-->

Peristiwa Toggle

Rekompak Luncurkan Buku Pengalaman Rekonstruksi Pasca Bencana

SLEMAN — Rekompak, sebuah program bentukan Multi Donor Fund – World Bank untuk menangani rekonstruksi pascabencana di Indonesia hari ini meluncurkan buku ‘Membangun Kembali Masyarakat Indonesia Pascabencana’. Peluncuran dilakukan di dalam rangkaian acara Lokakarya Pembelajaran Rekonstruksi Perumahan Pascabencana Berbasis Masyarakat hari ini di Royal Ambarrukmo Yogyakarta.

Manajer JRF/MDF (Multi Donor Fund)  Shamima Khan mengatakan, buku ini memuat berbagai pelajaran rekonstruksi oleh Rekompak, baik di Aceh, Nias, maupun Jawa, termasuk Yogtakarta. Prestasi Rekompak menangani bencana terungkap secara detail lewat buku ini.

“Setiap daerah memiliki karakteristik dan keunikan sendiri. Aceh itu unik, karena dalam konteks pasca konflik. Harus dibangun kepercayaan dahulu sebelum membangun bangunan. Ini beda dengan di Yogya, dimana masyarakat sudah memiliki budaya kebersamaan,” jelasnya, sebagaimana diwartakan situs daring krjogja.com 3 April 2013.

Sementara Deputi Rekonstruksi dan Rehabilitasi BNPB Bambang Sulistyantomengungkapkan, kekurangan program Rekompak, adalah pada prosesnya ada dana bantuan yang ‘disunat’ oleh masyarakat sendiri. Terjadi ‘mark up’ di berbagai daerah Semarang, Jambi, dan Maluku Utara. “Saya sendiri juga heran kenapa itu terus terjadi. Isu semacam itu ada juga di Yogya,” tambahnya.

Direktur Penataan Bangunan dan Lingkungan Kementrian PU Guratno Hartono menjelaskan, apa yang menjadi capaian program Rekompak tidak hanya capaian fisik. Rekompak dinilainya telah berhasil melakukan penguatan masyarakat berbasis kelembagaan. “Ada proses rembug dengan warga, dan ada keterlibatan perempuan yang turut menentukan kebutuhan dan prioritas mereka,” ujarnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan