-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Angkringan Buku – 4 Karya Rama Prabu | Bandung

Penyair kelahiran Ciamis, Jawa Barat, Rama Prabu pada rentang 2011-2013 melahirkan 4 karya puisi. Yaitu: (1) Mata Rama: 151 Rubaiyat Rama Prabu (2011), (2) Ramayana: 151 Jalan Cinta (2011), (3) Namaskara: 365 Puisi Rama Prabu (2012), dan (4) Fikrah Firdausi: 99 Puisi Rama Prabu (2013). Keempat buku puisi itu secara berurutan dibahas Rama Prabu. Tidak hanya isinya, namun juga proses penciptaannya.

1 Sampai tahun 2013, @lordramaprabu sudah menuliskan 4 buku puisi. Dan ini tidak termasuk dengan antologi.

2 Buku pertama, Mata Rama 151 Rubaiyat. Mengapa Rubaiyat? Karena puisi Persia berlarik 2 ini tidak banyak yg menekuni di Indonesia

3 Puisi rubaiyat terdiri atas dua larik, masing-masing dibagi menjadi dua paro atau dua larik, sehingga keseluruhannya 4 larik.

4 Umar Kayam dan Jalaludin Rumi adalah beberapa orang yang memperkenalkan puisi rubaiyat.

5 Dalam puisi rubaiyat, biasanya tidak pernah menggunakan judul laiknya puisi. 2 atau 3 kata terakhir dari baitlah yang akan mewakili

6 Buku kedua, Ramayana 151 Jalan Cinta. Kenapa Ramayana? Karena Ramayana artinya jalan Rama mencari Sinta

7 Pada pembukaan buku kedua yang diterbitkan 2011, @lordramaprabu mencoba menafsirkan kisah Ramayana menjadi puisi

8 Keistimewaan buku kedua ini adalah penggunaan bahasa-bahasa arakais (kuno) yang dipilih sebagai media penyampaian oleh @lordramaprabu

9 Penggunaan bahasa arkais sudah mulai ditinggalkan dalam percakapan ataupun tulisan. Dan ini secara perlahan akan membunuh bahasa

10 Buku ketiga, Namaskara, dan buku ini merupakan buku babon dalam proses kreatif dari @lordramaprabu

11 Namaskara terdiri atas 365 puisi. Saran dari @lordramaprabu, kita dapat membacanya secara berkala, satu puisi untuk satu hari

12 @lordramaprabu memerlukan dua tahun untuk menyelesaikan Namaskara. Proses penggarapan ini dimulai semenjak tahun 2010.

13 Menurut @lordramaprabu, kata itu tidak hanya diam dan membeku, melainkan hidup dan berinteraksi satu dengan lainnya

14 Apa Kabar Tuan Syahbandar merupakan puisi yang terinspirasi setelah membaca Arus Balik karya Pramoedya Ananta Toer

15 Buku terakhir, Fikrah Firdaus 99 Puisi karya @lordramaprabu. Fikrah Firdaus memiliki arti ideologi surga.

16 Kata-kata itu datang tidak dengan sendirinya, melainkan sudah disiapkan dan akan dipegang oleh seorang penyair atau penulis.

17 Dalam buku keempat @lordramaprabu cukup memilih puisi yang akan dirumahkan menjadi satu. Sehingga jumlah puisinya terbilang sedikit

18 Bobot buku keempat ini menurut @lordramaprabu lebih berat dibandingkan tiga buku sebelumnya. Dan ada 4 essai di dalamnya

19 @lordramaprabu melakukan interteks dengan beberapa penulis, baik yang sudah dikenal, sudah tiada atau dengan penulis lainnya.

20 Interteks merupakan kajian yang seharusnya dibaca secara runtut. Salah satu puisi interteks adalah Pagi di Lembah Bulan.

21 Kata itu tidak hadir dengan sendirinya. Seperti puisi Asmara di Bibir Laut adalah buah perbincangan dengan admin @radiobuku

22 Menurut @lordramaprabu, komunitas sastra seharusnya menjadi tempat mengelola bibit baru, bukan hanya sekedar ajang kumpul kangen.

23 Buku-buku karya @lordramaprabu tidak banyak beredar di toko-toko buku, namun semua bisa dibaca di perpus @radiobuku.

Demikian Angkringan Buku bersama @lordramaprabu. Saya Achmad Fikri Faqih, @faqihhaq, melaporkan. Sampai jumpa!

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan