-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Krisna Pabichara | Bogor

Krisna Pabichara sejak usia 8 tahun ingin memutus rantai “mitos”  di kampungnya. Bahwa orang terkemuka hanya golongan pegawai negeri dan tentara. Ia ingin menulis di kampungnya. Impi-impi “menjadi” penulis itu dipundaki Krisna Pabhicara. Dari Jeneponto Sulawesi Selatan hingga Bogor Jawa Barat. Impian jadi penulis hampir menjadi “kutukan” bagi Krisna. Tapi ia tak putu asa di tengah rundungan kemelaratan tak bertara.

Untuk bertahan hidup dan menunggu datangnya “keajaiban” Krisna menulis puisi, cerita pendek, menjaga rental komputer, mengasong naskah dari satu penerbit ke penerbit: Bandung, Jakarta, Yogyakarta. Agar keluarga kecilnya tak mati kelaparan, ia jual satu per satu perhiasan istrinya. Bahkan buku diari dan novel “Bumi Manusia” yang pernah mengantarkannya ke bui dua hari pada 1995 turut dijualnya.

Di Program “Buku Pertamaku”, Krisna juga bertutur buku-buku yang mempengaruhi hidupnya. Antara lain: buku-buku yang mempengaruhi Krisna Pabichara adalah “Khotbah di Atas bukit” (Kuntowijoyo), “Labirin Impian” (Jose Luis Borges), “Tetralogi Bumi Manusia” (Pramoedya Ananta Toer), “Seratus Tahun Kesunyian” (Gabriel Garcia Marquez), “Aku Buku dan Sepotong Sajak Cinta” (Muhidin M Dahlan). Juga terdapat lima penulis cerpen yang mempengaruhi jalan kepenulisannya: Puthut EA, AS Laksana, Yanusa Nugroho, Avianti Armand, dan Linda Christanti. Adapun nama penyair yang karya-larya berpengaruh dalam hidup Krisna adalah: WS Rendra, Ram Prapanca, Agam Wispi, M Aan Mansyur, dan Jalaluddin Rumi.

1 Org pertama tanamkan kecintaan @1bichara pd buku adalah sang kakek: Punda Daeng Manrawa, penulis lontara di Binamum Jeneponto, Sulsel.

2 Tiap usai magrib, kenang @1bichara, sang kakek mendendangkan kisah2 dari sastra lisan bugis.

3 @1bichara punya tradisi menulis diari dari ayahnya. Si ayah pula yg selalu membeli buku buat anak2nya di kampung yg miskinnya berjamaah

4 Hingga saat ini @1bichara masih memiliki 12 buku diari sejak masa kanak-kanak. Termasuk satu yg dilegonya karna deraan kemelaratan

5 Guru bahasa Indonesia, Nursa Opa Husein, adalah orang yg pertama kali “mencium” bakat menulis @1bichara

6 Kata Bu Guru Nursa: “Kamu berbakat jadi penulis. Dari tulisanmu ketahuan kerbau mana yg belang dan mana yang tidak” @1bichara

7 Nama asli Krisna Pabichara adalah Sahabudin Novialdi al-Makassari Daeng Marewa. Bagaimana bisa berubah? @1bichara

8 Nama “Sahabudin…” dipakai hingga kelas 6 SD. Saat guru kelas meminta mengisi biodata baru, @1bichara mengubah nama yg kearab2an itu.

9 “Krisna” adalah nama tokoh wayang yg sangat disukai ayahanda @1bhicara. Sementara “pabhicara” adalah juru bicara, diplomat.

10 Saat SD @1bichara terpilih sebagai siswa teladan mewakili Sulsel. Berjabattanganlah dia dgn Pak Harto di Istana Merdeka #Jakarta

12 @1bichara tak mau jadi tentara. Ia ingin jadi penulis. Karna itu ia tak sekolah di SMA, melainkan sekolah karawitan SMKI, jurusan teater.

13 Sbg siswa berprestasi, @1bichara dpt “ikatan dinas” di bank yg disebutnya masa paling kelam dlm sejarah kreatifnya.

14 Th 1997 @1bichara hijrah ke #Jakarta. Cita2 ingin belajar nulis di TIM. Sekaligus lupakan gadis tercinta yg gagal dilamar karna beda kasta

15 @1bichara pilih tinggal di #Bogor karna cerita beredar di kota inilah Iwan Simatupang menulis “Ziarah” & “Merahnya Merah”. Terutama Hotel Salak

16 Di atas kapal, tas @1bichara diembat maling. Dari Priok hingga TIM Cikini dilalui Krisna dgn jalan kaki. Alamat paman di Bogor turut hilang.

17 @1bichara memilih tujuan pertama adalah TIM karna berharap ketemu Cak Nun, Rendra, dan GusMus Ternyata itu hanya fatamorgana. Di TIM Krisna kayak gembel.

18 Utk bertahan hidup, @1bichara pernah jadi sekdes di pemerintahan desa Pangkaljaya, Nanggung, Bogor. Ia sejatinya manfaatkan mesin tik utk nulis puisi

19 Puisilah yang mencarikan @1bichara seorang istri. Kumpulan puisi “Di Matamu Tak Ada Luka” (draft) menjadi mahar kawin Krisna pd 2004

20 Periode 2007-2008 adalah warsa paling perih di keluarga @1bichara. Hidup dgn 10 ribu satu bulan. Makan mi instan dan nasi.

21 @1bichara ikut kelas menulis gratis di FIB UI. Kelasnya gratis, ongkos dari Parung-Depok gak. Krisna pun jual buku diarinya. Dibeli orang Jambi.

22 Buku berharga @1bichara “Bumi Manusia” yg ditandatangani PAT juga akhirnya dijual utk hadapi hidup melarat sbg “penulis”.

23 @1bichara punya tabungan cerpen di koran Republika. Hitung2 honor dapat sejuta. Namun koran ini selalu menunda kirim honor. Bahkan didatangi sekalipun.

Demikian #23Tweets obrolan #BukuPertamaku bersama @1bichara. Sampai jumpa pada kisah yang lain.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan