-->

Peristiwa Toggle

Polisi Tembaki Acara Peluncuran Buku Ras Muhammad

Ngerii! Polisi Tembaki Acara Launching Buku di Teebox
Minggu, 17 Februari 2013 20:50
10
Ilustrasi (Istimewa)
Jakarta, Seruu.com – Acara launching buku  ‘Negeri Pelangi Ras Muhamad’ , Minggu 7 Februari 2013  pada petang ini di Teebox Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian.
Tidak hanya melakukan pengusiran paksa terhadap para pengunjung launching buku tersebut, aparat keamanan bahkan menembakkan sejumlah gas airmata ke dalam kafe yang dipenuhi oleh para pengunjung dan undangan dari agenda yang masuk dalam agenda resmi Kementrian Luar Negeri tersebut.
Pantauan Seruu.com, di lokasi di jalan Wijaya II No.123 Kebayoran Baru – Jakarta Selatan, sejumlah bintang tamu, artis hingga undangan VIP nampak semrawut berebut jalan keluar, sejumlah pengunjung bahkan nampak pingsan di jalanan.
“Ini parah, polisi sudah langgar protap, mereka sudah membabi buta dan tanpa koordinasi dengan panitia,” lapor Priambodo, vokalis Band Day Afternoon yang juga menjadi salah satu pengisi acara.
Acara launching buku yang merupakan bagian dari kerjasama resmi Kemenlu dengan band rap Ras Muhamad tersebut memang dibanjiri oleh banyak rastafarian (sebutan untuk penganut aliran rasta dan musik raggae).
Nampaknya hal tersebut dianggap gangguan oleh para petugas kepolisian dimana Teebox Cafe sendiri terletak persis di depan Mapolres Jaksel. [Gendis]
http://mobile.seruu.com/indonesiana/metropolitan/artikel/ngerii-polisi-tembaki-acara-launching-buku-di-teebox
Saksi: Polisi Reaksioner, Tidak Ada Keributan Sebelumnya!
Minggu, 17 Februari 2013 21:21
1
Ilustrasi Polisi Tembakan Gas Air Mata (istimewa)
Jakarta, seruu.com – Insiden penembakan gas airmata di Teebox Cafe, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2013) malam ternyata dipicu kepanikan sejumlah petugas kepolisian yang diminta melakukan penjagaan di lokasi tersebut.
Menurut sejumlah saksi mata, saat insiden tersebut terjadi tidak ada kerusuhan ataupun keributan yang bisa menjadi alasan polisi melakukan penembakan gas airmata.
“Jadi kondisinya saat itu di dalam cafe sudah penuh, sementara di luar masih banyak yang punya tiket tapi belum bisa masuk. Tapi mereka masih mengantri, gak ada itu kerusuhan, yang ada antrian massa,” tutur Jefry salah seorang saksi yang ditemui Seruu.com di lokasi.
Dari rekaman gambar video yang diambil oleh salah seorang panitia, tampak antrian panjang para pengunjung di luar cafe yang terletak di seberang Mapolres Jakarta Selatan tersebut.
Sementara dari dalam terdengar suara alunan musik reggae yang mulai terdengar dimana salah satu band undangan mulai tampil di panggung.
Tiba-tiba tampak tembakan gas airmata dilepaskan oleh polisi yang berada di pintu masuk cafe, asap lagsung menyebar bahkan masuk ke dalam ruang tertutup tempat acara launching buku ‘Negeri Pelangi Ras Muhammad’ digelar.
Akibatnya kekacauan tidak terhindarkan, sejumlah pengunjung yang berada di dalam sontak berhamburan keluar.
“Beberapa wanita bahkan ada ibu hamil yang pingsan karena menghirup gas airmata yang masuk dalam ruang tertutup itu,” tutur Priambodo, vokalis band reggae Day Afternoon yang diundang dalam acara tersebut.
Saksi mata lainnya mengatakan bahwa para polisi yang berjaga langsung kabur ke Mapolres Jaksel usai melepaskan tembakan gas airmata tersebut.
“Polisinya kayaknya reaksoner sekali, nggak ada apa-apa yang bisa membenarkan tembakan (gas airmata-red) itu. Ini keterlaluan,” ujar Mufly, saksi mata lainnya yang mengaku mengalami sesak nafas hebat akibat menghirup gas tersebut.
Acara launching buku ini sendiri merupakan agenda resmi Kementrian luar negeri dengan grup band Ras Muhammad yang merupakan salah satu grup yang menjadi duta Indonesia yang ditunjuk oleh Kemenlu.
Ras Muhammad  sendiri dikenal sebagai salah satu grup musik yang memiliki penggemar fanatik dan komunitas yang cukup besar. [Gendis]
http://mobile.seruu.com/indonesiana/metropolitan/artikel/saksi-polisi-reaksioner-tidak-ada-keributan-sebelumnya

JAKARTA – Acara launching buku  ‘Negeri Pelangi Ras Muhamad’ , Minggu 17 Februari 2013  pada petang ini di Teebox Cafe, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, dibubarkan paksa oleh aparat kepolisian.

Tidak hanya melakukan pengusiran paksa terhadap para pengunjung launching buku tersebut, aparat keamanan bahkan menembakkan sejumlah gas airmata ke dalam kafe yang dipenuhi oleh para pengunjung dan undangan dari agenda yang masuk dalam agenda resmi Kementrian Luar Negeri tersebut.

Pantauan Seruu.com, di lokasi di jalan Wijaya II No.123 Kebayoran Baru – Jakarta Selatan, sejumlah bintang tamu, artis hingga undangan VIP nampak semrawut berebut jalan keluar, sejumlah pengunjung bahkan nampak pingsan di jalanan.

“Ini parah, polisi sudah langgar protap, mereka sudah membabi buta dan tanpa koordinasi dengan panitia,” lapor Priambodo, vokalis Band Day Afternoon yang juga menjadi salah satu pengisi acara.

Acara launching buku yang merupakan bagian dari kerjasama resmi Kemenlu dengan band raggae Ras Muhamad tersebut memang dibanjiri oleh banyak rastafarian (sebutan untuk penganut aliran rasta dan musik raggae).

Nampaknya hal tersebut dianggap gangguan oleh para petugas kepolisian dimana Teebox Cafe sendiri terletak persis di depan Mapolres Jaksel.

Saksi: Polisi Reaksioner, Tidak Ada Keributan Sebelumnya!

Insiden penembakan gas airmata di Teebox Cafe, Jalan Wijaya II, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Minggu (17/2/2013) malam ternyata dipicu kepanikan sejumlah petugas kepolisian yang diminta melakukan penjagaan di lokasi tersebut.

Menurut sejumlah saksi mata, saat insiden tersebut terjadi tidak ada kerusuhan ataupun keributan yang bisa menjadi alasan polisi melakukan penembakan gas airmata.

“Jadi kondisinya saat itu di dalam cafe sudah penuh, sementara di luar masih banyak yang punya tiket tapi belum bisa masuk. Tapi mereka masih mengantri, gak ada itu kerusuhan, yang ada antrian massa,” tutur Jefry salah seorang saksi yang ditemui Seruu.com di lokasi.

Dari rekaman gambar video yang diambil oleh salah seorang panitia, tampak antrian panjang para pengunjung di luar cafe yang terletak di seberang Mapolres Jakarta Selatan tersebut.

Sementara dari dalam terdengar suara alunan musik reggae yang mulai terdengar dimana salah satu band undangan mulai tampil di panggung.

Tiba-tiba tampak tembakan gas airmata dilepaskan oleh polisi yang berada di pintu masuk cafe, asap lagsung menyebar bahkan masuk ke dalam ruang tertutup tempat acara launching buku ‘Negeri Pelangi Ras Muhammad’ digelar.

Akibatnya kekacauan tidak terhindarkan, sejumlah pengunjung yang berada di dalam sontak berhamburan keluar.

“Beberapa wanita bahkan ada ibu hamil yang pingsan karena menghirup gas airmata yang masuk dalam ruang tertutup itu,” tutur Priambodo, vokalis band reggae Day Afternoon yang diundang dalam acara tersebut.

Saksi mata lainnya mengatakan bahwa para polisi yang berjaga langsung kabur ke Mapolres Jaksel usai melepaskan tembakan gas airmata tersebut.

“Polisinya kayaknya reaksoner sekali, nggak ada apa-apa yang bisa membenarkan tembakan (gas airmata-red) itu. Ini keterlaluan,” ujar Mufly, saksi mata lainnya yang mengaku mengalami sesak nafas hebat akibat menghirup gas tersebut.

Acara launching buku ini sendiri merupakan agenda resmi Kementrian luar Negeri dengan grup band Ras Muhammad yang merupakan salah satu grup yang menjadi duta Indonesia yang ditunjuk oleh Kemenlu.

Ras Muhammad  sendiri dikenal sebagai salah satu grup musik yang memiliki penggemar fanatik dan komunitas yang cukup besar.

Serbuan Massa Tak Dikenal

Menurut Wenri Wanhar, seorang peserta diskusi peluncuran buku, sebagaimana diberitakan Kompas.com, segerombolan massa membabi buta menyerbu dan membubarkan acara. “Polisi kabur karena massa banyak sekali datang. Ras Muhammad adalah musisi Reggae. Entah kenapa acaranya dibubarkan,” kata Wenri penulis lepas yang juga pengurus Aliansi Jurnalis Independen (AJI) itu. Wenri mengaku belum mengetahui ada tidaknya korban akibat serbuan tersebut.

Klarifikasi Polisi dan Manager Ras Muhammad

Polisi mengklarifikasi kabar kericuhan di Kafe Tee Box, Panglima Polim, Jakarta Selatan yang ramai di situs jejaring sosial. Pihak Kepolisian membantah jika ada keributan di lokasi tersebut. “Hanya ada kepadatan dan acara peluncuran buku yang tidak jadi hari ini. Jadi jadwalnya ditunda,” ujar Kabag Ops Polres Jakarta Selatan, AKBP Yossie Prihambodo saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (17/2/2013).

Yossie menambahkan, sedianya kafe Tee Box akan menggelar peluncuran buku dari seniman reggae Ras Muhammad yang diikuti dengan konser musik dari band lain. Namun, karena pengunjung membludak, panitia acara yang membubarkan acara tersebut sendiri.

“Panitianya yang bubarkan dan warga sudah bubar,” sambungnya.

Sementara itu, Manager artis Ras Muhammad, Dipa Kalbuadi, mengatakan adanya kericuhan di kafe tersebut. Bahkan, lanjut Dipa, polisi sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan pengunjung.

Dipa menjelaskan, kapasitas kafe tersebut hanya bisa menampung 300 tamu. Sedangkan jumlah pengunjung yang datang mencapai 1000. Oleh karena itu, Dipa langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian. Alasannya karena pihak keamanan kafe tidak mampu meredam jumlah massa yang berjumlah sekitar 1000 orang.

“Padahal sebelumnya saya sudah bilang ke pihak kafe kalau ini acara regae dan mereka seperti menggampangkan. Rupanya benar perkiraan saya kalau acara ini akan ramai,” ujar Dipa saat dihubungi terpisah.

Sumber: Seruu.com, Kompas.com, Detik.com 17 Februari 2013

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan