-->

Kronik Toggle

Vulgar, Buku Penjaskes SD Bikin Resah

Buku Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan bagi siswa kelas 4, 5, dan 6 SD/MI membuat resah orangtua siswa. Pasalnya, ada materi yang ditulis sangat vulgar sehingga belum saatnya dibaca anak-anak.

“Mungkin tujuannya sebagai pendidikan seks bagi anak-anak. Namun bahasanya terlalu vulgar sehingga kalau dibaca anak-anak, justru seperti mengajari mereka,” ungkap Khotiah (45) orangtua siswa SD di Kecamatan Adimulyo yang mengaku sudah membaca buku itu.

Yang dianggap terlalu vulgar menurut Khotiah, pada Bab V penulis buku itu yakni Endang Widyastuti dan Agus Suci, secara rinci mengupas kesehatan alat reproduksi. Pada bagian ini, dijelaskan tentang pengertian pelecehan seksual, bentuk-bentuknya, dampak buruk, serta faktor-faktor yang menyebabkan pelecehan seksual terjadi.

Hanya saja pada halaman 55, penulis menjelaskan bentuk-bentuk pelecehan seksual dengan bahasa yang sangat gamblang. Seperti siulan seorang pria terhadap wanita yang dikenal mau pun tidak dikenal, atau meraba anggota badan seperti pantat, buah dada, dan bagian-bagian yang sensitif. Selain itu memaksa korban memegang kemaluan pelaku, serta memeluk atau mencium dengan paksa. (Suk)

*) KR, 9 November 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan