-->

23Tweets Toggle

#23tweets | Buku Pertamaku – Salman Faridi | Yogyakarta

Salman Faridi dibesarkan di keluarga yang cinta buku. Pernah menekuni dunia jurnalis, lalu menjadi penulis cerita anak dan editor. Kini ia CEO Penerbit Bentang Pustaka. Selain bercerita tentang buku-buku yang mempengaruhinya, ia juga menceritakan dapur penerbitan yang dikelolanya. Baginya, sebuah penerbit tidak dapat berdiri sendiri, melainkan ada beberapa pihak yang mendukungnya, seperti penulis, editor, proofrider, layouter, desain cover, dll. Penulis masih dinggap sedikit, untuk itu, Bentang Pustaka mengadakan sekolah menulis guna menjaring penulis-penulis yang berkualitas.

1 @salmanfaridi, lelaki yang selalu nyaman di antara buku2. Kini, ia sudah 12 tahun bekerja dg buku, CEO @bentangpustaka

2 Dari buku, @salmanfaridi banyak mendapat pengalaman, teman, pekerjaan. dari buku ke buku yang lainl, beda kesan @bentangpustaka

3 Buku pertama yang mempengaruhi @salmanfaridi adalah pengelaman belajar buku Budi. Ini Budi, ini bapak budi, dll @bentangpustaka

4 Buku selanjutnya, Budak Calakan (Anak Cerdas), buku berbahasa Sunda, daerah asal @salmanfaridi @bentangpustaka

5 Budak Calakan menjadi pelita bagi @salmanfaridi untuk membangun desa. Ia mengaku tak cerdas, tapi rajin @bentangpustaka

6 @salmanfaridi juga banyak mendapatkan informasi dari buku2 komik. Seluruh seri Si BUta Dari Gua Hantu ia tamatkan @bentangpustaka

7 Komik lainnya Mimin, anak kulit hitam tinggal di Brazil. berkisah tentang keluarga @salmanfaridi @bentangpustaka

8 @salmanfaridi juga menyenangi buku silat. Seperti kho ping hoo, Joko Sableng, juag terjemahan @bentangpustaka

9 Buku paling berkesan adl Ensiklopedi Kesehatan Prof Kuntaraf. Untuk bisa membacanya @salmanfaridi harus menjat lemari @bentangoustaka

10 Buku itu disenangi @salmanfaridi karena ada bagian reproduksi perempuan. Juga informasi kesehatan lainnya @bentangpustaka

11 @salmanfaridi dilahirkan dari keluarga cinta buku. Skg ia tak pernah perintah anaknya baca, tapi nyontohi @bentangpustaka

12 Karir menulis @salmanfaridi dimulai dari menulis buku anak. Seri Kisah Nugie Si Kuda Laut @bentangpustaka

13 @salmanfairid menyukai cerita anak karena harus jujur. Penulis harus melebur dg karakter anak. Ini tidak mudah @bentangpustaka

14 Setelah jadi editor, kegiatan menulis @salmanfaridi sangat minim. Karena harus mengoreksi tulisan oranglain @bentangpustaka

15 Kata Steven King, Penulis itu Raja, Editor adalah Dewa. Sebesar apapun penulis, ia masih membutuhkan editor @salmafaridi @bentangpustaka

16 bagi @salmanfaridi penerbit itu di hilir, hulunya ada penulis, editor, proofrider, layouter, desain cover @bentangpustaka

17 Penulis kita tidak banyak. Sesama penerbit membajak penulis. Sangat mungkin terjadi. Penulis jg milih penerbit @salmanfaridi @bentangpustaka

18 Yang kini dilakukan oleh @bentangpustaka adalah melahirkan penulis seperti @@deelestari @andreahirata @clara_ng @Salmanfaridi

19 Semakin banyak penulis, atmosfir buku akan semakin sehat, pembaca sehat, penerbitpun sehat @salmanfaridi @bentangpustaka

20 Sebelumnya @salmanfaridi pernah jadi jurnalis. Banyak ide tp tak sempat menuliskan, diberikan ide pada penulis lain @bentangpustaka

21 Soal kualitas tulisan itu bisa diperdebatkan. Untuk itu dibentuk sekolah menulis @salmangaridi @bentangpustaka noorazmy

22 Naskah yang masuk ke @bentangpustaka 30-50 sehari. Soal kualitas debatable. Buatlah tulisan awal yang menarik @salmanfaridi

23 Nah, booklovers, segera kirmkan naskahmu ke @bentangpustaka. Terima kasih telah menyimak @salmanfaridi

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan