-->

Perpustakaan Toggle

Perpustakaan Gerobak

Perpustakaan-Gerobak-KelilingBANGKALAN – Berisikan 600 buku yang sudah tertata rapi, gerobak terbuat dari kayu warna cokelat itu sudah ada sejak pagi, sebelum bel kelas berbunyi.

Seorang pria berusia 45 tahun sambil memegang sebuah kemucing, sibuk membersihkan debu-debu yang mengotori etalase gerobak.

“Saya hanya melaksanakan tugas. Pekerjaan ini terasa lebih ringan karena siswa sangat senang membaca,” ujar Suwarto, Kepala Perpustakaan SDN Tanah Merah Dajah I, Bangkalan, Jawa Timur, Jumat (7/12/2012).

Buku-buku yang disediakan tidak hanya buku pelajaran sekolah, buku cerita juga ada.

“Rata-rata siswa lebih gemar membaca buku cerita bergambar. Di antara mereka masih ada yang suka baca buku pelajaran,” tutur Suwarto.

Selain buku-buku pelajaran dan buku cerita bergambar, siswa juga dikenalkan dengan aneka mata uang Indonesia dan perangko zaman dulu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 09.00 WIB, Suwarto mulai berkemas. Penyangga roda gerobaknya pun dilepas. Dalam waktu 30 menit jam istirahat, ia harus menjangkau enam kelas.

“Kadang juga tidak keliling. Cukup mangkal di satu kelas, siswa yang mendatangi gerobak. Itu suatu kepuasan bagi saya,” ucap Suwarto yang sudah dua tahun mendorong gerobak perpustakaan.

Sulaiman, siswa kelas 5 menuturkan, ia lebih memilih membaca buku-buku di perpustakaan gerobak, kendati buku di perpustakaan sekolah lebih banyak.

“Di ruang perpustakaan sekolah pengunjungnya banyak, membacanya kurang konsentrasi,” jelas Sulaiman.

Kepala SDN Tanah Merah Dajah I M Nashir mengungkapkan, minat baca 273 anak didiknya sangat tinggi, hingga pihak sekolah menyediakan 3.500 buku di perpustakaan sekolah.

“Mereka sudah terbiasa masuk perpus. Kami hanya memantau dan terus menanamkan pentingnya membaca buku,” paparnya kepada Surya.

Gerobak perpustakaan berlabel Sekolah Dasar Standar Nasional (SDSN) sengaja dibuat, untuk lebih memberikan tempat kepada siswa agar gemar membaca.

“Kami pernah Juara Harapan II Tingkat Provinsi Jatim dalam acara Lomba Perpustakaan se-Jatim Tahun 2009,” ungkapnya.

Kabid TK/SD/SDLB Dinas Pendidikan Bangkalan Fauzi mengemukakan, keberadaan gerobak perpustakaan keliling di SDN Tanah Merah Dajah I merupakan inovasi sekolah.

“Perlu dikembangkan dan dijadikan contoh oleh sekolah-sekolah lain di Kabupaten Bangkalan,” harapnya.

Mantan Kepala UPT Kecamatan Burneh tak henti-hentinya memberikan apresiasi kepada Suwarto, atas dedikasinya terhadap dunia pendidikan.

“Dia (Suwarto) terus mencari referensi dan sumber-sumber buku untuk kepentingan siswa. Karena, dari pusat belum ada program khusus bantuan buku, kecuali lewat DAK (Dana Alokasi Khusus),” urainya.

Fauzi berharap, SDN Tanah Merah Dajah I bisa menjadi percontohan bagi sekolah lain. Apa yang diharapkan Fauzi nampaknya belum bisa terwujud dalam waktu dekat. Sebab, belum semua SD yang ada di Bangkalan memenuhi syarat memiliki perpustakaan.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Disdik Bangkalan, hanya 400 SD dari 600 SD yang status lahannya jelas.

“Dari jumlah (400 SD) itu, hanya 60-70 persen yang mempunyai perpustakaan. Selebihnya masih terkendala lahan dan luas tanah,” terang Kabid Sarpras Disdik Bangkalan Bambang Budi Mustika.

SD yang tidak memiliki perpustakaan tak hanya ada di pelosok desa. Di perkotaan pun masih ada SD yang belum mempunyai perpustakaan.

“Seperti SDN Demangan 3 dan 4 yang terkendala oleh luas lahan. Tidak mungkin dibangun perpus dengan cara ditingkat. Karena, konstruksi bangunan di bawahnya bukan untuk bangunan tingkat,” cetusnya. (*)

*)Tribunnews, 8 Desember 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan