-->

Peristiwa Toggle

Anggaran Rp 27 Miliar untuk Buku Pelajaran

JAKARTA – Anggaran untuk penulisan buku dalam penerapan kurikulum 2013 mencapai Rp 27 miliar. “Total biaya itu bukan untuk tahun ini saja, tetapi juga untuk 2014,” ujar Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Musliar Kasim dalam rapat dengar pendapat di Komisi Pendidikan DPR, Selasa, 19 Februari 2013.

Perincian anggaran itu terdiri atas Rp 6 miliar untuk penuntasan penulisan buku yang sedang berjalan, yaitu untuk sekolah dasar kelas I-kelas IV. Berikutnya, Rp 3 miliar, untuk kelas VII sekolah menengah pertama dan kelas X sekolah menengah atas.

“Dana untuk penulisan buku tahun 2014 senilai Rp 6 miliar untuk SD kelas II dan V, Rp 3 miliar untuk SMP kelas VIII, dan Rp 3 miliar untuk SMA/SMK kelas XI,” ucap Musliar, seperti dikabarkan tempo.co (19/02). Total jenis buku yang disediakan oleh Kemendikbud berjumlah 94 jenis.

Dalam penulisan buku tersebut, Kementerian Pendidikan memperketat ulasan untuk evaluasi isi.  “Pengulas buku betul-betul kami pilih sesuai pesan Pak Wapres yang meminta peningkatan kualitas buku pelajaran,” ujar Musliar.

Pemberi ulasan buku akan dipilih berdasarkan rekomendasi dari sumber yang berkompeten. “Disesuaikan dengan bidang studi, untuk pelajaran Agama Islam misalnya, pengulas dari UIN,” ucapnya.

Dia mengatakan Kementerian Pendidikan juga menerima masukan dari berbagai pihak dalam penulisan ini. Ia mencontohkan, buku pelajaran umumnya menggunakan nama Budi dalam penokohannya. Namun dalam buku pelajaran di kurikulum baru, nama tokohnya mewakili suku-suku di Indonesia.

“Kami menggunakan nama-nama seperti Udin untuk mewakili suku Sunda, Siti untuk suku Melayu, dan Edo mewakili suku dari Papua,” katanya. Gambar karakternya pun akan disesuaikan dengan ciri fisik masing-masing suku.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan