-->

Kultwit Toggle

#KartiniBerapi > Warisan Gerakan Kiri yang Dipadamkan

Booklovers, tiap tahun #HariKartini dirayakan. Setiap 21 April. Mari berkicau seputar Kartini. Kultwit kali ini kami beri tajuk #KartiniBerapi > Warisan Gerakan Kiri yang Dipadamkan. Kliping disokong @warungarsip
1 Oleh Sukarno, Kartini dianugerahi “Pahlawan Nasional” bersama Tjoet Nyak Meutia dan Tjoet Nja’ Dhien, Mei 1964.

2 Pada penganugerahan itu juga 21 April diperingati secara resmi sebagai “Hari Kartini”.

3 Siapa sebetulnya yg getol menyorong & tahbiskan 21 April jadi Hari Kartini? Kronik di @warungarsip berkesimpulan (sementara): Kaum Kiri.

4 Kesimpulan sementara? Ya, dicek dulu koran sezaman yg jd lawan & kolaborator media Kiri, seperti #Republik, #Nusantara, #DutaMasjarakat dll

5 Yang pasti majalah “Anti Komunis” macam #StarWeekly di No 800, 22 April 1961 tak satu pun nulis frase “Kartini” dlm terbitannya di edisi itu

6 #MingguPagi memuat soal Hari Kartini pd April 1965. Artinya setelah ditetapkan negara via Sukarno scr resmi. Sebelumnya blm ada frase “Hari Kartini”.

7 Pertanyaan susulan lain: seberapa besar keterlibatan langsung gera’an Kiri dlm pengukuhan Kartini sbg “Pahlawan Nasional”?

8 Twit ini susuri peran & gelombang besar gera’an Kiri seperti PKI & famili ideologisnya macam Lekra, Gerwani dlm meng”api”kan Kartini

9 Koran/majalah Kiri sejak 1959 habis2an promosikan 21 April sebagai “Hari Kartini”. Jauh sblm Karno menetapkannya Mei 1964

10 Informasi itu silakan buka #HarianRakjat, #BintangTimur, #WartaBhakti, & tentu saja #ApiKartini

11 Biasanya, seorang tokoh diajukan sbg “Pahlawan Nasional” melalui usulan masyarakt. Pengusung Kartini ya gera’an Kiri. Dan sukses!

12 Tiga taon sblm Kartini jd Pahlawan Nasional, #Pram pimpin tim kerja penyelidikan “sedjarah Kartini jg objektif-revolusioner”

13 Jadi tampaknya bukan inisiatif #Pram sendiri menyusuri kembali karya & kisah hidup #Kartini. Tim itu bertugas cari #ApiKartini

14 Kisah tim kerja #Pram dlm memburu data dituturkan Hersrat Sudijono scr detil dlm “Dari Bumi Kehidupan Kartini” (1964)

15 Tim kerja ini bolak-balik Blora-Jepara-Rembang-Solo-Semarang utk wawancara & gali dokumen utk hidupkan api dlm hidup Kartini

16 Hasilnya, 2 jilid buku yg dibubuhi judul “Panggil Aku Kartini Sadja” (NV Nusantara 1962).

17 Buku “Panggil Aku…” bukan tafsir individual #Pram. Itu tafsir gera’an Kiri. Karena itu jd buku pegangan orang2 Kiri menafsir Kartini

18 Bukan cumak Lekra yg menghidup2kan #ApiKartini. Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani) juga.

19 Famili ideologis PKI bernama Gerwani ini bahkan nabalin nama Kartini jadi majalah resminya sjk 1959.

20 Nama majalah Gerwani: #ApiKartini. Rubrik “Pertjikan Api Kartini” disediakan secara khusus. Riset tim kerja #Pram yg umumnya dicuplik

21 #ApiKartini (No 4 Th 2, 1960) menulis: “Kartini Perintis djalan ke kemadjuan dan kebebasan bagi kaum wanita Indonesia”

22 DPP Gerwani, 1963, merilis: “Kami kaum wanita Indonesia adalah merupakan pewaris2 Ibu Kartini. Dan memang demikianlah kenyataannya.”

23 Lihat, Gerwani mengklaim mereka “pewaris”. Artinya, Gerwani berkepentingan menjadikan Kartini role model gera’an (politik) perempuan.

24 Ada 4 api yg dihidupkan gera’an Kiri hingga Sukarno yakin menganugerahinya “Pahlawan Nasional” & 21 April kita warisi sbg “HariKartini”.

25 Api kesatu yang dihidupkan Gerwani dan gera’an Kiri: Kartini Menulis.

26 Dgn menulis, Kartini buka jalan emansipasi. Menulis berarti buka jalan bg akses buku & bacaan bg perempuan yg dimasanya jadi kebiasaan tabu.

27 Dg privelege itu Kartini punya akses majalah/koran berbahasa Belanda. Bahkan buku “Max Havelaar” karya Multatuli dimamahnya

28 Menulis—dan juga membacalah—yang menyebabkan Kartini berkenalan dengan dunia modern.

29 Dgn menulis & membaca, Kartini tahu apa artinya jadi terdidik dan terpelajar serta dikenal publik cendekia internasional.

30 Pd usia 19 thn Kartini sdh catatkan namanya di jurnal ilmiah linguistik, antropologi, dan sejarah yg terbit di Belanda.

31 Nama majalah itu: Bijdragen tot de Taal-, Land- en Volkenkunde van Ned.-Indie

32 Gerwani dan gera’an kiri sadar warisan Kartini ttg tulis & baca adalah warisan emansipasi yg jadi modal pembebasan.

33 Muaranya: pendidikan. Dgn semangat Kartini, Gerwani lalu kita tahu mengorganisir pendidikan anak2 dgn bikin TK Tunas Melati

34 Selain menulis cerita, tips kecantikan dan kesehatan, resep makanan, wanita2 terpelajar Gerwani didorong jadi para penerjemah

35 Majalah #ApiKartini adalah gelanggang penulisan bagi wanita-wanita Kiri. Gerwani tentu saja.

36 Kartini menulis-membaca sudah. Mari menuju Api Kedua yang dinyalakan Gerwani: Pembebasan Kartini

37 Ayo, buka editorial yg ditulis Njoto, esei Bambang Sukowati, & HL sikap DPP Gerwani di #HarianRakjat (21 Apr 1961)

38 Tiga guntingan kliping itu menulis batas2 yg bs dilakukan Kartini utk masanya hingga ia tumpas oleh feodalisme

39 Kartini tumpas, tp api semangat yg ditaburnya dibeberapa suratnya yakinkan Gerwani & gera’an Kiri lainnya bahwa Kartini inspirasi

40 Kartini menulis (disalin #BintangTimur 21 Apr 1963): “Walau saja akn djatuh sampainja ditengah2 djalan saja akn mati bahagia karena djalannja sudah dibuka…

41 KARTINI: … dan saja telah menolong untuk membuka djalan pada pembebasan dan Kemerdekaan wanita boemipoetra

42 Lanjut ke api ketiga yg dihidupkan Gerwani dan Gera’an Kiri: Internasionalisme Kartini

43 Lewat penerbitan surat2nya di luarnegeri jadi sandaran Gerwani utk terlibat aktif dlm pergerakan wanita internasional.

44 Boleh dibilang, dimana pergerakan wanita Asia Afrika lakukan konsolidasi & kongres, disitu Gerwani ada | @AsiAfricaMuseum

45 Surat & artikel Kartini yg terbit dlm bahasa internasional jd strategi Kartini “keluar” dari feodalisme yg dipiara kolonial.

46 Kartini ingin dunia luar tahu apa yang terjadi pada diri dan kaumnya, boemipoetra. Gerwani ingin dunia kenal pergera’an perempuan INA

47 Bg Gerwani, nama Kartini mudah diusung karena namanya sudah dikenal di dunia internasional via penerbitan buku2nya.

48 Api internasionalisme Kartini dipandang Gerwani sbg warisan kesetiakawanan wanita INA utk lawan seteru abadinya.

49 Musuh Gerwani & gera’an Kiri, seperti dibilang Sukarno pd 1932: imperialisme (kapitalisme internasional) & feodalisme (kapitalisme bangsa sendiri)

50 Kartini, dlm surat2 yg diwariskannya mengutuk 2 elemen itu dan kelak ia termangsa tiada ampun dua kuasa itu.

51 Api Kartini keempat yang dihidupkan Gerwani dan gera’an Kiri: Keterampilan Tangan Kreatif & Berdikari.

52 Ada sekuplet cerita. Kartini masygul melihat bocah tani umur enam tahun tak berbapak.

53 Emak sibocah banting tulang utk dirinya & 2 adiknya yg lain. Kartini sadar derita & kemelaratan melingkunginya

54 Kartini menulis: “Seketika itu juga seakan udara menggetar oleh ratap-tangis, erang dan rintih orang-orang di sekelilingku.”

55 Kemelaratan kaum tani & lumpuhnya perekonomian perempuan bumiputra disambut Kartini dg melatih kursus keahlian batik dan ukiran.

56 Bagi Gerwani, perempuan harus punya keterampilan tangan yg kreatif utk menyokong ekonominya. Jangan bersandar total pd laki-laki.

57 Perempuan tak berdikari scr ekonomi jadi sumber malapetaka. Gerwani via #ApiKartini rutin mengeluarkan macam2 tips keterampilan tangan

58 Tak hanya itu, buah karya warga itu dipromosikan Kartini dalam “pameran nasional untuk pekerdjaan wanita” di Den Haag 1898

59 Kartini nulis buku De Batikkunst in Indie en haar Geschiedenis (Kesenian Batik di Hindia Belanda dan Sejarahnya)

60 Buku dan pameran yg diikuti Kartini jadi catatan penting ikhtiar Kartini mempopulerkan ekonomi batik itu.

61 Menulis, pembebasan, pergaulan internasional, dan ekonomi mandiri perempuan adalah 4 api yg dihidupkan Gerwani melalui aksi2 politik

62 Dan Api Kartini yang diusung Gerwani dan kaoem Kiri itu pun padam pada 1965. Dan utk selamanya. Oleh apa?

63 KARTINI: “Tolong, kami memberantas sifat pentingkan diri kaum laki yg tak kenal segan itu; iblis, yang ratusan thn mendera, menginjak2 perempuan…”

64 Justru kejahatan yg disebut Kartini “berukuran raksasa itu, & yg aduh, alangkah kejamnya” yg padamkan #ApiKartini.

65 Kartini padam pertama kali ketika ia takluk saat dijadikan selir Bupati Rembang

66 Perkawinan itu memadamkan impi2 Kartini ttg “kebebasan, kemerdekaan, berdiri sendiri”; sekaligus antar Kartini mati muda di usia 25 thn

67 Padamnya cita2 itu, oleh Gerwani—sejak leluhur organ ini bernama “Istri Sedar” lalu “Gerwis”—dijadikan picu semangat

68 Istri Sedar-> Gerwis-> Gerwani memperjuangkan aturan perkawinan yg adil bg perempuan sjk Kongres Perempuan II 1935.

69 Titik debat paling sengit terjadi antara Istri Sedar disatu pihak & Permi Putri di sisi lain.

70 Istri Sedar ngotot menghancurkan poligami yg meredupkan peran wanita di ruang publik. Permi sebaliknya nggadang2 poligami.

71 Hingga Istri Sedar berubah jadi Gerwis, lalu Gerwani, isu antipoligami yang memadapkan api Kartini tetap diusung dg keras kepala.

72 Orang2 partai (PKI) dan seniman Lekra yg sukak kawin mawin dibully habis2an oleh Gerwani.

73 Pelukis cum anggota parlemen Sudjodjono kena batunya. Diketahui ada maen sama penyanyi dikepung Gerwani di stasiun Tugu.

74 Sudjodjono anggota parlemen dari fraksi PKI dari kalangan seniman. Gerwani mendesak Mas Djon dipecat dari parlemen

75 Njoto, orang ketiga di Partai Komunis Indonesia juga dibully habis2an Gerwani karna dituding nyimpan perempuan barunya di Rusia. Aidit turun tangan.

76 Kartini hancur oleh poligami. Gerwani tahu itu. Karna itu habis2an mereka berjuang: di jalanan dan revisi regulasi perkawinan via parlemen

77 Oleh badai politik 1965, bukan hanya #ApiKartini yang padam, tapi juga Lekra, Gerwani, dan seluruh famili besar ideologi PKI masuk kubur.

78 Tanpa api, Kartini memasuki mistifikasi baru di rezim baru: perempuan ayu, berkebaya, masak, dan ditonton dalam karnival.

79 Hari Kartini itu warisan Gerwani & gera’an Kiri lainnya. Sejarah resmi tak pernah nyatat itu. Walau hanya dlm 140 karakter

80 #ApiKartini dipadamkan. Gerwani dan gera’an Kiri dicrop, dicoret dari semua yg berhubungan dg tagar #Kartini. Yg tersisa: ritualnya belaka

81 Periksa buku Sitisoemandari Soeroto, “Kartini sebuah Biografi” (1977). Ia menulis frasa “Api Kartini” (hlm 395). Tapi Gerwani & Kiri tak ada

82 Di bagian lain buku Sitisoemandari (386-88) mmg menyinggung Kartini dianugerahi Pahlawan Nasional. Lagi2 tanpa frasa Gerwani & gera’an Kiri

83 “Hari Kartini” sepertinya ditakdirkan sejarah utk jalan terus tanpa inspirator dan pemundaknya yg keras kepala: Gerwani dan gera’an Kiri.

84 Gerwani & gera’an Kiri hrs terima vonis Mahkamah Sejarah bikinan #SerdaduPedagang utk tak mewariskan apa2 selain kebiadaban & kegelapan

85 Demikian kultwit kami eps #KartiniBerapi. Semoga membawa manfaat. Data sepenuhnya dari @warungarsip.

Booklovers, kami lanjutkan twit ihwal Kartini SESI II yg berisi riwayat majalah “Kartini”. SESI I > #KartiniBerapi

Kultwit -> #Sedar dan “Isteri Sedar” (SESI II Bagian 1)

Twit ini menjelajahi sejumlah media perempuan yang memundaki semangat Kartini. Di SESI I sudah dijelaskan “genealogi” “Hari Kartini”. Bagian ini diperuntukkan membaca sekilas majalah-majalah yang merekam geliat gera’an wanita dalam gelombang sejarah dari lembar beberapa majalah.

1 Sebelum “Gerwani”, ada “Gerwis”, lalu sumur “tertua” ada “Istri Sedar”. Ketiganya memiliki garis perjuangan yg sama: pembebasan wanita.

2 Soal “Gerwani” dan “Gerwis” disinggung di kultwit bagian 2. Bagian ini adalah “Isteri Sedar”. Dan terutama majalah mereka #Sedar

3. Ini visualisasi sampul depan majalah #Sedar >

4 Majalah #Sedar terbit pertama kali pd Ags 1930 atau 5 purnama setelah “Istri Sedar” berdiri.

5 Alamat redaksi #Sedar -> Gang Tjikapoendoeng No 12 Bandoeng. Dicetak di Drukkerij Economy Bandoeng. Booklovers yg ada di #Bandung silakan mampir #eh

6 #Sedar pindah ke Jakarta karena soal kawin-mawin pengelola induk organisasinya, “Istri Sedar”.

7 Ketua Istri Sedar Soewarni menikah dg Pringgodigdo yg sekaligus memboyong istrinya itu ke Jakarta. Jadilah, organisasinya ikut serta.

8 Redaksi #Sedar -> Goenoengsari 34 | Admin: Gg Kenari II, No 2. Batavia Centrum. Booklovers di Jakarta silakan mampir.

9 Aturan redaksi #Sedar harus mengikuti aturan “Isteri Sedar” yg diatur oleh AD/ART.

10 Segala karangan soal perhimpunan, hak memutus diterima/ditolak bukan olh redaksi, tapi Pengurus Besar “Isteri Sedar”

11 #Sedar terbit 8 halaman. Kalo ada kongres “Isteri Sedar” tambah pagina jadi 24. Edisi congresnummer.

12 Sukarno menggolongkan “Isteri Sedar” ini organisasi perempuan fase kedua yang menuju tahapan ketiga.

13 Kata Sukarno, 3 tingkatan organisasi perempuan.

14 Pertama, perkumpulan perempuan feminin, anggotanya tertarik pd keterampilan masak, jahit, pelajaran ttg masa hamil.

15 Tingkatan kedua menurut Sukarno, gerakan perempuan dgn orientasi persamaan hak antara perempuan dan laki-laki

16 Tingkatan ketiga menurut Sukarno, gerakan perempuan yang bekerjasama dengan laki-laki utk capai kemerdekaan

17 #Sedar, 3 Okt 1930: Cita-cita kita bersandar pada jaman baru, yang perlu memakai perempuan teguh, berani…

18 “Istri Sedar” kerap dicibir gandrung lupakan pekerjaan rumah tangga. Apa jawab mereka?

19 #Sedar: Orang yg tidur nyenyak itu tak gampang disedarkan. Sedari awal perkumpulan ini memang ‘melawan arus’.

20 Rapat besar “Istri Sedar” 2 Nov 1930, Nyonya Soewarso (Roekoen Istri) mengkritik “Istri Sedar”.

21 “Istri Sedar berani teori saja… buktinya justru cerai berai. Lebih baik bekerja dalam rumahtangga dahulu, baru bekerja keluar”

22 “Isteri Sedar” memang melawan arus. Ngajak perempuan keluar dari lingkaran domestik menuju ruang publik.

23 Makanya “Isteri Sedar” nolak aktif di Perikatan Perkumpulan Istri Indonesia PPII (sebelum berubah nama jadi Konggres Perempuan Indonesia).

24 Kongres Perempuan 1928 itu menghasilkan PPII. Konsep menyatu di PPII adalah persatuan lancung. Terbukti geger taon 1935

25 “Isteri Sedar” yg diwakili Soewarni Pringgodigdo saling memaki dg utusan Permi Putri, Ratna Sari. Pangkal soal: Poligami

26 Di Kongres I, tokoh2 seperti Soewarni yg menahkodai “Isteri Sedar” memang sdh ngotot mengkritik PPII.

27 Oleh Soewarni, PPII dituding cumak mendatangkan perbaikan dlm rumah tangga, bkn menuju kemerdekaan & persamaan hak laki2 dg perempuan

28 Soewarni: Kaum perempuan hrs lihat kebutuhan jaman, bangsa. Pergerakan perempuan punya kewajiban lebih penting daripada masak dan merenda!

29 “Isteri Sedar” tak hanya berani menggugat poligami, tp juga berani berpolitik utk merdeka. Merdeka dululah, baru persamaan ini itu.

30 Mengapa perempuan misti sedar dg politik? Isteri Sedar menjawab: “Agar tak menjadi cacing pita, yg menghisap pd orang lain!”

31 Demikian “Isteri Sedar” mengawal dg keras kepala soal besar yg hancurkan Kartini: poligami dan akses publik yg luas

32 “Isteri Sedar” kemudian bermetamorfosis menjadi Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis) taon 1950-an

33 Dan kini, booklovers kami ajak ke Bagian 2. mengenal majalah Gerwis -> #WanitaSedar

******

Inilah Bagian 2 Session II > #WanitaSedar

1 Kartini terjungkal karna ia sendiri. Wanita berorganisasi membuatnya kuat. Tak gampang diperam kuasa

2 Berjuang dg ngandalin kelompok masing2 jg hanya lahirkan gerak-gerik. Tampak bergerak, tp gak kemana2

3 Gerakan Wanita Indonesia Sedar (Gerwis) menginsyafi fusi gerakan perempuan sepemikiran HARUS! Agar: posisi tawar kuat

4 “Gerwis” terbentuk 7 Mei 1950. Awalnya hasil fusi 3 organisasi wanita: Rukun Putri Ina (Rupindo), Istri Sedar Bandung, Persatuan Wanita Sedar Surabaya

5 Pertemuan berikutnya “Gerwis” di Semarang, yg bergabung 6 perhimpunan: Rupindo Semarang, Persatuan Wanita Sedar Surabaya…

6 Istri Sedar Bandung, Gerakan Wanita Indonesia (Gerwindo) Kediri, Wanita Murba Madura…

7 Bergabung jg Perjuangan Putri RI Pasuruan. Ini seksi perempuan Barisan Pemberontak Republik Indonesia (BPRI) pimpinan Bung Tomo

8 Keenam organisasi itu yg jadi penyanggah “Gerwis”. Jadilah tersusun pengurus besar yang diketuai Tris Metty

9 Gerwis didirikan atas dasar pengertian bahwa perempuan punya kepentingan dlm perjuangan antipenjajahan

10 Gerwis sadar perempuan sangat rentan, terutama menyangkut kebutuhan hidup sehari2 keluarga

11 Yang dimaksud penjajah oleh Gerwis? Kaum pemodal dan imperialis

12 Tujuan Gerwis tegas: tercapainya susunan masyarakat yang lepas dari perbudakan dan penindasan

13 Untuk mempropagandakan nilai2 dasar gerakan, Gerwis punya majalah. Namanya #WanitaSedar

14 Di masa Jepang cumak 1 organisasi perempuan yang dibolehkan ada: Fujinkai. Pasca ini muncul banyak. Tapi Gerwislah paling radikal

15 Wajar Gerwis radikal. Tokoh2nya alumnus gerilyawan lawan Jepang-Belanda dan pegiat pergerakan nasional

16 Beberapa tokoh Gerwis berjuang lewat gera’an bawahtanah yg bersemangat komunis. Sebut sj Umi Sarjono, ketua II Gerwis

17 Umi Sarjono pendiri Gerwindo. Pernah buka warung yg dipake jdi pos penghubung aktivis kesatrian Peta dg gerakan komunis bawahtanah

18 Di Gerwis ada jg Ada tokoh pergerakan perempuan kayak SK Trimurti, Salawati Daud, Sujinah, Sulami, Sri Panggihan

19 Jangan singkirkan jg nama nama Moenasiah, aktivis perempuan PKI dan Sarekat Islam “merah” bagian perempuan pd awal taon 1920-an

20 Moenasiah ini dedengkot “Aksi Caping Keropak”, demonstrasi buruh perempuan menuntut perbaikan nasib

21 Banyak alasan wanita masuk Gerwis. Selain emang dari sononya berwatak “keras kepala”, jg ada yg kerna korban kawin cerai orangtuanya.

22 Ada lho anak seorang datuk yang gemar kawin-cerai istrinya. Jga anak seorang yg diasuh selir terakhir Sunan X Solo.

23 Gerwis itu identik dengan kaoem merah. Apalagi perempuan2 PKI turut andil dalam pembentukannya

24 Taon 1951 adalah taon ketegangan dua kubu di Gerwis. Yg satu feminis, yang lainnya membawa gerbong komunis cq PKI

25 Di Kongres I, yg feminis ingin Gerwis jadi orgaan pendidikan kader (elite). Yg satunya beroerientasi massa (wanita buruh-tani)

26 Kubu feminis terpojok. PKI mendesak orang2nya ambil alih pucuk pimpinan Gerwis.

27 Kubu komunis mulai rancang draft nama baru dalam Kongres Gerwis: Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani)

28 Karna ada perlawanan sengit, perubahan nama ditunda. Kompromi. Tetap pakai Gerwis. Nanti dibicarakan lagi di kongres berikutnya

29 Kongres II tiba, 1954. Nama Gerwis diganti Gerwani. Tapi sebelumnya, di daerah2 udah pake Gerwani. Pemanasan

30 Karena nama berubah, majalah #WanitaSedar jg ikut berubah. Media baru: #BeritaGerwani. Gak ada buletin ini di gudang @warungarsip

31 Demikianlah, Gerwis luruh, Gerwani hadir. Dan twit Bagian 2 #WanitaSedar dan Gerwis berakhir.

******

Inilah Bagian 3 Session II > Madjalah #ApiKartini dan #Gerwani

1 #ApiKartini dibagian ini sdh disinggung di twit SESI I #KartiniBerapi. Tapi bagian ini lebih khusus soal majalah #ApiKartini

2 Bagi generasi yang melek-dunia di abad digital, mengeja kata kunci #Gerwis dan #Gerwani dalam memori jadi persoalan maha berat.

3 Dua orgaan paling moncer di masanya. Dan juga cerita perpisahan. Khusus #Gerwani, membaca sepak-terjangnya mesti baca dua: #BuletinGerwani dan #ApiKartini.

4 Mencerna #Gerwani dari film “Pengkhianatan G30S/PKI” & narasi #AngkatanBersendjata & #BeritaJudha pastilah menyesatkan.

5 Majalah #ApiKartini masih bisa dibaca di @warungarsip. Tapi #BuletinGerwani wallahualam bishawab. Ada booklovers yg sudah membacanya?

6 Ini sejumlah “jasad” #ApiKartini yg sdh digitalisasikan @warungarsip: http://bit.ly/RhOhvn

7 Saskia Wieringa ketika meneliti Gerwani menggunakan #ApiKartini dan rubrik “Renungan Wanita” yg “dikelola” Gerwani, #HarianRakjat, sbg bahan baku.

8 Siapa yg sudah merabai fisik majalah #ApiKartini #HarianRakjat atau baca salinan digitalnya? Hah? Belum? Oh, ada yg sdh. Tapi sedikit.

9 Soal “Renungan Wanita” #HarianRakjat, gudang @warungarsip bisa diandalkan. Sayang blm diolah & diunggah http://bit.ly/XNkvjf

10 Kembali ke #ApiKartini. Dari frase “Api” sdh bisa ditebak bagaimana semangat majalah ini.

11 Gerwani memberi semangat, “ruh”, bahwa ada suara2 Kartini tentang kebangkitan perempuan yang lebih layak dipundaki

12 Bg Gerwani “Api” bs jadi penerang, suluh, dan sekaligus api (sangat) bisa membakar.

13 #ApiKartini ingin pembacanya bs rasai “ruh” Kartini, & “ruh” itu jd suluh, api yg bakar semangat kemajuan.

14 Kartini (di)hidup(kan) dalam salah satu rubrik #ApiKartini, yaitu “Pertjikan Api Kartini”

15 Rubrik itu diawali dg surat2 Kartini seperti dibacakan @okkymadasari cs pekan ini, lantas dipungkasi dg komentar redaksi

16 Hampir lupa, #ApiKartini itu terbit pertama pd 1959. Pemburu data di @warungarsip tak menemukan edisi dummynummer.

17 Segmen pembaca #ApiKartini adalah (massa) perempuan. Segmentasi ini memperjelas arah ke mana politik Gerwani

18 Segmentasi #ApiKartini itu sekaligus mempertegas majalah ini tak elitis, seperti kebanyakan majalah perempuan era pergerakan

19 #ApiKartini bidik semua kelas sosial, termasuk buruh industri dan tani. Wanita akar rumput ini yg erami penindasan tiap hari

20 Soal segmentasi “massa” ini yg jg jadi bara selisih dlm tubuh Gerwis (Gerakan Wanita Sedar) sebelum jadi Gerwani

21 Sayap komunis mendesak sayap feminis ditubuh Gerwis agar ngubah sasaran pergerakan organisasi dg libatkan massa perempuan

22 Ada nama SK Trimurti dlm #ApiKartini. Satu rubrik menarik dikelolanya adalah “Mak Ompreng”. Saskia bilang, Trimurti yg ngasuh

23 Oleh Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI), nama jurnalis #Apikartini ini, “SK Trimurti”, dijadikan nama award utk reward bg jurnalis perempuan.

24 “Mak Ompreng”-nya SK Trimurti adalah mata #ApiKartini mengomentari peristiwa sosial depan mata, terutama yg berimplikasi pd kehidupan wanita.

25 Salahsatu komentar Mak Ompreng nih: “Rupanya mereka belum jg sadar, mengandung & lahirkan anak, berarti menjalani tugas besar dunia…

26 “Coba saja, kalau wanita2 pd mogok, tidak mau mengandung, dunia lama-lama akan jadi kuburan melulu” – Mak Ompreng #ApiKartini, 1961

27 Rubrik lain yg jg menarik di #ApiKartini, “Pembicaraan Majalah Wanita” di luarnegeri.

28 “Pembicaraan Majalah Wanita” abadikan semangat Kartini yg memang gandrung bacaan dari luar Nusantara

29 Di rubrik #ApiKartini itu ada bio-mini majalah Antoinette (majalah buruh wanita Perancis), Women News terbitan Federasi Wanita Nasional di India

30 Ada jg #NoiDonne (Wanita Baru), mingguan wanita Itali, #NuestrasMujeres terbitan pergerakan wanita Argentina

31 Rubrik itu pula meresensi majalah #WomenofTheWholeWord terbitan Gabungan Wanita Demokratis Sedunia (GWDS). Gerwani gabung di sini.

32 Gerwani nganggep perjuangan wanita harus dilakukan bersama organisasi buruh, tani, termasuk dg terlibat dlm solidaritas internasional

33 Politik redaksi #ApiKartini jelas, berpihak pd persoalan perempuan akar rumput, termasuk buruh tani dan industri.

34 Kami kutipkan #ApiKartini saat menulis Seminar Wanita Tani yg diadakan Gerwani pd 20 Jan 1961 di Gedung Wanita, Jakarta. Judulnya “Harapan Djenap”.

35 Ada Foto Djenap gendong anaknya terpampang di tengah tulisan.

36 “Djenap, seorang wanita tani miskin dari desa Pabuaran, Jawa Barat… Ia mengalami kesulitan akibat masih bercokolnya sisa-sisa feodalisme di desa…

37 sewaktu terdengar oleh Djenap dan teman2 lainnya didesa bahwa akan diselenggarakan seminar wanita tani, mereka pun ingin tahu.

38 Mereka setuju bahwa dari desa Pabuaran perlu ada yang berangkat. Dengan terharu Djenap berangkat ….”

39 #ApiKartini juga menulis apa yg membedakan dirinya dg majalah wanita yg lain.

40 “Ada majalah wanita yang hanya berupa hiburan, ada pula majalah yg lahirnya dibuat menarik tapi isinya cegah wanita jadi sadar akan keadaan yg ta adil.

41 Sebagaimana tumbuhnya gerakan wanita yang progresif, pesat jg perkembangan Pers Wanita yang demokratis yg tdk saja berisi hiburan

42 Pers perempuan itu berbicara ke hati mereka (perempuan), mendidik mereka, meninggikan kesadaran…untuk berjuang sampai cita2 mereka tercapai

43 Itu tadi bagaimana #ApiKartini memposisikan dirinya dgn majalah wanita lain. Kayak yg ini -> http://bit.ly/17arIwA

44 Abad gelap datang menghembalang pd 1965. #ApiKartini tersuruk ke sumur peradaban terdalam. Mengikuti ibunda militannya -> #Gerwani

45 Gerwani rebah sebelum mereka tentukan sikap pd Des 1965: ikut PKI atau tidak.

46 Kehancuran Gerwani yg tragis sekaligus nisan kusam abadi hancurnya gerakan politik perempuan.

47 Booklovers, demikian #ApiKartini dan #Gerwani yg merupakan kultwit Bagian 3 Session II.

*******

Inilah Bagian 4 SESI II (Terakhir) dari rangkaian panjang twit kami -> Majalah #Kartini (1974)

1 Rezim berganti. Politik sbg panglima bersulih menjadi ekonomi sbg panglima.

2 Jika di rezim sebelumnya bertereak mengutuk nekolim (Amerika-Inggris), di rezim baru bertereak adalah subversi

3 Seluruh yg berbau politik disingkirkan. Termasuk wanita. Gera’an padam. “Kartini” kesepian kembali. Tanpa api tanpa suluh

4 #ApiKartini, dan ketika dipadamkan “api”-nya tinggallah “Kartini”. Satu kata tanpa teman. Menjadi nama majalah baru

5 Di #HariKartini #21April ini singgahlah di kios koran/majalah & bertemu dgn majalah #Kartini ->

6 #Kartini diterbitkan Yayasan Pratamasari pd 10 Nopember 1974. Tebalin: “Yayasan” bukan “Perhimpunan”.

7 Masa #KartiniBerapi sebelumnya, gera’an wanita umumnya yg nerbitkan majalah. Gera’an lalu bersulih jadi yayasan. Politik perempuan (di)luruh(kan).

8 #Kartini awalnya pakai surat ijin terbit atas nama majalah #Madonna.

9 Tahu Madonna kan Booklovers? Bukan @7_ICONS. Diva kapitalisme hiburan dunia. #Kartini — #Madonna. Kartini adalah life style

10 Di awal pendirian #Kartini, pengelola cekcok. Bukan soal nilai ideologis, tapi uang.

11 Lukman Umar, Pemimpin Redaksi/Pemimpin Perusahaan Kartini dipecat. Saat proses pengadilan berjalan, Lukman dirikan majalah #Sarinah dan #Asri

12 Sementara #Kartini dijalankan Willy Risakota dan Karnel Omar Purba.

13 Tp pengadilan menangkan Lukman sbg pemimpin perusahaan. Bram Tuapattinaya jadi Pemred.

14 Pertarungan rebutan kemudi #Kartini ini berlangsung hingga 1986. Menang, lalu kalah. Kadang Willy menang, Lukman kalah

15 Ditengah konflik ranjang itu lahir anak2 baru kayak #Pertiwi. Sementara #Sarinah dan #Asri makin remaja

16 Di akhir konflik ranjang yg panjang di pengadilan itu, hak #Kartini dikembalikan ke pangkuan dua laki ini: Lukman/Bram.

17 Walau dipangku dua laki, #Kartini tetap bacaan khusus perempuan. Semboyannya No 1

18 Rubrik paling populer #Kartini itu rubrik “Oh Mama Oh Papa”, memuat cerita yang diambil dari kisah nyata

19 Kalau ada yg susyaaaaah dpt pasangan, #Kartini buka rubrik kontak jodoh “Gerbang Kencana”

20 Kolom tips #Kartini bernama “Setetes Embun Aduhai”. Novelis Ike Soepomo pernah ngasuh rubrik ini

21 “Lacak Ragam” di #Kartini memberi liputan padat tentang dunia selebritas

22 Di #Kartini ada jg rubrik “Kisah Sejati”, “Kita dan Peristiwa”, astrologi, & TTS

23 Kalau mau “konsultasi”, #Kartini punya lembar suplemen “Konsultasi dan Informasi”, mengulas persoalan keluarga, anak, kesehatan, & seks.

24 Di #Kartini, kebutuhan kaoemnya “Kartini” ini dipenuhin semua. Sajian komplit. Sandang, pangan, papan, cerita, seks. Ideologi?

25 Ideologi kaoem “Kartini” di #Kartini tentu saja Pancasila dong. Yg lain gak boleh. Subversi. Digeruduk #SerdaduPedagang ntar

26 Kami beri satu contoh bagaimana #Kartini memaknai “Raden Ajeng Kartini” #21April. Mari buka edisi 14-28 April 2005.

27 #Kartini edisi 14-28 April 2005 itu dimulai dari catatan perjalanan keunikan perempuan di India, Afgan, Pakistan, dll

28 Sampai jg #Kartini mengulas lima srikandi Indonesia. Siapa saja mereka?

29 Srikandi Indonesia 2005 pilihan #Kartini: Gadis Arivia (Yayasan Jurnal Perempuan)

30 Srikandi Indonesia 2005 pilihan #Kartini: Sulistyowati Irianto (Pusat Kajian Wanita)

31 Srikandi Indonesia 2005 pilihan #Kartini: Khofifah Indar Parawansa (mantan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan)

32 Srikandi Indonesia 2005 pilihan #Kartini: Rieke Dyah Pitaloka (artis dan aktivis perempuan)

37 Srikandi Indonesia 2005 pilihan #Kartini: Angelina Sondakh (mantan Puteri Indonesia dan anggota DPR)

38 Ya tentu booklovers tahu jualah, di antara 5 srikandi #Kartini itu yg bernasib sial adalah Angelina Sondakh. Dibui karna korupsi

39 Ada lagi. Liputan menarik #Kartini -> napak tilas tempat2 bersejarah RA Kartini. Kartini pun jadi pariwisata & itu adalah wang

40 Kartini adalah lifestyle, bersolek, selebritas, pariwisata. Kartini adalah wang. Nir gera’an politik

41 Booklovers, itulah gambaran personifikasi Kartini di #Kartini. Scroll TL utk membandingkannya dgn masa yg jauh.

42 Dengan demikian berakhir sudah twit panjang kami tentang “Kartini” selama 2 hari. #21April #HariKartini. Saya mammoth @radiobuku, mengucapkan terimakasih atas perhatiannya. Sampai jumpa di #kultwit berikutnya.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan