-->

Kronik Toggle

500 Pustakawan Nasional Kongres di Palembang

Palembang – Ratusan pustakawan nasional akan menggelar Kongres Pustakawan Nasional se-Indonesia yang ke-XII di Palembang, Sumatera Selatan pada 27 – 30 November 2012.

“Ratusan pustakawan itu terdiri dari pustakawan kabupaten/kota, provinsi, perguruan tinggi juga pondok-pondok pesantren,” kata Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), Supryanto, Selasa 13 November 2012. Selain kongres, ia menambahkan, ada juga pameran buku dan seminar.

Gubernur Sumatera Selatan, Alex Noerdin mendukung pelaksanaan kongres tersebut. Kepada Ketua IPI, Alex berjanji memberikan beasiswa pendidikan strata dua (S2) kepada Pustakawan yang akan mengikuti pendidikan di Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Gajah Mada (UGM) ataupun ke Hawai, Amerika Serikat (AS).

Selain beasiswa, kepada Supryanto, Alex ingin untuk mewujudkan perpustakaan yang lengkap di Sumatera Selatan. “Saya punya cita-cita membangun perpustakaan seperti yang ada di Chicago,” katanya menirukan ucapan Alex.

Kepada wartawan Ketua Umum Ikatan Pustakawan Indonesia ini menjelaskan tentang arti pentingnya perpustakaan bagi suatu bangsa. “Kita bisa mengukur tingkat intelektualitas suatu bangsa dengan minatnya kepada perpustakaan,” ujar Supryanto.

Organisasi Ikatan Pustakawan Indonesia yang lahir 6 Juli 1973 menjadi wadah bagi kumpulan organisasi pustakawan termasuk pegawai perpustakaan. Sebagai wadah pustakawan di Indonesia, IPI juga terlibat bersama Pustakawan Asia Tenggara. IPI pun terlibat dalam kegiatan IFLA (International Federation Library Association). Dengan banyak terlibat dalam forum internasional, menurut Supryanto, pustakawan Indonesia sudah diakui di dunia.

Acara Kongres Pustakawan Nasional se-Indonesia yang ke-XII selain dihadiri para pustakawan dari seluruh Indonesia juga akan dihadiri artis Dewi Hughes. Sementara untuk pada seminar akan menghadirkan pembicara dari Amerika, Universitas Singapura, Perpustakaan Nasional Singapura dan Prof Dr Chuzaimah D. Diem guru besar Universitas Sriwijaya.

*)Tempo, 14 November 2012

Artikel ini tertutup untuk komentar.

Warung Arsip Perpustakaan

Tampilkan
Sembunyikan