-->

Kronik Toggle

Buku "Terasing di Negeri Sendiri" Dibedah di Malaysia

Buku “Terasing di Negeri Sendiri” edisi kedua karya Oki Hajiansyah Wahab, mahasiswa program master hukum dari Fakultas Hukum Universitas Lampung, yang juga Pengurus Aliansi Jurnalis Independen Bandarlampung, siap diluncurkan sekaligus dibedah di Malaysia. Menurut Managing Director Indepth Publishing, Tri Purna Jaya sebagai pihak penerbit buku itu, di Bandarlampung, Senin, berupaya terus mengembangkan jangkauan dan kerja sama dalam penerbitan dan distribusi buku tersebut hingga ke mancanegara.

Tri mengatakan jika tidak ada halangan, pada 14-15 Desember 2012 Indepth Publishing menyiapkan peluncurannya, dan menggelar diskusi buku tersebut di Malaysia. “Kami akan mendiskusikan edisi kedua buku yang kami terbitkan sebelumnya, yaitu buku ’Terasing di Negeri Sendiri’”, katanya.
Edisi kedua buku yang diterbitkan Indepth Publishing ini juga disiapkan untuk buku “Menulis dengan Telinga” karya Adian Saputra (jurnalis Harian Umum Lampung Post) yang dalam waktu dekat juga akan dicetak ulang.

Tri menjelaskan rencana acara bedah buku di Malaysia tersebut digelar berkat kerja sama dan dukungan dari Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Universitas Kebangsaan Malaysia (UKM) yang diketuai Dr Zulham.Kebetulan ada beberapa kolega kami tengah studi di sana, dan kebetulan penulis buku ini juga akan menghadiri International Conference on Social and Humanities (ICOSH) pada 12-13 Desember di UKM itu, kata Tri pula. “Tentu kerja sama ini akan sangat menggembirakan buat kami sebagai penerbit,” ujarnya.

Tri berharap kerja sama ini akan semakin memperluas peran dan kontribusi Indepth Publishing dalam mengembangkan budaya baca khususnya di Lampung.
Dia menjelaskan, pihaknya juga tengah bekerjasama dengan AJI Bandarlampung dan tengah bersiap untuk menerbitkan buku kumpulan tulisan para jurnalis, akademisi, praktisi, seniman dan budayawan dalam mendorong perdamaian di Lampung Selatan. Buku itu, kata dia, saat ini masih dalam proses editing. “Hasil penjualan buku ini, kelak akan didonasikan bagi proses perdamaian di Lampung, doakan saja bulan Desember 2012 ini sudah bisa dilaunching ke publik,” katanya.

*)Kompas, 16 November 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan