknya dosen. Alasan ketiga karena belajar dari wali kelas waktu SD, pak Jono.

7 Saat hri prakarya SD #Koskow bawa kotak pepsodent&bungkus rol film. Kata pak Jono, bisa jadikan keretan sumur. Jadi, ia sering nulis sumur

8 Pola pendidikan tak bisa 1 guru ngomong pd banyak orang diwaktu sama. Karena tiap orang beda. #Koskow belajar banyak dari pak Jono.

9 Nama bapak Maryanto. #Koskow belajar dari buku2 bapaknya yg ada ilustrasinya. Perjumpaan dg ilustrasi lewat buku2 luar yg dibawa bapak

10 Waktu kuliah S1 #Koskow maen dengan jurusan lain selain seni rupa. Ia justru kenal buku budaya & belajar ilmu sosial dari anak2 teknik

11 #Koskow bayangkan, kalo ia bikin buku yg baca adalah penerbit dan pers mahasiswa. Sebab kalo nulis seni rupa utk anak seni rupa utk apa?

12 Mungkin krn suka sastra terutama puisi, #Koskow jarang gmbr manusia. Bisa hidupkan sesuatu yg tak hidup. Itu sebab ia suka gambar objek.

13 #Koskow kenal puisi dari 2 kumpulan puisi yang dibeli, F Rahardi dan Rendra. Dalam perjalanan ketemu dg anak teknik, diperkenalkan satu2

14 Tesis S2 #Koskow tentang sampul buku #Jogja, ia mendatangi Pustaka Pelajar, Bentang dan @LKiSPublisher. Wawancara dengan ketiganya

15 Mas Fikri Lkis bilang #Jogja itu menerbitkan, karena saat itu hampir tiap gang ada penerbitan. Kalau di #Bandung adanya distro

16 “Yang menarik dari membaca adalah kita bisa tahu pola pikir yang menulis. Saya temukan di Budi Darma” kata #Koskow

17 #Koskow temukan Budi Darma punya satu tesis dlm membuat sastra: Dunia sastra itu dunia jungkir balik. Maka ceritanya jungkir balik semua

18 Kalo orang blg bahasa penting, mrk msh ditradisi lisan. Kalo org visual dlm wujud material, slh satunya aksara/huruf, ilmunya tipografi

19 Bagi #Koskow tipografi menarik bukan karena hurufnya, tapi bagaimana huruf itu ditempatkan.

20 Kita hrs bangun pengetahuan sendiri. Lalu #Koskow coba bljr huruf dg lupakan ilmu tipografi yg didapat. Coba cari pengetahuan sendiri

21 Ada tesis “Buat saya sastra adalah dunia jungkir balik”, kita juga bisa “Buat saya tipografi adalah seperti ini”. Itu harus dikembangkan.

22 “Kalo ketemu caramu sendiri belajar, berkreasi dengan tipografi bisa bebas membuat/memperlakukan huruf dg cara sendiri”, kata #Koskow

23 Buku “Teman Merawat Percakapan” bukti #Koskow suka sastra. Kebudayaan adlh katakerja, bukan benda. Maka, ia pakai katakerja: merawat.

Demikian #23Tweets obrolan #KatalogSeni bersama #Koskow. Saya, Chusna Rizqati @NonaNanaNdut, melaporkan. Sampai jumpa pd kisah yg lain

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan