-->

Kronik Toggle

Masih Ada 6,37 Juta Penduduk Indonesia Buta Aksara

JAKARTA – Perhelatan Indonesia Book Fair 2012 yang dilaksanakan pada 17-25 November 2012 di Istora Gelora Bung Karno, Senayan disambut baik oleh pemerintah republik indonesia.

Melalui, perwakilannya Menteri Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Indonesia mengapresiasi baik pelaksanaan ini. “Saya menyambut baik acara ini, karena masalah literasi masih menjadi permasalahan bagi kita, kemenangan buku Chairul Tanjung, si Anak Singkong juga saya sambut, semoga bukan anak keju ya,” kata Agung Laksono, Menteri Kesejahteraan Rakyat, di Jakarta (17 / 11 / 2012).

Ia mengatakan masalah literasi masih menjadi masalah bagi masyarakat Indonesia. Banyaknya, masyarakat buta huruf misalnya, menandakan hal ini.

Ia mengatakan sekitar 6,37 juta penduduk Indonesia masih buta huruf. Perempuan mendominasi dengan 5,4 juta penduduk.  “Maka dari itu perkembangan buku baik cetak dan elektronik  perlu ditanamkan karena akan memperkuat literasi dalam membaca dan menimba ilmu,” katanya.

Selain itu, ia mengharapkan agar ajang ini menjadi persiapan indonesia agar dapat mengikuti Frankfrut Book Fair di 2015 dengan baik. “Saya harap kualitasnya bisa  semakin baik pada pegelaran hari ini dan bisa mengembangkan pasarnya di luar negeri,” katanya.

Acara  Indonesia Book Fair 17-25 November 2012 merupakan acara Indonesia Book Fair ke 32 yang bertemakan The Power of Creativity.

Acara ini terdiri dari 120 peserta, yang terdiri dari penerbit di luar negeri dan dalam negeri, sekitar 15 diantaranya merupakan penerbit yang berasal dari luar negeri. Diantaranya adalah  penerbit dari Malaysia, dan Oxford.

Selain itu ada juga pameran hak cipta diantara penerbit indonesia yang melibatkan penerbit luar negeri (rights fair) yang bisa membawa penerbit di indonesia untuk mempublikasikan karyanya kepada penerbit di luar negeri.

Sebagai informasi, acara ini didukung oleh sejumlah sponsor, beberapa diantaranya adalah Metro TV, Trans TV, Kompas TV. Bankaltim, Kaskus, Media Indonesia, Femina, KPK, Radio Bahana dan Goethe Institut. (*)

*)Tribunnews, 17 November 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan