-->

Kronik Toggle

Kompas Luncurkan Buku 'Hidup Mati di Negeri Cincin Api'

JAKARTA – Setelah selama setahun tim Ekspedisi Cincin Api Kompas menjelajah puluhan gunung api yang masih aktif. Perjalanan ekspedisi pun dituangkan dalam sebuah buku yang berjudul ‘Hidup Mati di Negeri Cincin Api’.

Sejak September 2011 hingga Oktober 2012, tim menjelajahi gunung api yang berjumlah 25 gunung. Akhir perjalanan tersebut ditandai dengan diluncurkannya buku tersebut.

Menurut Pemimpin Redaksi Kompas, Rikard Bagun, waktu setahun sangat terbatas, namun tim ekspedisi Kompas sudah bisa menangkap misteri Cincin Api yang terpantul lepas pada berbagai sosok gunung api yang sungguh menakjubkan.

“Ini bukan hanya tulisan tapi adalah penjabaran pengungkapan yang terjadi di perjalanan ekspedisi Cincin Api,” ujar Rikard dalam peluncuran buku ‘Hidup Mati di Negeri Cincin Api’, Rabu (12/12/2012).

Kisah ekspedisi ini melahirkan model jurnalistik baru, sesuai model ‘Beyond Journalism’ yaitu karya jurnalistik yang melampaui jurnalisme, karena tidak sekedar mengungkap peristiwa, tetapi mampu mengungkap relasi manusia dulu, kini dan masa dengan lingkungannya, dengan bumi dimana dia tinggal.

Sementara, Ketua tim Ekspedisi Cincin Api, Ahmad Arif mengatakan, bagi ilmuwan dan peneliti, banyak isu kebencanaan di berbagai daerah yang belum diteliti. Semoga ekspedisi ini menjadi pintu awal untuk melakukan penelitian-penelitian berikutnya.

“Semoga media tak hanya memberitakan bencana saat kejadian, tetapi media lebih fokus pada faktor pengurangan risiko bencana,” ujar Arif.

Buku ini mendokumentasikan perjalanan jurnalistik tim ekspedisi ke berbagai daerah untuk menyingkap fenomena Cincin Api dari berbagai aspek.

“Harapan kami semoga masyarakat lebih memahami kondisi geologi dan sejarah kebencanaan nusantara,” ujar Arif.

*)Tribunnews, 12 Desember 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan