-->

Peristiwa Toggle

Ada Tersangka Baru Korupsi Buku Ajar di Rembang

REMBANG — Kejaksaan Negeri (Kejari) Rembang menetapkan satu lagi tersangka kasus dugaan korupsi buku ajar di lingkup Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Rembang. Namun Kajari enggan menyebutkan identitas tersangka baru kasus dugaan korupsi buku ajar yang dibiayai dana alokasi khusus tahun 2011 senilai Rp 7,8 miliar itu.

Kepala Kejari Rembang Sudirman Syarif SH, Selasa (21/05/2013) mengatakan, satu tersangka baru itu ditetapkan setelah rapat bersama dengan tim Kejari yang menangani kasus dugaan korupsi buku ajar.

“Tim menimbang satu tersangka baru ini memiliki peran yang besar dalam pengadaan buku ajar itu. Untuk sementara kami belum bisa menyebut nama satu tersangka baru itu,” jelas dia sebagaimana diberitakan situs daring krjogja.com, 21 Mei 2013

Dia menambahkan, berkas satu tersangka baru itu akan diproses setelah Kejari melimpahkan berkas kasus tersangka Sekreatris Disdik Rembang Bambang Joko yang telah ditahan sejak Januari 2013 ke Pengadilan Tipikor Semarang. “Kemudian kami akan proses tersangka baru,” kata Sudirman.

Dijelaskan dia, proses pemberkasan tersangka baru tersebut akan dimulai dengan pemanggilan saksi-saksi. “Seperti tersangka lama, tersangka baru akan kami prosesdari mulai pemanggilan saksi-saksi dan tersangka untuk diminati keterangan,” tegas dia.

Terkait berkas kasus dugaan korupsi buku ajar dengan tersangka Bambang Joko, Kepala kejari mengatakan, akan menggelar ekspose internal di Kejati. “Kami menanti arahan selanjutnya dari Kejati. Apabila sudah dinyatakan Kejati siap dilimpahkan ke pengadilan tipikor, kaan langsung kami limpahkan,” tandas dia.

Seperti diberitakan sebelumnya, Kejari rembang setelah berkoordinasi dengan BPKP memastikan kerugian Negara kasus buku ajar mencapai Rp 4,4 miliar. Coordinator Lembaga Study Pemberdayaan Masyarakat (Lespem) rembang Bambang wahyu Widodo mengaku, memberikan apresiasi atas kinerja Kejai yang bekerja cepat dalam menetapkan tersangka baru.

“Kami mengusulkan tersangka baru ditahan. Khawatirnya, dia menghilangkan barang bukti bila tidak segera ditahan,” tandas dia.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan