-->

Kronik Toggle

Novel Dewi Dee Lestari Tak Luput Dari Pembajakan

JAKARTA – Dewi “Dee” Lestari, penulis Perahu Kertas sangat perhatian pada masalah pembajakan hak cipta. Sebagai penulis, Dee ingin bukunya dibaca masyarakat secara luas, baik versi konvensional, atau digital. Tetapi ia pun ingin hasil karyanya dihargai secara adil.

“Buku gratis versi digital, saya nggak masalah, yang masalah ada orang menduplikasi karya saya, dia tidak menunaikan hak-nya kepada saya,” ujar anggota grup vokal Rida Sita Dewi (RSD), Senin (19/11/2012), di Jakarta.

Wajar bila Dee merasa ada masalah dengan hak cipta, karena ia pernah mengalami pelanggaran tersebut. Novel Perahu Kertas yang dirilis pada Agustus 2009 ini diterbitkan dalam bentuk buku konvensional dan versi WAP. Ini merupakan novel pertama Dee yang bisa diunduh melalui ponsel dan berbayar. Ia tak menduga, banyak pembaca yang mengunduh novelnya. Menurutnya pembaca tak memerdulikan novel setebal 450 halaman.

“Perahu Kertas cukup sukses, banyak yang download,” kisahnya.

Namun beberapa bulan berselang, muncul Perahu Kertas versi pdf, yang dapat diunduh gratis. Setelah ditelusuri, ternyata ada seseorang yang mengunduh dari WAP lalu merilisnya ke internet dengan versi yang berbeda.

“Tapi orang yang me-launch buku saya ada hati, novel nggak tamat, ada 44 bab, satu bab disisakan. Jadi kalau mau baca bab terakhir, orang harus beli atau pinjam teman,” cerita ibu dari Keenan dan Atisha yang tidak bisa berbuat apa-apa untuk mencegah versi pdf tidak disebarluaskan.

Lebih lanjut Dee menegaskan, “Salah satu concern saya terjun ke dunia penulis adalah hak saya dibayarkan sesuai proporsinya. Nggak masalah buku digital, tapi ada iklan yang mensponsori.”

*)Tribunnews, 20 November 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan