-->

Kronik Toggle

Dewi Lestari Tak Lagi Dijajah Buku

AKARTA – Kegemarannya membaca dan profesinya sebagai penulis membuat Dewi Lestari menjadi kolektor buku. Namun, buku simpanannya seolah menjajahnya. Banyak ruangan habis karena bukunya yang jumlahnya sudah sangat banyak.

“Buku menjadi bagian dunia pustaka, tapi lama-lama saya dijajah sama buku. Perpustakaan saya menghabiskan space dari ruangan manapun,”  ujar Dee, sapaan akrabnya, Senin (19/11/2012), di Jakarta.

Maklum, sebagai seorang penulis, Dewi Lestari sangat gemar membaca buku. Ia rutin mengumpulkan buku yang ia baca sejak kuliah.

Setahun belakangan, ia mulai tertarik dengan buku digital. Dan suaminya, Reza Gunawan, lah yang berjasa menginisiasi Dee. Bahkan ia sering membeli buku digital, jika tak ada buku yang ia maksud, barulah membeli buku konvensional.

Sekarang, ia telah merasakan manfaat membaca buku digital. Ia tak “dijajah” oleh koleksi bukunya.
Mau tak mau, penulis pun akan memasuki sebuah transisi. Dari buku konvensional ke teknologi buku digital.

Penulis Supernova dan Madre ini mengatakan bahwa tiga tahun silam, dirinya belum melirik buku digital. Dengan membeli, lalu membaca buku konvensional, ia merasa ada kenyamanan dan romantisme tersendiri. Didukung pula, ia berkecimpung di dunia tulis menulis. Buku menjadi bagian dari pekerjaannya.

“Ini wujud saya dalam mendukung dunia pustaka, saya dulu skeptis,” tutur ibu dua anak mengenai alasannya membeli buku konvensional.

*)Tribunnews, 20 November 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan