-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Ariel Serapino | Bandung

Ariel Serapino pertama kali memperkenalkan karyanya pertama kali dengan buku kumpulan cerita pendek bertajuk Ruang. Pria kelahiran Jakarta ini ternyata sudah sangat menyukai dunia literasi. Untuk menunjukkan kecintaannya terhadap dunia sastra pria yang berdomisili di Bandung ini rela meninggalkan pekerjaannya dan memutuskan untuk menulis. Penasaran dengan sosoknya? Simak obrolannya dalam #23Tweets.

1. Ariel Serapino saat ini sedang sibuk dengan menulis dua naskah dan blog pribadinya.

2. Cita-citanya untuk menjadi penulis ternyata sudah terpendam cukup lama.

3. Selain menulis ternyata dia disibukkan sebagai freelance dan mencari order digital printing.

4. Walaupun teman-temannya ragu mengenai mimpinya sebagai penulis, tetapi ayahnya selalu memberinya semangat. Asalkan serius.

5. Semenjak dahulu dia sudah memulai untuk menulis, tapi dirasakan masih setengah-setengah. Dan sekarang ingin membuat yang besar, seperti buku

6. Buku pertama yang diperkenalkannya kepada pembaca adalah buku kumpulan cerita pendek berjudul ruang.

7. Ketertarikannya terhadap dunia literasi seakan tercurahkan ketika berjumpa dengan indie book corner di Jogjakarta.

8. Kumpulan cerita pendek dalam Buku Ruang banyak bercerita tentang pengalaman pribadi dan perenungan diri.

9. Sedang disibukkan dengan dua naskah. Pertama di Akademi Bercerita Bentang dan kedua di Plot Point, Jakarta.

10. Setahun ini harus bisa menulis dan menyelesaikan naskah, perkara kalau nanti gagal dipikir nanti saja.

11. Buku pertama yang dibaca saat Sekolah Dasar adalah buku seri tokoh-tokoh dunia dan komik.

12. Kahlil Gibran adalah penulis pertama yang dikenalnya saat SMP, dan ini cukup mengagetkan orang tuanya.

13. Setelah itu dia berkenalan tanpa sengaja dengan karya Seno Gumira Ajidarma.

14. Karena terlalu sering membaca buku karya Seno Gumira Ajidarma, Ariel mulai menulis cerita pendek.

15. Puisi karya Sapardi Djoko Damono mengenalkannya kepada dunia puisi. Hingga akhirnya dia memulai membuat puisi.

16. Siapa yang menyangka Ariel mampu membeku ketika membaca Buku KPBJ (Ksatria Puteri dan Bintang Jatuh) karya Dewi Lestari.

17. Dia membaca serius karya Dewi Lestari saat kuliah, namun perkenalannya sudah dimulai semenjak SMP.

18. Karna Dewi Lestari pula Ariel mulai memberanikan diri untuk menulis karya panjang, seperti novel.

19. Lalu ada karya Chuck Palahniuk, Fight Club yang ternyata mampu memberikan kesan mendalam dalam menulis dan dirinya.

20. Novel yang sedang dikerjakan bersama Akademi Bercerita mencoba mengkisahkan cerita romance dewasa dengan mengangkat feminisme.

21. Sedangkan dalam kumpulan Cerpen bertajuk Ruang merupakan apresiasinya kepada kawan-kawan semasa kuliahnya.

22. Menulis sepertinya sudah menjadi candu yang tak dapat terpisahkan. Kesenangan Ariel adalah bercerita dengan versinya sendiri.

23. Dunia menulis di Indonesia sudah sangat maju, dan bila memiliki kemauan dan usaha yang serius pasti bisa menjadi penulis.

Demikian #23Tweets bersama Ariel Serapino. Sampai jumpa pada program yang lain dengan narasumber yang lain pula.

 

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan