-->

Peristiwa Toggle

Di Penjara, Diego Michiels Banyak Baca Buku Islam

JAKARTA — Tak mudah bagi pesepakbola Diego Michiels melewati hari-harinya selama tinggal di penjara. Tak terasa tiga bulan sudah ia lewati sebagai penghuni Rumah Tahanan Salemba, Jakarta Pusat, sejak ditetapkan sebagai tersangka penganiayaan awal November 2012 yang silam.

Menurut Diego, ia terus berusaha berpikir positif sebagai cara menghadapinya. “Saya jadi banyak berpikir dan banyak membaca sekarang,” kata dia menceritakan aktivitasnya sehari-hari, sebagaimana diberitakan situs dari tempo.co, 15 Februari 2013.

Tak ada kegiatan khusus bago pria berusia 22 tahun ini selama menginap di “hotel prodeo”. Diego lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca terutama buku-buku tentang Islam. Apalagi sejak memeluk agama Islam, ia memerlukan banyak informasi. “Jujur saya tidak tahu banyak tentang Islam, seperti bahasa Arab. Makanya saya banyak belajar di dalam,” kata pria kelahiran Belanda ini.

Diego yang sebelumnya beragama Kristen, mengaku tak asing dengan semua hal yang berhubungan dengan Islam. Sejak di negaranya, Diego memiliki banyak teman muslim sehingga tak jarang ia ikut belajar dan membaca buku-buku tentang Islam. “Banyak orang Islam di Belanda. Dan saya sendiri sudah membaca dan mempelajari tentang Islam sejak lima tahun yang lalu,” ujar pemain bek kiri Timnas ini.

Untungnya sang kekasih, Nikita Willy, mendukung penuh dan selalu membantu Diego dengan sering membawakan buku-buku tentang Islam. Saat mendampingi persidangan hari itu, Nikita membawakan buku berjudul “Muslim Saints And Mystics”. “Di sel dia bisa baca-baca. Aku ajarin dikit-dikit,” kata Nikita, artis sinetron berusia 18 tahun itu.

Diego Michiels, resmi memeluk agama Islam pada Kamis, 7 Februari 2013. Diego yang menjadi terdakwa penganiayaan itu, mengucap dua kalimat syahadat saat menunggu jalannya sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Setelah menjadi muslim, Diego yang sebelumnya menggunakan nama ayahnya Michiels dibelakang namanya menggantinya dengan Muhammad. Namanya kini menjadi Diego Muhammad.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan