-->

Peristiwa Toggle

BPAD DIY Susun Dua Buku Pakualaman

SLEMAN — Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah (BPAD) DIY berencana menyusun dan menertibkan Buku Naskah Sumber Arsip sejumlah dua buku yaitu seri sembilan dan sepuluh pada 2013 ini. Kedua buku arsip ini akan mengangkat peran Kadipaten Pakualaman dibidang ekonomi khususnya reformasi ekonomi pada masa Paku Alam V.

Demikian disampaikan Kepala BPAD DIY, Budi Wibowo SH MM dalam pembukaan Workshop Kearsipan Dalam Rangka Penyusunan dan Penertiban Buku Naskah Sumber Arsip Tahun 2013 bertajuk ‘Peran Kadipaten Pakualaman di Bidang Ekonomi dan Pendidikan Sebelum Tahun 1950’ di Wisma MM UGM, Jalan Colombo Yogyakarta, Rabu (01/05/2013).

Sebagaimana diberitakan situs daring krjogja.com 1 Mei 2013, workshop yang berlangsung selama dua hari hingga Kamis (02/05/2013) itu menghadirkan narasumber Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gajah Mada (UGM) yaitu Abdul Wahid MA, Bahaudin SS MHum dan Dr Sri Margana yang juga dihadiri kerabat Puro Pakualaman, Dinas Kebudayaan sampai mahasiswa.

Budi menjelaskan buku naskah sumber arsip ini merupakan rekaman informasi yang tercipta secara langsung merekam suatu peristiwa/kegiatan. Karena memiliki karakteristik unik baik dari segi bentuk maupun informasinya yang beragam dan saling mengkait, otentik, sah dan kredibel maka arsip dapat digunakan sebagai sumber informasi kesejarahan serta penelitian Berdasarkan Undang-undang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Yogyakarta, telah memberikan kepastian hukum terhadap predikat istimewa pada DIY.

“Seperti kita ketahui bersama status daerah istimewa yang disandang DIY berkait dengan sejarah terjadinya DIY pada tahun 1945 yang terdiri dari wilayah Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat yang berdiri sehjak 1755 dan Kadipaten Pakualaman yang berdiri tahun 1813. Keduanya menyatakan bergabung dengan Republik Indonesia (RI),” tuturnya. (*-24)

http://krjogja.com/read/170998/bpad-diy-susun-dua-buku-pakualaman.kr

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan