-->

23Tweets Toggle

#23Tweets | Buku Pertamaku – Fahrudin Nasrulloh | Jombang

Fahrudin Nasrulloh adalah eseis, cerpenis, dan editor buku freelance kelahiran Jombang. Pernah nyantri di Denanyar Jombang dan pesantren Salafiyah Al-Muhsin Nglaren Yogyakarta. Selain santri, Fahrudin juga seorang sarjana agama jebolan IAIN Sunan Kalijaga. Ia pegiat komunitas Lembah Pring Jombang dan Tim Pelestarian dan Perlindungan Seni-Budaya Jombang. Simak riuh rendah kehidupan budayawan muda ini termasuk buku apa saja yang mempengaruhi perjalanan hidupnya.

Pada 30 Mei 2013, ia wafat. Mati muda tak sanggup menahan gempuran sakit akibat gagal ginjal dan infeksi paru. Arsip Suara ini adalah dokumen arsip yang dirawat warungarsip sejak tahun 2011 saat arsip suara ini dibuat usai bedah kumpulan cerpennya: “Syekh Bajirun dan Rajah Anjing”

1 #FahrudinNasrulloh lahir di Mojokuripan, Jombang 16 Agustus 1976. Saat kecil dipanggil “Sableh” sbg gojekan | #RIP

2 Sekolah di Madrasah Aliyah Program Khusus Jombang. #FahrudinNasrulloh Disiapkan jadi cendekia muslim | #RIP

3 #FahrudinNasrulloh lanjut kuliah di IAIN Kalijaga #Jogja Fak Syariah th 1995-1996. Awal hidup baru dimulai | #RIP

4 Pesan Bapak-Ibu #FahrudinNasrulloh: Sekolah sing mempeng, rajin, tak boleh pacaran. Simbah pesan: beribadah sungguh2, Allah angkat derajat | #RIP

5 Harapan orangtua #FahrudinNasrulloh setelah lulus Fak Syariah IAIN Kalijaga adalah kerja di KUA. Tapi nasib berkata lain | #RIP

6 #FahrudinNasrulloh mulai kenalan buku terbitan @LKISpublisher, “Islam Kiri”. Yang kiri muncul terus dari LKIS. Bacaan fav Fahrudin | #RIP

7 Pada 1997 #FahrudinNasrulloh berkenalan dgn sastra. Mendaftar di Sanggar Nun Fak Adab. Berkenalan dgn sosok Fauzan Santa | #RIP

8 Muncul keinginan masa kecil #FahrudinNasrulloh masuk seni rupa ISI #Jogja. Minta izin orangtua. Tak diizinkan | #RIP

9 #FahrudinNasrulloh suka gambar komik. Sdh banyak yg hilang. Tapi impi-impi seni itu terus mengejarnya | #RIP

10 Menginjak semester 13, th 2002, #FahrudinNasrulloh diwisuda dari IAIN Kalijaga. Daftar jdi PNS, jadi pegawai KUA. Gagal | #RIP

11 Gagal jadi pegawai KUA, #FahrudinNasrulloh patungan dirikan penerbit Sadasiva bersama Gazali, Zulkarnaen Ishaq | #RIP

12 Buku pertama yg diterbitkan Sadasiva adalah The End of Modernity (Gianni Vattimo). #FahrudinNasrulloh bertekad jd penerbit idealis | #RIP

13 #FahrudinNasrulloh dkk habis modal 8 juta terbitkan “The End of Modernity”. Masuk tahun ketiga buku itu numpuk di gudang | #RIP

14 Pada 2006, esei pertama #FahrudinNasrulloh dimuat di #JawaPos, “Pengarang & Proses Kreatifnya”. Sejak saat itu bersemangat nulis esai | #RIP

15 Akhir 2008 #FahrudinNasrulloh kembali ke #Jombang. Awalnya punya impian tinggal di #Jogja dan mencari istri entah dari mana | #RIP

16 Di #Jombang #FahrudinNasrulloh & #JabbarAbdullah dirikan komunitas #LembahPring sbg usahanya bikin “terang” dunia kesastraan di kota ini | #RIP

17 Disebut #LembahPring karna di belakang rumah terdpt rimbunan pring (bambu). Selonjor Rp 5000 jika potong sendiri | #FahrudinNasrulloh #RIP

18 #LembahPring punya program rutin yg dinamakan “Geladak Sastra”. Hingga 2011 sdh jalan 15 kali | #FahrudinNasrulloh #RIP

19 #FahrudinNasrulloh memaksudkan gelaran “Geladak Sastra” di #Jombang sbg persamuhan kecil ttg sastra ketika internet kian lebarkan jarak | #RIP

20 Persamuhan “GeladakSastra” #Jombang pernah dibubarkan polisi karna dituduh disusupi antek komunis saat diskusikan buku2 @ultimusbandung | #RIP

21 Lima Buku yg mempengaruhi hidup #FahrudinNasrulloh: (1) Panteisme dan Islam (Z Moelder), (2) Mistisisme Hindu-Muslim (RC Zaehner) | #RIP

22 #FahrudinNasrulloh -> (3) Kitab Omong-Kosong (SGA), (4) Centhini (Inandeak, empat buku), (5) Labirin Impian & Sejarah Aib (Borges) | #RIP

23 Yang diingat #FahrudinNasrulloh membaca #Centhini: “Kebatilan itu pada akhirnya jalan menuju ke kebatinan, keilahian” | #RIP

Booklovers, demikian #arsipsuara kisah hidup #FahrudinNasrulloh yg wafat 30 Mei 2013 (37 tahun).

NOTE: Arsip Suara kesaksian jalan kreatif #FahrudinNasrulloh ini tersedia di warung arsip -> Buletin Suara Buku Vol 57: Fahrudin Nasrulloh – Lembah Pring.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan