-->

Peristiwa Toggle

Sulit Membaca Tingkatkan Risiko Hamil Saat SMA?

PHILADELPHIA–Kemampuan membaca anak di kelas tujuh dengan kecenderungan mereka hamil di usia remaja terlihat tak berkaitan sama sekali. Namun secara mengejutkan sebuah penelitian di Philadelphia menunjukkan bahwa anak yang memiliki kemampuan membaca rendah pada kelas tujuh lebih berisiko hamil saat duduk di bangku SMA.

Meski telah menghitung faktor pendapatan, ras, dan tingkat kemiskinan, peneliti menemukan pola yang sama mengenai kaitan antara kemampuan membaca anak dengan kecenderungannya hamil di usia muda, seperti dilansir oleh Reuters (27/12) dan disarikan ulang situs daring merdeka.com (29 Desember 2012).

Hal ini ditemukan setelah Dr Ian Bennet dari University of Pennsylvania dan koleganya mengamati hasil tes membaca dari 12.339 siswi kelas tujuh dari 92 sekolah pemerintah di Philadelphia. Pengamatan terus dilanjutkan hingga enam tahun setelahnya.

Selama masa penelitian tersebut, sekitar 1.616 remaja telah memiliki satu anak, termasuk 201 di antaranya yang telah melahirkan hingga dua sampai tiga kali. Dilihat berdasarkan hasil tes mereka saat di kelas tujuh, siswi yang memiliki nilai di bawah rata-rata berisiko hamil di luar nikah sekitar 21 persen. Sementara siswi dengan nilai rata-rata berisiko hamil 12 persen, dan anak dengan nilai di atas rata-rata hanya berisiko lima persen.

“Kami mengetahui bahwa keadaan sosial yang buruk mempengaruhi risiko hamil di luar nikah. Namun ternyata pendidikan dan pencapaian yang buruk juga menjadi faktor yang mempengaruhi,” ungkap Krishna Upadhya, ilmuwan di bidang kehamilan dan kesehatan reproduksi di Johns Hopkins Children’s Center, Baltimore.

Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Contraception ini menunjukkan bahwa remaja perempuan dengan kemampuan membaca di bawah rata-rata memiliki kemungkinan 2,5 kali lebih besar untuk memiliki bayi saat SMA dibandingkan dengan siswi yang kemampuan membacanya rata-rata.

Kemampuan akademik yang rendah kemungkinan berperan terhadap bagaimana remaja memprediksi keadaan ekonomi mereka di masa dengan serta mempengaruhi besarnya risiko yang mereka ambil.

Kehamilan pada remaja harus menjadi perhatian karena adanya risiko masalah kesehatan yang tinggi serta komplikasi terkait kehamilan pada remaja. Tak hanya itu, remaja yang hamil saat SMA tentu berisiko dikeluarkan dari sekolah.

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan