-->

Agenda & Donasi Toggle

2-4 Juli | Pementasan 25 Romansa Sastra FKY dan Kabar Arsip Sastra Jogja | Yogyakarta

Divisi Sastra FKY 25, 2013• Apresiasi dan Pementasan Sastra “25 Romansa Sastra FKY” (Gapura Pelataran Tamansari, 2-3 Juli 2013, Pkl: 19.00-20.00)• Diskusi Publik Sastra “Apa Kabar Arsip & Dokumentasi Sastra Yogyakarta” (Pendopo Widya Mataram/sisikiri Plasa Pasar Ngasem, 4 Juli Pkl: 10.00-16.00)

image

Bisakah sebuah peradaban dan bangsa hidup tanpa arsip dan dokumentasi. Tidak.  Setidaknya menurut novelis Ceko Milan Kundera, “Jika ingin menghancurkan sebuah bangsa, mudah saja. Hancurkan Arsipnya.”

Isu bangkrutnya Pusat Dokumentasi Sastra HB. Jassin di Jakarta pada medio tahun 2011, mestilah kita baca sebagai gunung api masalah di pelbagai kawasan di Indonesia. Sebab isu tersebut mencuat diiringi oleh isu-isu lain yang semuanya bermuara pada persoalan begitu rendahnya penghargaan pada arsip, dokumentasi, dan manajemen kearsipan yang monoton, serba terpusat, serta meliauknya arus birokrasi yang membuat jarak keterjangkauan arsip itu kepada pengguna.

Dokumentasi memiliki dua perisai. Pertama, mencegah kita untuk lupa hanya karena pikiran disusutkan oleh peristiwa sesaat dan rutinitas sehari hari. Kedua, dokumentasi membekali kita sabuk kesadaran akan pentingnya rekam jejak rekam setiap karya dan penampil.

Selain mengeluarkan kita pada jebakan rutinitas yang membekukan ingatan dan sekaligus kritisisme, dokumentasi juga bisa mengayakan kehidupan dan peradaban, melatih kewaspadaan menghadapi kesulitan, dan menjaga riak rekam kreativitas.

Dalam posisinya yang lebih luas, dokumentasi sebetulnya bersifat fungsional, yakni menjadikan kehidupan kita terkayakan. Cendekiawan dan ilmuan yang bekerja tanpa data dan dokumentasi pastilah akan tumpul. Wartawan yang menulis berita tanpa data akan kehilangan daya kritisnya. Seorang seniman yang buta dokumentasi jejak kreativitasnya akan kehilangan arah atau mandek. Seorang sastrawan yang bekarya tanpa dokumentasi hanya akan menjadi pengarang ala kadarnya atau “pengarang iseng”, —meminjam istilah YB. Mangunwajaya.

Untuk itu, pada helatan Festival Kesenian Yogyakarta 2013 yang memasuki usia seperempat abad (25 tahun), laiknya kita tengok kembali masalah apa sebenarnya yang dibutuhkan oleh masyarakat dan publik sastra Yogyakarta. Dan isu “Apa Kabar Arsip dan Dokumentasi Sastra Yogyakarta?” adalah tema yang kami pilih untuk diskusi sastra (tanggal 4 Juli 2013, di Pendopo ASDRAFI), karena sampai hari ini kabar dan keberadaannya arsip dan dokumentasi sastra Yogyakarta masih tersamarkan.

Sebagai pemantik diskusi “Apa Kabar Arsip & Dokumentasi Sastra Yogyakarta”, panitia FKY devisi sastra selama dua malam (tanggal 2-3 Juli 2013) akan menghelat, mendaras dan mengapresiasi “25 Romansa Sastra Yogyakarta” yang diambil dari karya-karya 25 almarhum Sastrawan yang berproses di Yogyakarta, baik meninggal dunia pada masa usia tua maupun meninggal pada masa usia muda di antaranya:

1 Nasjah Djamin
2 SH.Mintardja
3 Kirdjomulyo
4 Dick Hartoko
5 Mohammad Diponegoro
6 B. Sularto
7 WS. Rendra
8 Umar Kayam
9 YB. Mangunwidjoyo
10 Kuntowijoyo
11 Linus Suryadi AG
12 Suryanto Sastroatmodjo
13 Ragil Suwarno Pragolapati
14 Kuswahyo SS Raharjo
15 Arwan Tuti Arhta
16 Hadjid Hamzah
17 A.Ajib. Hamzah
18 Heru Kushawamurti
19 Harjono HP
20 Boedi Ismanto SA
21 Herman Pratikta
22 Sri Hartati
23 Endang Susanti Rustamaji
24 Omi Intan Naomi
25 Zaenal Arifin Toha

Karya-karya sastra keduapuluh lima almarhum sastrawan yang berproses di Yogyakarta tersebut digelar, dibacakan, dan diapresisi dalam bentuk perhelatan pementasan sastra di Pelataran Tamansari oleh 10 Apresiator atau Pementas baik perwakilan dari komunitas, sanggar, maupun kelompok sastra yang ada di dan para Sastrawan yang berdomisili di Yogyakarta, antara lain:

1 Landung Simatupang
2 Joni Ariadinata
3 Hamdy Salad
4 Hari Leo dkk  SPS (Studio Pertunjukan Sastra)
5 Naomi Srikandi  * (dalam konfirmasi)
6 Andy SW dkk (Mime Theater)
7 Fairuzul Mumtaz dkk SARKEM (Sanggar Kemanusiaan)
8 Mahwi Air Tawar dkk (Komunitas KUTUB)
9 Ikun SK dkk (JARAN)
10 Evi Idawati

Sementara untuk diskusi “Apa Kabar Arsip & Dokumentasi Sastra Yogyakarta” dibagi dalam dua sesi:

Sesi Pertama (Pakar)
Pembicara:
1 Prof. Bakdi Sumanto (UGM)
2 Prof. Suminto A. Sayuti (UNY)
3 P. Bambang (Kepala Bagian Arsip Dinamis BPAD DIY)
Moderator:
Iman Budi Santoso

Sesi Kedua (Komunitas/Lembaga)
Pembicara:
1 Helmi Mustofa (Rumah Budaya EAN)
2 Muhidin M Dahlan (Indonesia Buku/Radiobuku)
3 Yossi Fajar (IVAA)
Moderator:
Kris Budiman

Hal-hal lain yang berkenaan dengan Festival Kesenian Yogyakarta 25, silakan hubungi Panitia Pelaksana:

FB: Festival Kesenian Yogyakarta
Twitter: @fky25 @rekreasi
Web: infofky.com

FKY25

Silakan download Jadwal Lengkap Festival Kesenian Yogyakarta 25, 25 Juni – 5 Juli 2013, Pasar Ngasem Jogja || UNDUH & BACA

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan