-->

Kronik Toggle

59.000 Anak TKI di Malaysia Buta Huruf

SURABAYA – Beginilah potret pendidikan anak para TKI di Malaysia. Pendidikan mereka terabaikan karena sistem pendidikan di Negeri Jiran ini tak mengijinkan anak TKI bersekolah formal.

Akibatnya diketahui saat ini ada 59.000 anak TKI di Malaysia dalam kondiai buta huruf.

Mereka tak mengenal baca tulis disuia sekolah. Maklum, mereka tinggal di perkampungan para TKI sejak lahir.  Kondisi ini mengundang keprihatinan Ketua Umum Ikatan Guru Indonesia (IGI) Satria Darma.

“Kami kemarin menggandeng Sampoerna Foundation untuk bersama-sama memperhatikan nasib pendidikan anak TKI di Malaysia,” kata Satria, Selasa (27/11/2012).

Pihak perusahaan itu memang telah mengirimkan bantuak buku dan bahan bacaan besar-besaran. IGI juga bersiap mengirimkan tenaga-tenaga pendidik terbaiknya.

Dalam catatan IGI, di Sabah saat ini ada sekitar 40.000 anak-anak TKI yang tidak terurus. Jumlah yang lain di Sarawak hingga Semenanjung. Total anak yang terabaikan pendidikannya ini mencapai 59.000.

Mereka buta huruf. Sebagian besar dari mereka adalah anak buruh perkebunan sawit.

Sementara itu, Sekjen IGI Muhammad Ihsan terus mengetuk pihak ketiga untuk mendukung pemberantasan buta huruf. Sebab, perhatian pemerintah belum maksimal. “Anak-anak TKI memang dilarang Pemerintah Malaysia untuk bersekolah formal,” kata Ihsan.

Anak-anak TKI ini hanya mampu mengakses pendidikan tidak resmi semacam kursus atau community learning centre (CLC). Itupun hanya diizinkan berdiri di area ladang sawit.

“Satu-satunya yang diijinkan di luar ladang sawit hanya Sekolah Indonesia Kota Kinabalu atau SIKK,” ujar Ihsan.

IGI saat ini tengah mempersiapakan materi untuk training bagi 60 guru di kantung-kantunf TKI di Malaysia. Selain itu, akan ada seleksi untuk 25 guru yang akan dikirim ke Malaysia. Mereka akan mengajar setahun.

*)Tribunews, 27 November 2012

1 Comment

ina - 21. Des, 2012 -

Mau perang? dengan pendidikan saja, pasti hasilnya lebih baik

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan