-->

Kronik Toggle

Tiap Tahun Yogyakarta Terbitkan 3.000 Judul Buku

Yogyakarta – Yogyakarta sebagai kota pelajar dan mahasiswa tentunya tidak akan lepas dari buku. Meskipun sudah banyak buku elektronik, buku cetak tetap tidak bisa digusur.

Setiap tahun, rata-rata ada 3.000 judul buku baru yang diterbitkan sekitar 300 penerbit di Daerah Istimewa Yogyakarta. Data itu hanya buku baru yang masuk ke perpustakaan daerah. Dengan kata lain, angka itu hanya separuh dari judul buku baru yang diterbitkan penerbit di Yogyakarta.

Ini karena tidak semua penerbit memberikan buku barunya ke perpustakaan daerah. Setiap bulan, menurut data penjualan buku, ada 2.000 judul buku baru secara nasional.

“Penerbit di Yogyakarta berkontribusi 20-30 persen judul buku baru setiap bulannya,” kata Agus Haryanto, Sekretaris Ikapi (Ikatan Penerbit Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa, 6 November 2012.

Ikapi mengggelar Jogja Book Fair kedua tahun ini dengan tema “Buku Menciptakan Masa Depan”. Pameran itu digelar di gedung Mandala Bhakti Wanitatama, Yogyakarta, mulai 7 November hingga 13 November 2012.

Sekitar 300 penerbit memaerkan buku-buku baru maupun lama. Bahkan, buku-buku yang sudah tidak beredar di toko juga akan disediakan. Tentu saja setiap ada pameran buku juga diiringi dengan adanya diskon besar-besaran.

Menurut dia, para penerbit buku di Yogyakarta juga sudah ada yang merambah ke buku digital. Namun, itu belum merupakan bisnis pokok karena pembaca buku digital segmennya sangat terbatas.

“Saat ini buku cetak belum bisa tergusur oleh buku digital,” katanya.

Menurut Apridian Purwantoro, Ketua Panitia Jogja Book Fair, pameran ini merupakan yang ke-27 yang diselenggarakan oleh Ikapi. Pameran buku merupakan ajang pesta buku. Baik untuk sekadar informasi judul maupun pembelian.

“Selain itu, agar masyarakat terus gemar membaca,” kata dia.

Ia menambahkan, di tengah perkembangan teknologi yang semakin canggih saat ini, semakin sedikit masyarakat yang meluangkan waktu untuk sekadar membuka lembaran buku. Jogja Book Fair memberikan kesegaran baru bagi masyarakat yang rindu terhadap buku berkualitas.

“Karena banyak pilihan buku, maka bisa menimbulkan minat baca masyarakat,” kata dia.

Pada saat pameran juga digelar banyak kegiatan pendukung. Antara lain lomba majalah dinding tiga dimensi, lomba foto dengan tema “Jogja Itu Buku:, dan lomba resensi buku.

*)Tempo.co, 6 November 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan