-->

Kronik Toggle

Guru SMP di Bandung Pukul Murid Pakai Buku

BANDUNG – Aksi kekerasan terhadap siswa di lingkungan sekolah terjadi di sebuah SMP di Cileunyi, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung. Seorang siswa kelas 7, Zam-zam (12), dipukul wali kelasnya yang juga menjadi guru Bahasa Inggris dengan buku absen lantaran dituduh mengadukan keburukannya kepada kepala sekolah.

“Kejadian pemukulan itu terjadi pada tanggal 14 Nobember 2012,” kata orang tua Zam Zam, Agus Heryatna (44), di kediamannya yang berada di Perumahan Komplek Griya Mitra, Jalan Mitra sejati 5 No 11, Desa Cinunuk, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Senin (10/12/2012).

Agus menceritakan, kejadian bermula ketika anaknya berbicara tentang pelarangan murid untuk mengikuti kegiatan ekstrakurikuler (ekskul) kepada kepala sekolah sewaktu menyambangi kelasnya. Akan tetapi, ucap Agus, anaknya tidak pernah menyebutkan nama guru yang melarang murid untuk ikut keskul kepada kepala sekolah.

“Baru setelah anak saya berani berkata seperti itu, teman-teman sekelasnya ikut ngomong. Beberapa temannya pun mengeluhkan penilaian pelajaran Bahasa Inggris. Sebab, jika siswa mengikuti les yang diselenggarakan guru bahasa Inggris itu bisa mendapatkan nilai bagus. Sedangkan yang tidak ikut mendapatkan nilai kecil. Penilaian bahasa inggris pun hanya diumumkan secara lisan saja,” katanya.

Lebih lanjut, Agus mengatakan, anaknya lantas dipanggil guru yang bersangkutan di kelas 7 D ketika jam pelajaran Matematika. Kala itu, ujar Agus, anaknya dimarahi sebagai tukang adu kepada sekolah. Namun Anaknya tak langsung mengaku. Sebab anak hanya melaporkan tentang nilai pelarangan eskul.

“Setelah itu ia langsung dipukul pakai buku absen sebanyak empat pukulan di depan puluhan siswa kelas 7 D. Buku absennya pun juga hancur. Di lehernya pun merah,” ujar Agus.

*)Tribunnews, 10 Desember 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan