-->

Kronik Toggle

UGM-Baznas gelar infak sejuta buku

Universitas Gadjah Mada Yogyakarta dan Badan Amil Zakat Nasional menggelar kegiatan sosial penyaluran zakat yang diwujudkan dalam bentuk infak sejuta buku.

“`Kick off` infak sejuta buku dilaksanakan di kampus Universitas Gadjah Mada (UGM) yang kemudian pengumpulannya akan berlangsung selama setahun di 12 kota besar,” kata panitia pelaksana Adi Prabowo di Yogyakarta, Senin.

Menurut dia, buku-buku yang telah terkumpul akan disalurkan ke berbagai program pendidikan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) pada masing-masing kota dan kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Gerakan infak sejuta buku merupakan kegiatan infak buku-buku baru maupun bekas dari mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum,” katanya.

Ia mengatakan panitia menyediakan boks pengumpulan buku di sejumlah lokasi strategis seperti kampus, pusat perbelanjaan, sekolah, dan tempat strategis lainnya.

“Buku yang sudah terkumpul akan didata dan kemudian disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Saat ini sudah ada sebanyak 319 buku yang terkumpul,” katanya.

Wakil Rektor Bidang Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat UGM Suratman mengatakan kegiatan gerakan infak sejuta buku bekerja sama dengan Baznas itu sebagai salah satu wujud kepedulian UGM terhadap pendidikan masyarakat.

Menurut dia aksi infak sejuta buku itu diharapkan bisa menginspirasi program serupa di fasilitas umum di Yogyakarta seperti perkantoran, mal, dan restoran.

“Buku-buku yang terkumpul nanti akan dilakukan pendataan dan seleksi terhadap penyaluran buku kepada masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain infak sejuta buku, UGM dan Baznas juga menggelar kegiatan sosial penyaluran zakat yang diwujudkan dalam bentuk pengobatan gratis dan aksi donor darah.

“`Event` pengobatan gratis dan donor darah di kampus UGM merupakan salah satu media penyaluran zakat Baznas kepada warga kurang mampu,” kata Direktur Eksekutif Baznas Teten Setiawan.

Menurut dia kegiatan sosial itu juga sebagai ajakan kepada masyarakat mampu untuk menunaikan zakat pada organisasi pengelola zakat resmi.

“Melalui berbagai program karitas dan pemberdayaan, zakat ternyata dapat membantu masyarakat kurang mampu untuk meningkatkan taraf hidupnya,” katanya.

(B015*H010/M008)

*)Antara, 26 November 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan