-->

Tokoh Toggle

Aulia Halimatussadiah: Nulisbuku.com

Aulia Halimatussadiah (29) adalah technopreneur muda dengan kiprah menjanjikan. Berbekal teknologi dan mimpi, ia menciptakan berbagai usaha sukses. Salah satunya, nulisbuku.com, kanal self-publishing pertama di Indonesia. Dengan website ini, perempuan yang juga dikenal dengan nama Salsabeela dan Ollie ini mampu mewujudkan mimpi para penulis amatir untuk menerbitkan buku.

Awal terjun ke dunia technopreneur bagaimana?

Sebelum terjun ke dunia usaha, saya sempat bekerja di perusahaan jasa penyedia IT. Kebetulan Ibu dan Bapak adalah pegawai pemerintahan, jadi saya diarahkan untuk bekerja seperti mereka. Sejak kecil hobi saya menulis  dan baca buku. Lalu saya bertemu seorang teman, Angelina Anthony atau Angel yang sama-sama kutu buku. Karena punya ketertarikan yang sama, kami lantas membidani berdirinya kutukutubuku.com, toko buku online , di bulan Februari 2006.

Ternyata website ini sukses besar, maka saya memutuskan untuk keluar dari pekerjaan. Tentu saja awalnya orangtua menentang keputusan saya untuk berwirausaha. Cukup lama juga meyakinkan orangtua bahwa usaha ini bisa berhasil. Saya ajak Angel ke rumah untuk ikut meyakinkan keluarga, ha ha ha… Tak disangka, seiring berjalannya waktu, berbagai peluang pun muncul.

Peluang seperti apa?

Karena banyak yang bertanya bagaimana membuat website yang bagus seperti kutukutubuku.com, saya mendirikan tukusolution.com, penyedia jasa dan konsultan pembuatan website pada tahun 2008. Setelah itu saya juga membuat Tempa Labs yang lebih fokus ke game online . Dua tahun kemudian, saya membuat nulisbuku.com, self-publisher pertama di Indonesia.

Saya juga aktif di berbagai komunitas yang peduli pada pengembangan bisnis berbasis web dan teknologi seperti Start-up lokal, GirlsinTechID dan Freshforum. Belakangan saya juga merambah dunia fashion dengan menjadi fashion designer khusus hijaber dengan label Salsabeela by Ollie. Semua yang saya lakukan ini berangkat dari passion , jadi saya mengerjakannya dari hati.

Penulis novel juga, ya?

Alhamdulillah, saya sudah menelurkan 20-an buku. Saya memang sudah hobi menulis sejak SMP. Dulu saya suka bikin komik balerina tapi hanya dipamerkan ke orangtua. Saat di SMA saya mulai menulis cerpen tapi lebih banyak disimpan saja. Nah, saat kuliah saya aktif menulis blog dengan nama Salsabeela. Ternyata banyak yang suka blog saya.

Saya merasa kuat di bidang menulis dan IT, jadi kenapa tidak menggabungkan keduanya. Nah, nulisbuku.com ini lahir karena pengalaman pribadi juga. Tahun 2010, saya kesulitan menemukan penerbit untuk buku saya yang bertema IT, padahal sebelumnya saya sudah punya 15 buku, lho. Saya sudah menawarkan ke dua penerbit besar tapi selalu ditolak, padahal menurut saya isi buku berjudul Inspirasi.net ini sangat berguna. Sempat terpikir akan menerbitkan sendiri, tapi ternyata biayanya mencapai puluhan juta.

Kemudian?

Setelah berdiskusi panjang bersama tiga partner saya, tercetuslah ide membuat website self-publishing . Efeknya sangat positif. Semua orang bisa jadi penulis dan mencetak sendiri bukunya. Jumlahnya tak terikat, sesuai permintaan saja. Website ini kemudian jadi wadah bermunculannya penulis-penulis baru di Indonesia.

Ada syarat tertentu jika ingin menerbitkan buku di nulisbuku.com?

Mudah, kok. Yang harus dipersiapkan adalah naskah yang dilengkapi dengan layout isi buku, ditambah desain cover depan dan belakang dalam format jpg. Setelah itu, tinggal login ke nulisbuku.com, register dan diunggah. Jika admin sudah menyetujui, selanjutnya tinggal urusan share royalti atau pembagian komisi dari setiap buku yang terjual.

Kami memang tidak mengurusi editing , jadi naskah kami terima dalam bentuk pdf. Kualitas isi buku sepenuhnya diserahkan kepada penulis, tapi jika ada permintaan untuk sunting naskah, kami siapkan juga penyunting profesional. Meski begitu, untuk penulis pemula tak usah takut, semuanya bisa learning by doing , kok. Tulis saja dulu naskahnya, kalau memang mau edit , ya, edit dulu bersama teman-teman. Kalau mau memperbaiki, ya, perbaiki lewat karya selanjutnya. Sekarang bahkan teman-teman penulis punya cara lain yang malah jadi fenomena.

Apa itu?

Awalnya banyak penulis mencetak buku dengan naskah yang sudah di-stok karena tak diterbitkan di tempat lain. Belakangan mereka belajar membuat buku dengan cara cepat, yaitu berkolaborasi dengan sesama penulis untuk membuat buku kompilasi. Makanya akhir-akhir ini banyak sekali buku kompilasi yang terbit.

Soal kualitas bagaimana?

Memang semua buku bisa dicetak, tapi kami juga tidak mengesampingkan kualitas. Kami punya checklist agar isi buku tak mengandung unsur-unsur pornografi atau SARA. Kalau ada pembaca yang menemukan hal-hal itu bisa melapor. Jika sudah ada tiga kali laporan, buku akan kami cek dan off -kan. Tapi sejauh ini belum ada laporan seperti itu.

Soal tulisan, sama seperti hukum rimba. Kalau jelek, ya, tidak akan ada yang mau beli. Makanya untuk penulis yang ingin bukunya dibaca orang, ya, menulisnya jangan asal-asalan.

Sudah berapa banyak buku yang dicetak nulisbuku.com?

Dalam setahun kami bisa menerbitkan 1.000-an buku dari penulis dengan berbagai usia. Yang termuda berumur 15 tahun dan masih duduk di kelas 3 SMP, sementara yang peling tua berumur 72 tahun. Namanya K. Usman, seorang penulis senior. Novelnya setebal 900 halaman dibuatnya selama 4 tahun.

Nulisbuku.com juga sudah mengadakan banyak kegiatan, salah satunya 99 Writers in 9 Days . Dalam 9 hari kami mengumpulkan 99 penulis dan bukunya kami luncurkan bersama-sama di Istora Senayan. Di ulang tahun kami yang pertama tanggal 11 November lalu, kami juga bikin acara bernama 11 Project 11 Days . Kami meluncurkan 11 buku dengan tema berbeda selama 11 hari. Acaranya sangat sukses.

Kami juga baru menggelar Wordisme , semacam pelatihan menulis selama satu hari. Dalam acara ini kami bekerja sama dengan penulis-penulis yang sudah ternama, seperti Alberthiene Endah, Raditya Dika, Djenar Maesa Ayu, dan Clara Ng. Ternyata antusiasmenya besar sekali, buktinya 350 orang hadir. Selain event tadi, kami juga punya acara reguler yaitu Klub Menulis.

Seperti apa kegiatan Klub Menulis?

Berangkat dari kesadaran bahwa penulis rata-rata enggak suka ngumpul , Januari 2010 kami buat Nulis Buku Club (NBC) sebagai ajang sharing ide atau teknik penulisan. Ternyata peminatnya banyak sekali. Bahkan, permintaan dari teman-teman penulis di daerah agar dibentuk NBC di kota masing-masing juga banyak. Saat ini NBC sudah tersebar di seluruh Indonesia.

NBC rutin digelar setiap bulan, bentuknya seperti gathering saja. Kami mengundang para penulis senior untuk berbagi ilmu menulis buku, teknik, pengalaman, dan masalah yang dihadapi dalam proses penulisan. Biasanya kami juga melakukan launching buku teman-teman NBC, jadi anggotanya saling mendukung karya. Jika ingin bergabung, tidak dipungut biaya. Informasinya bisa dilihat di website nulisbuku.com atau follow akun Twitter @nulisbukudotcom.

Apa, sih, latar belakang pendidikan Anda?

Saya lulusan IT dari Universitas Gunadarma Jakarta. Jadi memang kekuatan saya di bidang teknologi informasi dan dunia penulisan. Saya percaya teknologi bisa menjadi katalis bagi kita untuk maju, sehingga ketika tertarik dengan bisnisnya, saya gabungkan pengetahuan dan minat. Kebetulan saya juga tipe orang yang bisa menggunakan otak kanan untuk membangun kreativitas dan otak kiri untuk memenuhi tenggat deadline . Jadi semua bisa berjalan beriringan.

Banyak kegiatannya, ya. Bagaimana mengatur waktunya?

Saya selalu memanfaatkan teknologi dengan maksimal. Dengan gadget yang semakin canggih, komunikasi sekarang sangat dipermudah. Jadi tak ada yang bisa menghalangi saya untuk bisa melakukan berbagai macam pekerjaan sekaligus.

Perempuan, kan, memang handal mengerjakan banyak pekerjaan dalam waktu bersamaan, bukan begitu? Ha ha ha… Kalau sedang penat saya suka traveling , meskipun ujung-ujungnya nanti ditulis dan dibuat buku lagi, ha ha ha… Karena minat saya di fashion juga tinggi, saya senang memanfaatkan waktu luang dengan belanja dan mix and match baju.

Apa lagi rencana ke depan?

Menulis bagi saya seperti bernapas, jadi ke depan saya masih ingin mengembangkan dunia pendidikan menulis. Inginnya, sih, berkolaborasi dengan teman-teman penulis untuk mengembangkan bisnis membaca dan menulis. Bentuknya seperti apa, nanti saja lah.

Apa filosofi hidup Anda?

Perfection is a journey . Kita enggak harus jadi perfect dulu untuk melakukan sesuatu. Mulailah dari hal kecil, karena dari situ kita bisa meningkatkan kemampuan. Saya, misalnya, enggak pernah menahan buku untuk jadi sempurna. Selesai ditulis, ya, rilis. Kalau kurang sempurna, saya perbaiki di karya selanjutnya. Makanya harus selalu produktif. Satu lagi, terus bermimpi. Saya selalu menuliskan keinginan-keinginan saya dan berusaha untuk mewujudkannya.

Swita A Hapsari

*)Tabloid Nova, 11 Maret 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan